oleh

Tata Surya Kita Bakal Bertabrakan Dengan Bintang Katai Oranye?

Ilustrasi angin ribut komet di Eta Corvi. Kredit: NASA/JPL-Caltech

 – Sebuah bintang katai oranye yang berasal dari luar tata surya kita berpotensi 90% masuk (atau menabrak) Awan Oort, batas terjauh Tata Surya kita, antara 240.000 sampai 470.000 tahun dari sekarang.

Dalam makalah yang dipublikasikan dalam Astronomy & Astrophysics Journal, Coryn Bailer-Jones, seorang astrofisikawan di Max Planck Institute Jerman untuk Astronomi di Heidelberg, menemukan bahwa dari 14 bintang yang tiba dalam waktu 3 tahun cahaya dari Bumi, pertemuan yang terdekat ialah dengan HIP 85605, yang kini terletak sekitar 16 tahun cahaya di konstelasi Hercules.

Menggunakan aturan Newton dan perhitungan numerik standar, Bailer-Jones menelusuri lintasan bintang belakang dan ke depan dalam waktu melalui “segmen garis lurus yang sangat singkat.”

Dia bilang beliau juga melaksanakan hal yang sama untuk Matahari. Membiarkan kesalahan pengamatan, ia sedikit berubah awal setiap bintang koordinat sekitar 10.000 kali dalam rangka membangun apa yang ia sebut “distribusi probabilitas” seberapa erat bintang-bintang benar-benar tiba atau akan tiba ke Matahari

Bintang penyusup tersebut sanggup mengancam kehidupan di Bumi dalam tiga cara dasar. Pertama, gravitasi mereka sanggup menyebabkan datangnya jutaan komet dari Awan Oort menuju Tata Surya kita.

Kedua, jikalau bintang penyusup tersebut melewati Bumi, maka sanggup menghancurkan atmosfer Bumi dengan sinar ultraviolet yang dahsyat.

Dan ketiga, bintang penyusup tesebut sanggup saja meledak menjadi nova atau supernova. Bailer-Jones menyampaikan sisa-sisa supernova sanggup menyebabkan pendinginan Bumi dalam jangka panjang alasannya produksi Nitrous Oxide (NO2) yang berlebihan di atmosfer kita.

Studi ini masih terus dipelajari tim astronom dari Max Planck Institute dan oleh Coryn Bailer-Jones sendiri.

INFO UPDATE