oleh

Pengertian Jahiliyah Berdasarkan Istilah Bahasa Dan Misalnya

Pengertian Jahiliyah Menurur Istilah bahasa –  Yang dimaksud dengan Jahiliyah itu ialah insan tidak mengetahui perihal pedoman agama yang hak karena sudah sekian usang setelah kepergiannya Nabi Isya As dunia ini tidak ada yang mengarahkan insan ke jalan yang benar, maka pada ketika itu aturan yang berjalan ialah aturan rimba siapa yang berani itulah yang menang, tidak ada bedanya dengan kehidupan binatang.

Mungkin banyak diantara kita barangkali sering mendengar atau membaca bahwa sebelum Nabi Muhammad dihadirkan ditengah-tengah kehidupan bangsa Arab, kondisi masyarakat padasaat itu  berada dalam kondisi jahiliyah (kebodohan).

Menurut P.K. Hitti dalam bukunya History of The Arabic makna jahiliyah di sini bukan berarti kolot dalam segi ilmu pengetahuan, melainkan cuma kolot dari sudut agama karena pada zaman tersebut (ialah sebelum Rasul Muhammad datang) tak ada nabi dan tidak ada kitab suci yang dijadikan sebagai petunjuk hidup. Hitti mengemukakan bahwa dikala itu semenanjung Arab mempunyai peradaban yang tinggi, maka untun lebih jelasnya Pengertian Jahiliyah itu bisa Anda kaji dalam artikel kami ini:

a. Arti Jahiliyah
Jahiliyah berasal dari kata dasar ja ha la yang berarti kolot atau sesat. Istilah dan makna kata tersebut akan kita saksikan di sekian banyak ayat di dalam Al Quran. Berikut ini beberapa diantaranya :

”Kemudian sehabis kau berduka-cita Allah menurunkan terhadap kau keamanan (berupa) kantuk yang mencakup segolongan daripada anda, sedang segolongan lagi udah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang enggak benar kepada Allah sama ibarat sangkaan jahiliah.” (QS. Ali Imran : 154)

”dan hendaklah anda masih di rumahmu dan jangan kau berhias dan bertingkah laris sama ibarat beberapa orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab : 33)

”Dia-lah yang mengutus pada kaum yang buta abjad seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan Ayat-ayat-Nya pada mereka, menyucikan mereka serta mengajarkan terhadap mereka Kitab dan Hikmah (As sunnah). dansesungguhnya mereka diawal mulanya memang lah dalam kesesatan yang nyata” (QS. Al Jumuah : 2)

Menurut Mahyudin dan Hilmi, ayat-ayat diatas memperlihatkan citra kepada kita bahwa pengertian jahiliyah mempunyai makna kekufuran, keangkuhan, kemaksiatan dan juga kebodohan. Orang Arab jahiliyah dianggap kolot karena nggak cerdik menulis serta membaca.

Prof.Dr. Hamka di dalam buku nya Tafsir Al Azhar memberikan Rasul saw diutus terhadap kaum yang ummi. Ummi disini benar-benar berarti nggak bisa menulis dan membaca. Beliau menyampaikan bahwa dulu bangsa Arab bukanlah bangsa yang terpelajar dan bukan kaum yang mempunyai sejarah peradaban yang tinggi ibarat peradaban beberapa orang Yunani serta Romawi, orang Persia (Iran) serta India. Dalam 100 orang belum niscaya ada satu orang yang sanggup menulis serta membaca. Walau tidak bisa membaca serta menulis, bangsa Arab masihlah mempunyai satu kelebihan yakni ingatannya yang amat kuat.

Berdasarkan sejarah yang tetap disampaikan oleh Prof.Hamka, beberapa orang Yahudi yang berada di Yastrib (yang selanjutnya menjadi Madinah) mengemukakan bahwa orang Arab bukanlah orang terpelajar. Orang Arab pula tidak merasa terhina dengan ungkapan tersebut. Bahkan orang Arab di Madinah tidak sedikit yang menyerahkan anak-anaknya kepada orang Yahudi untuk menuntut ilmu maka banyak diantara mereka yang masuk Yahudi.

b. Jahiliyah Dalam Berbagai Bidang
Dari segi bencana serta fakta, sesungguhnya sebelum Rasul saw, bangsa Arab benar-benar berada dalam masa kegelapan atau masa jahiliyah dalam arti sebenarnya. Berikut ini sekian banyak bencana kelam bangsa Arab yang di sampaikan oleh Mahayudin dan Hilmi di dalam bukunya yang berjudul Sejarah Islam :

1. Agama dan Akhlak
Terhadap periode jahiliyah nilai kepercayaan serta moral orang Arab amat rendah karena belum ada nabi yang diutus untuk memberi mereka petunjuk. Ketika itu beberapa orang Arab menyembah patung dan berhala yang dibentuk oleh mereka sendiri. Patung-patung serta berhala itu juga diperjual-belikan oleh mereka. Ada pula diantara mereka yang menganut paham animisme. Dari sisi moral atau akhlak, tingkah laris bangsa Arab amat tak sopan dan nggak mempunyai rasa kemanusiaan. Mereka kadang saling bertukar isteri bahkan ada yang mengawini isteri bapaknya sendiri. Enggak cuma itu, ada pula yang mengubur anak perempuannya yang tetap hidup buat menjaga kehormatannya didunia.

2. Politik
Bangsa Arab tak mempunyai posisi politik yang besar lengan berkuasa di zaman jahiliyah. Kemungkinan cuma kerajaan Himyar saja yang masih dianggap mempunyai kapabilitas politik serta struktur pemerintahan yang cukup baik tetapi terus di bawah dampak negeri luar. disebelah utara semenanjung Arab dikuasai oleh kerajaan Romawi dan Persia, di sebelahselatan dikuasai oleh kerajaan Habsyah dan Persia. Di tempat tengah sebagaimana Mekkah, meski enggak dijajah, masih meraih efek dari penguasaan ke-2 wilayah tersebut. Kondisi ini bisa kita perhatikan terhadap peperangan Al-Fijar yg berjalan kepada bulan-bulan diharamkan berperang di antara kaum Quraisy bersama masyarakat Hirah yang dikala itu berada di bawah kerajaan Persia. Sampel lain yaitu serangan tentara gajah dari Yaman atas sokongan kerajaan Romawi ke kota Mekkah.

3. Ekonomi
Pasca runtuhnya bendungan Ma’rib di Yaman, kedudukan ekonomi orang arab di selatan Semenanjung Arab jadi tdk stabil. Kondisi ini memaksa sebahagian akbar penduduk di wilayah tersebut, merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Himyar, berpindah ke sebelah utara dgn berubah jadi pedagang dikarenakan wilayah sebelah utara yaitu tempat padang pasir. Tapi perdagangan ini pula tdk berlangsung tidak tersendat karena senantiasa menerima tekanan politik dari Romawi serta Persia dan adanya kondisi politik yang senantiasa tak menentu ialah adanya peperangan diantara pada kabilah Arab. Di th 534 M kerajaan Himyar jatuh ke tangan kerajaan Habsyah dulu jatuh ke tangan kekuasaan Persia.

Kerajaan Habsyah sempat memperburuk kondisi perekonomian di kota Mekkah dengan melaksanakan serangan ke kota tersebut maka pertalian perdagangan antara Yaman serta Mekkah jadi rusak. Kondisi ini berefek kepada interaksi perdagangan antara Yaman serta Syam dikarenakan Mekkah berada di antara ke-2 wilayah tersebut. Pertalian perdagangan antara Yaman serta Hirah pula sering terputus karena Hirah berada dibawah kekuasaan Persia sedangkan Yaman berada di kekuasaan Habsyah yang jadi sobat koalisi politik kerajaan Romawi.

ditengah kondisi ekonomi-politik yang nggak menentu akhir perseteruan antara Persia serta Romawi, penduduk kota Mekkah yakni kaum Quraisy cobalah laksanakan tekanan ekonomi ke kaum Badwi. Perihal ini menyebabkan kaum Badwi melaksanakan perlawanan dengan wujud perompakan ke tiap-tiap kafilah-kafilah perdagangan Quraisy.

Dari sudut internal, kesenjangan ekonomi di kota Mekkah pula tidak mengecewakan tampak yakni kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Akibatnya sering berjalan huru-hara yang amat mengganggu perekonomian wilayah tersebut.

4. Ilmu Pengetahuan
Walau warga Arab Jahiliyah mempunyai sedikit kebolehan dalam berdagang tetapi keahlian tersebut nggak pass menjadikan mereka sebagai bangsa yang ber-peradaban karena satu buah peradaban mempunyai ciri-ciri tersendiri termasuk juga faktor ilmu dan moral.

Sekian Banyak argumen kenapa warga Arab nggak dianggap sebagai penduduk yang memilik peradaban, diantaranya mula-mula terhadap periode jahiliyah tersebut, adat penyebaran ilmu wawasan nyaris tak ada. Umumnya orang Arab buta huruf. Ke-2, waktu itu ilmu wawasan berasal dari negeri luar ialah dari bangsa Romawi, Yunani serta Persia. Tetapi, sebahagian agung dari mereka yang tiba ke Mekkah lebih menentukan konsentrasi berdagang di Mekkah daripada berbagi ilmu wawasan. Ke-3, karena penduduk Arab tidak sedikit yang nggak sanggup membaca serta posting, sehingga ilmu wawasan cuma di sampaikan dengan cara verbal serta hafalan.

Menurut Robert L. Gullick, sama ibarat dikutip oleh Hj.Yahya dan Halimi dalam buku Peristiwa Islam, mengemukakan bahwa orang Arab Jahiliyah tak memperlihatkan pemberian apa-apa di bab ilmu wawasan.

“The ancient Arabs, during the many centuries preceding the appearance of Muhammad, did not, so far as we know, contribute anything of significance to the body of scientific knowledge or to scientific method.”

Dengan Cara umum, rata-rata satu buah penduduk yang mempunyai peradaban sebagaimana Mesopotamia, Mesir, India, Yunani, Cina, Roma, Saba’ , mempunyai monument yang difungsikan dan peralatan komunikasi, mata duit, serta pemerintahan yang rutin. Tetapi, penduduk Arab jahiliyah enggak mempunyai ciri-ciri tersebut.

Atas kejahiliyahan yang dimiliki oleh bangsa Arab inilah, sehingga mereka tak patut dinamakan yang merupakan penduduk yang mempunyai peradaban. Tapi ketika Allah SWT mengutus satu orang rasul serta mengambil kitab AL Quran, kehidupan penduduk Arab jadi beralih 1800. Bangsa yang diawal mulanya tdk diperhitungkan di kancah perpolitikan dunia, sehabis Rasul saw tiba serta mendirikan suatu Negeri Islam di wilayah Arab, seluruhnya dunia mengalihkan pandangannya terhadap peradaban yang gres lahir tersebut.

Itulah yang sanggup saya sampaikan mengenai tantang mas’alah pengertian jahiliyyah berdasarkan bahasa sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW kedunia ini biar sanggup membawa manpaat bagi kita semua. Begitu juga kami sajikan untuk langkah berikutnya, sholat tarawih, keutamaan sholat awal waktu, cara menumbuhkan Jiwa semangat dan masih banyak lagi yang lainnya makanya terus saja update disini.

INFO UPDATE