oleh

Perbanyak Doa Di Waktu Mustajab Hari Jum’at

ilustrasi : hadits keutamaan doa di hari jum’at

 

Perbanyak Doa Di Waktu Mustajab Hari Jum’at


Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Perbanyak Doa Di Waktu Mustajab Hari Jum’at
Bagi sebagian besar orang menganggap hari Jum’at merupakan hari yang sangat singkat atau mempunyai waktu yang pendek di banding dengan hari-hari lainnya dalam sepekan. Namun bagi umat muslim, hari Jum’at ialah hari yang paling istimewa lantaran di dalamnya mempunyai berbagai keutamaan bagi yang melaksanakan amal baik.

Saking dipandang baiknya, seorang muslim yang meninggal bertepatan pada hari Jum’at seringkali di sebut-sebut sebagai muslim yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah, wallahu a’lam, namun Insya Allah pada kesempatan lain akan kita sertakan dalil-dalil yang menyebutkan perihal kebaikan bagi muslim yang meninggal pada hari jum’at.

Terlepas dari keyakinan di atas, hari Jum’at juga merupakan hari yang mempunyai waktu-waktu mustajab bagi seorang muslim untuk memanjatkan doa-doanya yang dikala ia berdoa maka akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebuah hadits yang diriwayatkan dari sobat Nabi, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan perihal keutamaan memperbanyak doa di waktu-waktu mustajab pada hari Jum’at. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ


“Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia bangun melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.”  [HR. Imam Al-Bukhari 935, Imam Muslim 2006, Imam Ahmad 10574 dan yang lainnya].

Dari hadits tersebut di atas merupakan kabar besar hati bagi seorang muslim. Bagaimana tidak, dalam setiap pekan Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan peluang bagi hamba-Nya untuk memanjatkan doa yang seketika itu juga Allah kabulkan. Dan oleh lantaran begitu sayangnya kepada hamba-Nya, Allah subhanahu wa Ta’ala telah membuka ruang rahmat pada waktu malam di setiap harinya bagi hamba-hamba-Nya yang mendirikan shalat sunnah tahajjud, yang juga mempunyai keutamaan kurang lebih sama dengan hari Jum’at.

Namun dalam hadits di atas masih menyimpan sebuah pertanyaan perihal kapan waktu (mustajab) yang dimaksudkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari jum’at itu?, sementara rentang waktu pada setiap hari itu terdapat 24 jam yang belum diketahui apakah waktu yang dimaksud ialah malam hari atau di pagi harinya.
 

Waktu Mustajabnya Doa di Hari Jum’at


Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad di atas menyebutkan bahwa waktu mustajab itu jatuh pada hari Jum’at, namun tidak menyebutkan batasan, kapan tepatnya waktu mustajabnya doa itu terjadi.

Para Ulama mempunyai beberapa pendapat perihal waktu mustajabnya doa pada hari jum’at tersebut. Namun dalam kesempatan ini tidak akan disebutkan semua pendapat para ulama perihal keutamaan waktu mustajabnya doa di hari jum’at.

Ada 2 (dua) pendapat ulama yang dianggap lebih besar lengan berkuasa perihal waktu mustajabnya doa pada hari jum’at [Fathul Baari, 11/199]

 

1. Di antara Duduknya Imam Sampai Selesainya Shalat Jum’at
 
Pendapat yang pertama ini menyandarkan dalilnya pada beberapa riwayat berikut,

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari. Ia berkata, “Abdullah bin  Umar bertanya padaku, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyebut suatu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai waktu mustajabnya doa di hari Jum’at?” Abu Burdah menjawab, “Iya betul, saya pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ


“Waktu tersebut ialah antara imam duduk dikala khutbah sampai imam menunaikan shalat Jum’at.” [HR. Muslim 2012 dan Abu Daud 1051]

Dan dalam riwayat yang lain juga disebutkan bahwa,

Dari Amr bin Auf al-Muzanni radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يَسْأَلُ اللَّهَ الْعَبْدُ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهُ ) !قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيَّةُ سَاعَةٍ هِيَ ؟ قَالَ : ( حِينَ تُقَامُ الصَّلَاةُ إِلَى الِانْصِرَافِ مِنْهَا )


“Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat satu waktu, jikalau para hamba memohon kepada Allah, pasti akan dikabulkan oleh Allah.”
Para sobat bertanya, ‘Ya Rasulullah, waktu kapankah itu?’
Jawab beliau, “Ketika shalat dimulai sampai final shalat.”

[HR. Turmudzi 490, Ibnu Majah 1138, namun dinilai sebagai hadits dhaif oleh al-Albani dan Syuaib al-Arnauth]


2. Setelah Shalat Ashar
 
Pendapat yang menyebutkan bahwa waktu yang dimaksudkan pada hadits tersebut ialah sehabis shalat ashar merupakan pendapat dari Abdullah bin Sallam, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Imam Ahmad dan beberapa ulama lainnya.

Pendapat ini didukung oleh beberapa hadits, yaitu

Hadits dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ


“Di hari Jum’at terdapat suatu waktu, dimana jikalau ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. (Waktu itu ialah sehabis ashar).” [HR. Ahmad no.7631, dinilai Shahih oleh Syuaib al-Arnauth]


Hadits dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً ، لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ


“Pada hari Jum’at ada 12 jam. (Diantaranya ada satu waktu, apabila ada seorang muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, pasti akan Allah berikan. Carilah waktu itu di penghujung hari sehabis ashar.” [HR. Abu Daud no.1048, Nasai no.1389 dan dishahihkan oleh Al-Albani].


Hadits dari Abdullah bin Sallam Radhiyallahu ‘anhu, dia pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kami menjumpai dalam kitabullah, bahwa di hari Jum’at ada satu waktu, apabila ada seorang hamba beriman melaksanakan shalat bertepatan dengan waktu tersebut, kemudian memohon kepada Allah, maka Allah akan penuhi permohonannya.”
Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat kepadaku, ‘Itu hanya sebentar?’
‘Anda benar, hanya sebentar.’ Jawab Abdullah bin Sallam.
Lalu Abdullah bertanya, ‘Kapan waktu itu?’
Jawab beliau,


هِيَ آخِرُ سَاعَاتِ النَّهَارِ

“Itu ialah waktu di penhujung hari.”
‘Bukankah itu waktu larangan shalat?’
Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,


بَلَى ، إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا صَلَّى ثُمَّ جَلَسَ لَا يَحْبِسُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ ، فَهُوَ فِي الصَّلَاةِ

“Benar, namun dikala seorang hamba melaksanakan shalat (di awal ashar), kemudian dia duduk menunggu shalat berikutnya, dia terhitung sedang melaksanakan shalat.” [HR. Ibnu Majah no.1139].

Wallahu a’lam bishshawab

Demikian ulasan perihal “Doa Di Waktu Mustajab Hari Jum’at”, supaya membuahkan manfaat bagi para pembaca sekalian dan sanggup mengamalkannya dalam rangka memperkokoh dan meningkatkan kepercayaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Label : Doa, Dzikir, Jum’at, Doa Mustajab
Deskripsi : Hari Jum’at mempunyai waktu-waktu dimana dikala seorang muslim berdoa maka akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang manakah waktu yang dimaksud oleh Rasulullah? Baca selengkapnya “Perbanyak Doa Di Waktu Mustajab Hari Jum’at”

INFO UPDATE