oleh

Stasiun Luar Angkasa Internasional Bakal Dijatuhkan Ke Samudra Pasifik

Stasiun Luar Angkasa Internasional. Kredit: NASA/ESA

 – Stasiun Luar Angkasa Internasional tidak akan selamanya mengorbit Bumi. Pada tahun 2020 (jika tidak ada penambahan misi), laboratorium pengorbit Bumi ini akan dijatuhkan ke wilayah selatan dari Samudra Pasifik.

Wilayah selatan Samudra Pasifik tersebut disebut sebagai “Pemakaman Wahana Antariksa”. Tidak ada insan yang tinggal di sana, dan tidak ada yang pernah mengunjunginya. Titik di selatan Samudra Pasifik ini dingin, gelap dan kosong. Menjadi tempat “peristirahatan terakhir” yang cocok bagi ratusan benda ruang angkasa buatan manusia.

Ada ribuan satelit dan puing-puing sampah antariksa di orbit Bumi, tetapi apa yang terjadi ketika mereka kehabisan materi bakar atau telah menuntaskan misi mereka? Pada dasarnya, satelit-satelit ini harus keluar dari orbitnya. Dengan kata lain, dijatuhkan kembali ke Bumi.

Untungnya, beberapa astronom mengetahui bagaimana mencegah sebuah adegan Armageddon terjadi apabila ISS harus dijatuhkan kembali ke Bumi. Lembaga antariksa di seluruh dunia dengan hati-hati merencanakan menyerupai apa nanti ketika ISS dijatuhkan, dan mereka bahkan telah menentukan tempat di Bumi di mana ISS dapat jatuh dengan aman, jauh dari rumah-rumah penduduk.

Titik Pemakaman Wahana Antariksa. Kredit: Wikimedia Commons

Stasiun Luar Angkasa Internasional akan dijatuhkan di 4.800 km dari lepas pantai timur Selandia Baru, 3.200 km di utara Antartika. Titik “Pemakaman Wahana Antariksa” tersebut merupakan wilayah lautan yang terisolasi, secara teknis disebut Oceanic Pole, merupakan titik di Bumi yang terjauh dari daratan.

Titik ini dipilih untuk mengurangi risiko adanya korban insan ketika puing-puing ISS masuk ke atmosfer Bumi. Karena walaupun ISS akan terbakar ketika memasuki atmosfer Bumi, pembakaran terakhir masih menyisakan struktur raksasa yang akan jatuh mencium permukaan Bumi. Itulah mengapa dipilih lokasi maut di lautan lepas.

Ini tentu akan menjadi hari yang menyedihkan ketika ISS pada hasilnya akan mati di Pasifik. Namun, proses yang disebut re-entry ini akan menjadi tontonan yang menarik di langit. Gesekan antara atmosfer dengan logam ISS akan membuatnya tampak menyerupai meteor di langit.

Jadi, selama ISS masih mengorbit Bumi, nikmatilah pemandangan ketika ia bergerak di langit atas kawasan Anda. Anda dapat mengetahui jadwalnya pada situs web Heavens-Above.

INFO UPDATE