Home Pelajaran Pengertian Tokoh Dan Penokohan Cerita

Pengertian Tokoh Dan Penokohan Cerita

0
64

Tokoh merupakan pelaku yang mengemban insiden dalam dongeng fiksi sehingga insiden itu bisa menjalin cerita, atau tokoh ialah pelaku dalam karya sastra. Sedangkan Penokohan yaitu cara pengarang menggambarkan atau melukiskan tokoh dalam dongeng yang ditulisnya.

Tokoh merupakan pelaku yang mengemban insiden dalam dongeng fiksi sehingga insiden itu  Pengertian Tokoh dan Penokohan Cerita


Apa yang dimaksud dengan Tokoh dan Penokohan dalam karya Sastra ?

Terdapat beberapa istilah yang sering dipergunakan dalam pembicaraan tokoh dalam sebuah fiksi, ibarat tokoh dan penokohan, tabiat dan perwatakan atau abjad dan karakterisasi secara bergantian dengan menunjuk pengertian yang hampir sama.

Ada istilah yang pengertiannya menyaran pada tokoh cerita, dan pada teknik pengembangannya dalam sebuah cerita. Teori pengertian tokoh dijabarkan melalui 3 cara pengungkapan tokoh utama (Saad via Esten, 1984):

Tokoh mana yang paling banyak bekerjasama dengan tema atau pokok masalah;
Tokoh mana yang paling banyak bekerjasama dengan tokoh-tokoh lain;
Tokoh mana yang paling banyak memilih waktu penceritaan;
“Tokoh, khususnya tokoh utama, berada pada pusat perhatian pembaca. Perilaku dan nasib mereka (setidaknya terdapat pada bacaan pertama) mendapat perhatian terbesar. Istilah tokoh dipakai dalam teks naratif di samping insan juga semua makhluk mempunyai kesadaran ibarat insan (cerita binatang, benda-benda yang sanggup berbicara dalam dongeng)”.

Tokoh berfungsi sebagai pencetus cerita, oleh alasannya yaitu itu ia yaitu individu rekaan yang dikenai atau yang mengalami aneka macam insiden (Sudjiman, 1991). Oleh alasannya yaitu tokoh yaitu elemen struktural fiksi yang melahirkan peristiwa. Ditinjau dari segi keterlibatannya dalam keseluruhan cerita, tokoh fiksi dibedakan menjadi dua, yakni tokoh sentral atau tokoh utama (tokoh yang mengambil bab terbesar dalam insiden dalam cerita) dan tokoh peripheral atau tokoh embel-embel (bawahan). Hadirnya tokoh embel-embel dibutuhkan semoga insiden atau perbuatan yang dialami tokoh utama menjadi hidup (Sayuti, 2000).

Tokoh dongeng (character), yaitu orang (-orang) yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan mempunyai kualitas susila dan kecenderungan tertentu ibarat yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Menurut pengertian yang telah dikemukakan oleh Abrams, istilah “tokoh” menunjuk pada orangnya, pelaku cerita, contohnya sebagai jawab terhadap pertanyaan : “siapakah tokoh utama dalam roman tersebut?”, atau “ada berapa orang jumlah pelaku dalam roman tersebut?” (Abrams, 1981).

Watak, perwatakan, dan abjad menunjuk pada sifat dan perilaku para tokoh ibarat yang ditafsirkan oleh pembaca, lebih menunjuk pada kualitas langsung seorang tokoh. Penokohan dan karakterisasi-karakterisasi sering juga disamakan artinya dengan abjad dan perwatakan menunjuk pada penempatan tokoh-tokoh tertentu dengan tabiat (-watak) tertentu dalam sebuah cerita. Cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku disebut penokohan (Aminuddin, 1995). Penokohan yaitu pelukisan citra yang terang wacana seseorang yang ditampilkan dalam sebuah dongeng (Jones 1968). Sementara itu penokohan yang paling sederhana yaitu derma nama. Setiap “sebutan” yaitu sejenis cara memberi kepribadian, menghidupkan (Wellek dan Warren, 1995).

Demikian artikel Pengertian Tokoh dan Penokohan Cerita semoga bisa bermanfaat.

Sumber: dictio.id