oleh

Rasulullah Pingsan Ketika Mengetahui Siapa Penghuni Neraka Ketujuh

sumber : http://www.langitallah.com – Rasulullah Pingsan Saat Mengetahui Siapa Penghuni Neraka Ketujuh


Rasulullah Pingsan Saat Mengetahui Siapa Penghuni Neraka Ketujuh


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Rasulullah Pingsan Saat Mengetahui Siapa Penghuni Neraka Ketujuh [Langitallah.com] Sebuah dongeng dengan riwayat yang panjang menyebutkan malaikat Jibril tiba kehadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu yang tak biasa dengan raut wajah yang agak berbeda dan tak biasanya.

Melihat kedatangan Jibril yang tak menyerupai biasanya itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Jibril :

“Mengapa saya melihat kau berubah muka (wajah)?”, Jibril menjawab : “Yaa Muhammad, saya tiba kepadamu di ketika Allah menyuruh semoga dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa kondusif daripadanya”.

Kemudian Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :
“Yaa Jibril, jelaskan padaku sifat (neraka) Jahannam”.

Lalu Jibril menjawab : “Ketika Allah menimbulkan (neraka) Jahanam, maka (ia) dinyalakan selama 1000 tahun sehingga (api jahannam berwarna) merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga (api jahannam berwarna) putih, kemudian 1000 tahun sehingga (api jahannam berwarna) hitam, kemudian menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya”.

“Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum pasti akan sanggup memperabukan semua penduduk dunia alasannya yakni panasnya. Demi Allah, andaikan satu baju andal neraka itu digantung di antara langit dan bumi pasti akan mati penduduk bumi alasannya yakni panas dan basinya”.

“Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas (sebuah) bukit, pasti akan cair hingga ke bawah bumi yg ketujuh”.

“Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, pasti akan terbakar orang-orang yang di ujung timur alasannya yakni sangat panasnya. (Neraka) Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya (dari) besi dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya yakni potongan-potongan api”.

“Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali (lebih panas) dari pintu yg lain”.

Perkataan dan klarifikasi Malaikat Jibril kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini sesuai dengan sebuah Hadist Qudsi yang artinya :

“Bagaimana kau masih boleh melaksanakan maksiat sedangkan kau tak sanggup bertahan dengan panasnya terik matahari-KU. Tahukah kau bahwa neraka jahannam-KU itu: memiliki 7 tingkat?.
Setiap tingkat memiliki 70.000 daerah. Setiap tempat memiliki 70.000 kampung. Setiap kampung memiliki 70.000 rumah. Setiap rumah memiliki 70.000 bilik (kamar). Setiap bilik memiliki 70.000 kotak. Setiap kotak memiliki 70.000 batang pokok zaqqum.
Di bawah setiap pokok zaqqum memiliki 70.000 ekor ular. Di dalam lisan setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat.
Api yang ada kini ini, yang dipakai bani Adam untuk memperabukan hanyalah 1/70 (bagian) dari api neraka jahannam”
[HR. Bukhari dan Muslim].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al Qur’an :

“Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan bunyi nyalanya”. [QS. Al-Furqaan: 12].

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman di dalam Surah Al Mulk :

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar bunyi neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,”. [QS. Al-Mulk: 7]

“hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah karena marah. Setiap kali dilempar ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka : ‘Apakah belum pernah tiba kepadamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?’ “. [QS. Al-Mulk : 8]

Keadaan neraka Jahannam telah difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Surah Al Waaqi’ah :

“Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan”. [QS. Al-Waaqi’ah: 42-44]

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta malaikat Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut. Dan Jibril pun menjelaskannya,

“Pintu pertama dinamakan Hawiyah (secara harfiyah berarti: jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir. Pintu kedua dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin. Pintu ketiga dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shabiin atau penyembah api. Pintu keempat dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya. Pintu kelima dinamakan Huthamah (artinya: menghancurkan hingga berkeping-keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi. Pintu keenam dinamakan Sa’ir (secara harfiyah berarti: api yang menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir”.

Jibril berhenti menjelaskan pintu selanjutnya. Kemudian Rasulullah bertanya kepadanya :
“Bagaimana dengan pintu ketujuh?”

Sejenak malaikat Jibril menyerupai ragu untuk memberikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh. Akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendesaknya sehingga jadinya Malaikat Jibril pun (harus) mengatakan,

“Pintu ketujuh diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat”.

Mendengar klarifikasi yang mengagetkan itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun eksklusif pingsan, Malaikat Jibril kemudian meletakkan kepala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di pangkuannya sehingga sadar kembali.

Lalu ia bersabda : “Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umatku yang akan masuk ke dalam neraka?”. Jibril menjawabnya: “Ya, yaitu orang-orang yang berdosa besar dari umatmu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menangis, Jibril pun ikut menangis. Kemudian Nabi eksklusif masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk mengerjakan shalat. Setelah insiden itu, ia tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika shalat ia pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan.

Wallahu a’lam bishshawab

“Ya Rabbi..
Ampunilah segala Dosa-dosaku,
Aku tidak pantas berada di Surga-MU,tapi saya juga tidak akan berpengaruh mencicipi Dahsyat dan panasnya Api Neraka-MU..”

Sahabat Langitallah.com, mari kita mentadabburi diri masing-masing sebelum beranjak menilai orang lain. Fokuslah terhadap keselamatan diri kita dan keluarga kita di hari final zaman nanti. Sebab, kita tidak akan pernah tau pasti dimana tempat kita kelak. Sahabat, seringan-ringannya Dosa yang kita perbuat selam di dunia ini, pastilah kita akan menghampiri Neraka. Maka biasakanlah lisan kita untuk memohon ampunanNYA, biasakanlah lisan kita untuk ber-istighfar… “Astaghfirullah al’adziim…”

“Ya Rabb, jauhkanlah kami semua dari Fitnah hidup dan Mati, jauhkan kami dari siksa Kubur, Haramkanlah Neraka atas Jasad kami dan juga jasad kedua orang renta kami. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon Ampunan”

Sahabat, jangan pesimis, jangan putus asa. Dan hendaklah seorang muslim itu bersemangat dalam mengisi hari-harinya dengan hal yang bermanfaat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Semangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, dan minta tolonglah kepada Allah dan jangan engkau bersikap lemah.” [HR. Muslim].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits Qudsi:

“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu ibadah yang lebih Aku cintai dari pada yang telah Aku wajibkan. Dan senantiasa hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya”. [HR. Al-Bukhari].

Semoga bermanfaat.
__________________
Referensi : Al Qur’an, Hadits, serta pada thalibmabar .online

Label : Rasulullah, Jibril, Neraka, Neraka Jahannam, Rasulullah Pingsan Saat Mengetahui Siapa Penghuni Neraka Ketujuh, Rasulullah Menangis

Deskripsi : Melihat kedatangan Jibril, Rasulullah pun bertanya : “Mengapa saya melihat kau berubah muka (wajah)?”, Jibril menjawab : “Yaa Muhammad, saya tiba kepadamu di ketika Allah menyuruh semoga dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa kondusif daripadanya”.

News Feed