oleh

Wahai Suami, Jangan Buat Isterimu Gundah Dengan 5 Dosa Ini

gambar ilustrasi “Wahai Suami, Jangan Buat Isterimu Resah Dengan 5 Dosa Ini” 

Wahai Suami, Jangan Buat Isterimu Resah Dengan 5 Dosa Ini


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

[Wahai Suami, Jangan Buat Isterimu Resah Dengan 5 Dosa Ini] – Setiap manusia, baik pria maupun perempuan selalu mendambakan sebuah janji nikah yang hanya sekali seumur hidupnya. Membina rumah tangga dan keluarga senang sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, merupakan harapan setiap manusia.

Namun tak jarang terjadi, dalam sebuah keluarga, terkadang ada-ada saja penyebab terjadinya kesalahfahaman di antara suami maupun isteri. Suami maupun juga isteri terkadang gampang terperosok dalam perbuatan dosa terhadap pasangannya sampai sanggup melukai hati dan menciptakan pasangannya ( suami / isteri ) menjadi resah. Ingatlah bahwa dosa terhadap pasangan, menjadikan kita durhaka kepada kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai insan biasa, suami ataupun isteri niscaya pernah melaksanakan dosa terhadap pasangannya masing-masing. Sehingga Rasulullah sebagai pembawa risalah menunjukkan petunjuk-petunjuk bagaimana seorang isteri atau khususnya suami bisa memainkan kiprahnya masing-masing dalam membina kerukunan keluarga dan rumah tangganya sesuai pedoman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebelum kita mengupas kesalahan atau dosa isteri terhadap suaminya. Adabaiknya kali ini kita khususkan membahas ihwal dosa suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga dan keluarganya, yang berakibat sanggup meresahkan hati isterinya.

Berikut 5 dosa yang sering dilakukan suami terhadap isterinya, yang semoga saja sanggup menjadi renungan bagi para pembaca khususnya para pria yang telah bergelar suami, biar suami yang belum melakukannya sanggup menghindarinya. Dan jikalau seorang suami pernah melakukannya, maka semoga artikel ini sanggup menjadi mediator hidayah bagi suami-suami ke arah yang lebih baik lagi dalam membina rumah tangga dan keluarganya. Aamiin

 

1. Suami Tidak Memenuhi Kebutuhan Biologis Isteri nya

Dalam rumah tangga danatau keluarga islami, kita sangat dianjurkan untuk sanggup saling memenuhi hasrat biologis masing-masing, baik suami maupun juga isteri. Namun terkadang seorang suami tidak menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami untuk hal-hal biologis isterinya. Suami diwajibkan tidak hanya sanggup memenuhi kebutuhan sandang dan pangan isteri saja, tapi suami juga harus bisa memenuhi kebutuhan biologis isterinya. Meski juga tak jarang terjadi sebaliknya.

Berbagai alasan dimungkinkan terjadi sehingga seorang suami melalaikan tugasnya sebagai seorang kepala rumah tangga. De beberapa kasus, seorang suami tidak memenuhi kebutuhan biologis isterinya akhir isteri yang sangat garang ketika melaksanakan korelasi biologis, atau alasan suami capek atau lelah sepulang beraktifitas seharian mencari nafkah buat keluarga, atau dengan alasan lain menyerupai adanya pihak ke tiga (wanita lain) yang sangat berpotensi merusak rumah tangga dari suami – isteri tadi.

Seorang suami yang tidak bisa menunjukkan nafkah batin (biologis) isterinya merupakan dosa oleh lantaran sepasang suami – isteri wajib untuk memenuhi hak-hak pasangannya masing-masing.

 

2. Suami Yang Malas Mencari Nafkah Untuk Keluarganya

Selain dari wajibnya suami menunjukkan nafkah batin atau memenuhi kebutuhan biologis isterinya, seorang suami juga wajib menunjukkan nafkah lahir kepada isterinya, berupa uang, daerah tinggal, pakaian dan makanan.

Dalam sebuah hadits diterangkan mengenai kewajiban seorang suami,


وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Mereka (isteri-isteri itu) berhak mendapatkan nafkah dan pakaian yang layak, yang menjadi tanggung jawab kalian (para suami).” [HR. Muslim]

Suami yang malas mencari nafkah buat keluarganya, tentunya akan menciptakan isteri dan mungkin juga anak-anaknya menjadi resah, cemas, serta khawatir tak bisa bertahan hidup. Bahkan terkadang seorang suami malah menyuruh isterinya untuk minta dukungan mertuanya (orang bau tanah isterinya) biar sanggup mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Atau tak sedikit juga telah berani berbuat nekat dengan mencuri barang dan uang milik orang lain lantaran dianggapnya itulah pekerjaan yang gampang dan tidak haris setiap hari.

Meskipun tidak banyak suami yang malas mencari nafkah, namun pada kenyataannya masih ada saja yang melakukannya.

 

3. Suami Pelit Memberi Nafkah Kepada Isteri nya

Dalam keluarga sebagaimana hadits riwayat muslim menyebutkan sebelumnya, bahwa seorang suami harus memenuhi hak-hak isterinya, termasuk salah satunya nafkah lahir.

Poin sebelumnya disebutkan bahwa suami yang malas mencari nafkah. Namun kali ini justru suami gigih dalam mencari nafkah untuk isterinya, namun suami ini sangat pelit terhadap isterinya, bahkan suami pendosa ketiga ini sangat perhitungan terhadap nafkah yang telah ia berikan kepada isterinya. Singkatnya, suami ini sangat pelit, meski ia mempunyai pekerjaan yang baik, jabatan tinggi, honor besar, namun ia tetap saja pelit terhadap isterinya.

Menurut sebuah riwayat hadits, pernah seorang perempuan mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ihwal betapa pelitnya suaminya. Wanita ini lantas bertanya, “apakah boleh mengambil harta suaminya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari?” lantaran sesungguhnya suaminya itu kaya dan mempunyai banyak uang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun lantas mengijinkannya mengambil sesuai yang ia butuhkan saja pada hari itu.

Ibnu Qudamah menegaskan, “Memberikan nafkah kepada isteri hukumnya wajib sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,


لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آَتَاهُ اللَّهُ

“Hendaklah orang yang bisa memberi nafkah berdasarkan kemampuannya. Sedangkan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya…” [QS. Ath-Thalaq: 7]
 

4. Suami Yang Berburuk Sangka Kepada Isteri nya

Terkadang ada seorang suami yang menuduh isterinya suka mengambil uang di dompet tanpa izin suaminya terlebih dahulu, meskipun sesungguhnya sang isteri tidak melaksanakan hal demikian. Bahkan di satu masalah seorang suami berburuk sangka terhadap isterinya, ia mengira bahwa isterinya telah melaksanakan perselingkuhan melalui SMS dan telepon hanya lantaran suami ini pernah melihatnya berlama-lama mendapatkan telepon atau membalas SMS dari orang yang ia sendiri tidak ketahui siapa, meskipun sesungguhnya sang isteri hanya mendapatkan telepon dari orang bau tanah atau adiknya yang sedang bercurhat ihwal keadaannya.

Parahnya lagi, ada suami yang berburuk sangka kepada isterinya soal kehormatan. Ia takut isterinya selingkuh, sementara ia tahu bahwa isterinya itu seorang yang shalihah.
Ada sebuah anekdot, seorang suami untuk memastikan isterinya tidak berselingkuh, suami ini setiap malam menggambar seekor ikan di perut isterinya, dengan kepala menghadap ke bawah. Setiap malam ia periksa apakah gambar itu masih ada atau tidak. Suatu hari, sang isteri membeli sebuah kosmetik lulur baru. Ia membersihkan seluruh penggalan tubuhnya dengan lulur itu, namun tanpa ia sadari gambar ikan itu pun terhapus. Sang isteri sangat takut dan khawatir nanti suaminya curiga yang tidak-tidak akhir kelalaiannya ini. Maka sang isteri pun menggambar kembali ikan itu di perutnya. Tapi sayangnya, ia tidak sadar ia keliru menggambar ikan terbalik, ikannya menghadap ke atas. Sang suami ketika memeriksanya pun marah, “Apa yang kamu lakukan, mengapa gambar ikannya telah berubah?”, sang isteri yang dituduh bukan-bukan tak mau kehilangan akal. “Mungkin ikan ini gak tahan baunya, jadi ia berbalik menghadap ke atas.”

Berburuk sangka memang amalan hati, namun ia bisa saja menciptakan ucapan dan perbuatannya tak terkendali sehingga menciptakan isteri galau akhir dicurigai dan selalu dianggap salah hampir dalam segala hal. Perilaku berburuk sangka ialah perbuatan yang diharamkan dalam pedoman Islam.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Al-Bukhari danImam Muslim, menyebutkan,


إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ

“Waspadalah dengan buruk sangka, lantaran buruk sangka ialah sejelek-jeleknya perkataan dusta.” [HR. Bukhari dan Muslim]

 

5. Suami Yang Mengkhianati cinta isteri nya

Di zaman millenial ini, aneka macam sarana yang tersedia yang sanggup menjadikan seorang terjerumus dalam kesesatan yang nyata. Perselingkuhan dan perzinahan misalnya, sanggup saja terjadi dalam hitungan menit dimana dan kapan saja. Media sosial ketika ini dalam genggaman tangan, sarana untuk berselancar di dunia maya sudah sedemikian gampang dan murah untuk diperoleh. Hampir setiap keluarga dan rumah tangga mempunyai sarana itu, ya, ponsel atau handphone berbasis android.

Kita tak mungkin menyalahkan para produsen hanphone tersebut. Kesalahan letaknya pada siapa yang menggunakannya. Jika ia dipakai untuk hal-hal yang positif tentu saja akan membawa keberkahan dalam keluarga dan rumah tangga. Namun jikalau ia dipakai untuk hal-hal yang negatif, menyerupai berhalo-halo ria dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, na’udzubillah, tentu itu dihentikan dalam agama islam.

Seorang suami yang ketagihan berselancar di dunia maya, bukan mustahil akan mencoba-coba jalan yang tidak halal tersebut. Akhir-akhir ini, info ihwal masalah pengkhianatan cinta semakin banyak. Mulai selingkuh, berzina, sampai yang terselubung dalam bentuk pacaran dengan perempuan yang tidak halal baginya. Suami menduakan dalam hal ini merupakan dosa yang paling meresahkan isteri dibandingkan dengan jikalau suami berzina di daerah pel4curan. Sebab menduakan bukan hanya sekedar berzina tetapi juga ada ikatan cinta dan korelasi emosional. Wajar jikalau isteri sangat murka dan tersakiti alasannya ialah ia akan merasa dikhianati oleh suaminya.

Kalimat “Suami menduakan dalam hal ini merupakan dosa yang paling meresahkan isteri dibandingkan dengan jikalau suami berzina di daerah pel4curan”, bukan berarti menghalalkan pel4curan, dan itu bukan berarti zina di mata Allah dosanya ringan. Bahkan berzina ialah dosa yang sangat besar, apalagi ditambah dengan dosa berselingkuh, tentu hitungan dosanya lebih dari itu.

Allah Subhanhau wa Ta’ala bukan hanya melarang zina tetapi juga melarang mendekati zina.


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu ialah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [QS. Al-Isra’: 32]

Demikian ulasan keluarga yang sempat kami sajikan, dan kami pesankan kepada para Suami, “jangan menciptakan isterimu galau dengan 5 dosa” di atas. 5 dosa suami yang paling meresahkan isteri. Semoga sanggup bermanfaat bagi seluruh pembaca, dan bagi mereka yang mau memberikan pengetahuan ini kepada muslim yang lain, utamanya bagi para suami, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya dan menunjukkan pahala amal Jariyyah di sisinya sebagai bekal investasinya nanti di alam abadi kelak. Aamiin.

Wallahu a’lam bishshawab

____________
Referensi : Webmuslimah.com

Label : Keluarga, Isteri, Suami, 5 Dosa Suami

Deskripsi : Dalam sebuah keluarga, terkadang ada-ada saja penyebab terjadinya kesalahfahaman di antara suami maupun isteri. Suami maupun juga isteri terkadang gampang terperosok dalam perbuatan dosa terhadap pasangannya sampai sanggup melukai hati dan menciptakan pasangannya ( suami / isteri ) menjadi resah. Ingatlah bahwa dosa terhadap pasangan, menjadikan kita durhaka kepada kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah 5 dosa suami yang menciptakan isteri resah

News Feed