oleh

Selamatkan Dunia? Ayo Makan Serangga!

Selamatkan Dunia? Ayo Makan Serangga! Serangga bisa menjadi sumber protein yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

(www.moolf.com)

Tak diragukan lagi, bahwa serangga mengandung protein yang tinggi. Tak heran kalau semenjak usang sudah banyak anutan untuk memanfaatkan serangga sebagai ‘kudapan’ yang menyehatkan.
Baru-baru ini, para peneliti dari Wageningen University Belanda, menegaskan kembali hal itu dengan hasil terbaru dari studi mereka.

Memang mengakibatkan serangga sebagai kuliner mungkin masih menjijikkan bagi sebagian besar orang. Namun, di beberapa tempat, menyerupai contohnya di Afrika pecahan selatan, ulat Mopani, yaitu snack yang cukup populer.

Orang Jepang juga sudah semenjak usang mengkonsumsi larva serangga air, sementara orang Meksiko juga sudah sering mengakibatkan belalang sebagai makanan. Sayangnya tradisi ini tidak cukup terkenal di kebudayaan modern.

Padahal, berdasarkan hasil riset tim Wageningen University, serangga menyumbang jejak gas rumah beling yang lebih banyak alasannya yaitu memproduksi lebih sedikit methan, nitrous oxide, dan ammonia, daripada daging sapi atau babi.


“Ini menunjukan bahwa hipotesis bahwa serangga bisa menjadi sumber protein yang lebih efisien, dan aku sangat yakin akan ada serangga yang sanggup dimakan, di masa depan,” kata Dennis Oonincx, dari Wageningen University.

Padahal, Food and Agriculture Organization (FAO) menyalahkan sektor pangan sebagai penyumbang emisi gas rumah beling yang cukup besar, yakni sekitar 9 persen dari emisi karbon dioksida. Salah satu yang terbesar, yaitu dari penggunaan lahan (37 persen dari methan dan 65 persen emisi nitrous oxide).

Oleh karenanya, mereka berkesimpulan bahwa konsumsi serangga bisa menjadi solusi yang sempurna untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yakni bisa mereduksi sampai 30 persen pada produksi pangan, berkat penurunan dari konsumsi daging. Tak hanya itu, ini juga berarti akan ada pengurangan kematian tiba-tiba akhir penyakit jantung.(sj)

INFO UPDATE