oleh

Mengenal Proses Pembentukan Lubang Hitam

Ilustrasi lubang hitam dalam film Interstellar (2014). Kredit: Warner Bros

 – Lubang hitam telah usang menjadi objek semesta yang mencuri perhatian banyak astronom. Ia merupakan sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar pula. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apapun lolos darinya. Lalu, bagaimana objek seeksotis ini terbentuk?

Lubang hitam terbentuk dikala suatu objek bermassa besar (sekitar 20-100 kali massa Matahari) tidak sanggup bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Objek-objek besar ini merupakan sebuah bintang, yang sehabis meledak dalam supernova, gaya gravitasinya menarik lapisan-lapisan luar bintang itu untuk ikut meluruh ke arah inti.

Dalam kala kehidupan bintang normal, ada sebuah gaya gravitasi yang menarik dan tekanan yang mendorong keluar pada badan sebuah bintang. Reaksi nuklir di inti bintang menghasilkan cukup energi untuk menahan tekanan yang mendorong keluar tersebut.

Namun, dikala bintang masif kehabisan materi bakar nuklir, seluruh materi dalam inti bintang akan terkompresi menjadi sangat padat. Semakin besar inti sebuah bintang, semakin besar gaya gravitasi yang memadatkan materi, bintang akan runtuh dalam gravitasinya sendiri.

Setelah runtuh dalam gravitasinya sendiri, bintang masif ini akan meledak sebagai supernova. Seluruh materi dalam isi perut bintang akan menyebar, tumpah ruah, sementara inti bintangnya akan benar-benar runtuh sebab gravitasinya sendiri.

Jika inti yang tersisa sehabis supernova masih berukuran besar (lebih dari 2,5 kali massa Matahari), inti bintang tersebut akan menjadi sebuah lubang hitam. Inti bintang yang menjadi lubang hitam ini akan mempunyai volume sama dengan nol, yang mempunyai kepadatan yang tak terbatas. Inilah yang disebut singularitas.

Pada prinsipnya, lubang hitam mempunyai massa yang berbeda-beda. Lubang hitam yang terbentuk melalui janjkematian bintang-bintang sedikitnya mempunyai massa dua kali lebih besar daripada massa Matahari kita, tetapi kerapatannya sanggup semiliar kali lebih padat daripada Matahari kita.

Tidak menyerupai benda-benda pada umumnya, menyerupai bebatuan, yang secara garang mempunyai ukuran proporsional dengan akar persegi massa, lubang-lubang hitam mempunyai proporsi radial terhadap massanya.

Lubang hitam bukanlah lubang dalam artian sebenarnya, ia disebut lubang sebab seolah apapun yang ada di dekatnya akan “jatuh” ke dalam lubang, sementara disebut “hitam” sebab ia menyerap apapun yang berada disekitarnya dan tidak sanggup kembali lagi, bahkan cahaya.

INFO UPDATE