oleh

Mengenal Matahari, Bintang Terdekat Bumi Kita

Matahari. Kredit: NASA/ESA/SOHO

– Tahukah Anda bila Matahari ialah bintang terdekat planet Bumi kita? Ya, Matahari adalah bintang yang bentuknya nyaris bundar tepat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Seluruh planet dan asteroid di Tata Surya berputar mengelilinginya lantaran tarikan gravitasi Matahari yang besar. Mari kenali Matahari lebih jauh.

Diameter Matahari diperkirakan sekitar 1.392.000 km, atau kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×10^30 kilogram (20 dengan diikuti 30 angka 0), atau 330.000 kali massa Bumi, mewakili kurang lebih 99,86% massa total Tata Surya kita. Sampai di sini, tentu sudah dapat dibayangkan betapa besarnya Matahari kita.

Secara kimiawi, sekitar tiga perempat massa Matahari terdiri dari hidrogen, sedangkan sisanya didominasi helium. Sisa massa tersebut (1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi) terdiri dari elemen-elemen berat ibarat oksigen, karbon, neon, besi, dan lain-lain.

Struktur dan lapisan Matahari terdiri dari inti yang berdiameter sekitar 280.000 kilometer. Energi yang dihasilkan inti Matahari setara dengan 90 juta miliar ton TNT. Ada juga lapisan zona radiasi, zona konveksi, fotosfer, kromosfer dan korona atau atmosfer terluar Matahari yang meluas ke angkasa sejauh beberapa juta kilometer.

Pada Matahari juga ada pecahan berjulukan bintik Matahari atau sunspot, bintik hitam ini merupakan pecahan Matahari yang mempunyai suhu lebih rendah dari area di sekitarnya. Sunspot dapat terbentuk disebabkan oleh interaksi magnetik.

Selain sunspot juga ada yang namanya angin Matahari (solar wind). Kata “Angin” di sini bukan dalam artian sebenarnya, melainkan hembusan partikel-partikel bermuatan, terutama terdiri dari proton dan elektron dengan sedikit ion berat, yang diletupkan dari korona Matahari dengan kecepatan mencapai 400 kilometer per detik.

Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang kemudian jawaban peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Sebagian besar bahan berkumpul di tengah, sementara sisanya memimpih menjadi cakram beredar yang kelak menjadi Tata Surya. Massa pusatnya semakin panas dan padat dan balasannya memulai fusi termonuklir di intinya.

Diduga bahwa hampir semua bintang lain terbentuk dengan proses serupa. Klasifikasi bintang Matahari, menurut kelas spektrumnya, adalah bintang deret utama G (G2V) dan sering digolongkan sebagai katai kuning karena radiasi sepertinya lebih intens dalam porsispektrum kuning-merah. Meski warnanya putih, dari permukaan Bumi Matahari tampak kuning dikarenakanpembauran cahaya biru di atmosfer.

Menurut label kelas spektrum, G2 menandakan suhu permukaannya sekitar 5778 K (5505 °C) dan V menunjukan bahwa Matahari, layaknya bintang-bintang lain, merupakan bintang deret utama, sehingga energinya diciptakan oleh fusi nuklir nukleus hidrogen ke dalam helium. Di intinya, Matahari memfusi 620 juta ton metrik hidrogen setiap detik.

Dulu, Matahari dipandang para astronom sebagai bintang kecil dan tidak penting. Sekarang, Matahari dianggap lebih terperinci daripada sekitar 85% bintang di galaksi Bima Sakti yang didominasi katai merah. Magnitudo absolut Matahari ialah +4,83. Akan tetapi, sebagai bintang yang paling akrab dengan Bumi, Matahari ialah benda tercerah di langit dengan magnitudo tampak −26,74.

Korona Matahari yang panas terus meluas di luar angkasa dan menciptakan angin Matahari, yaitu arus partikel bermuatan yang bergerak hingga heliopause sekitar 100 AU. Gelembung di medium antarbintang yang terbentuk oleh angin Matahari, heliosfer, ialah struktur bersambung terbesar di Tata Surya.

Selama miliaran tahun, Matahari menyinari Bumi sehingga tumbuhan dapat memanfaatkannya sebagai sumber energi untuk kehidupan. Hewan herbivora memakan tumbuhan, karnivora memakan herbivora, dan dengan cara ini Matahari menjadi sangat penting bagi Bumi lantaran menawarkan kehidupan di Bumi—termasuk pada kita, manusia.

INFO UPDATE