Mengamati Transit Io Di Depan Wajah Jupiter

0
15
Ilustrasi. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

 – Punya teleskop? Pada 6-7 April 2017 ini, kita berkesempatan untuk melihat Io (salah satu satelit alami Jupiter) yang melaksanakan transit di depan wajah Jupiter dalam pandangan dari Bumi. Jam berapa tepatnya? Simak uraian di bawah ini.

Dalam astronomi, transit yaitu fenomena di mana setidaknya satu benda angkasa muncul dan bergerak di depan wajah benda angkasa lain. Kata “transit” mengacu pada objek lebih erat (dari Bumi) tampak jauh lebih kecil daripada objek yang lebih jauh.

Salah satu pola transit yaitu transit Venus terhadap Matahari yang terjadi pada tahun 2012 silam. Dan dalam masalah ini, yang melaksanakan transit yaitu Io. Io sendiri yaitu satelit terdalam di antara empat satelit-satelit Galilean yang mengelilingi planet Jupiter. Dengan diameter sebesar 3.642 kilometer, Io merupakan satelit terbesar keempat di Tata Surya.

Io membutuhkan waktu 42,5 jam untuk menuntaskan satu kali orbitnya dengan Jypiter (cukup cepat sehingga pergerakannya sanggup diamati dalam satu malam Bumi). Io berada dalam resonansi orbit 2:1 dengan Europa dan 4:1 dengan Ganimede, yang berarti Io menuntaskan dua orbit setiap kali Europa menuntaskan satu orbit, dan menuntaskan empat orbit setiap kali Ganimede menuntaskan satu orbit.

Resonansi ini membantu mempertahankan eksentrisitas orbit Io (0,0041), yang menjadikan pemanasan pasang surut yang memicu acara geologi di Io. Tanpa eksentrisitas paksa ini, orbit Io akan melingkar jawaban disipasi pasang surut, dan kesudahannya Io akan menjadi objek yang kurang aktif secara geologis.

Seperti satelit-satelit Galilean lainnya dan Bulan, Io berada pada rotasi sinkron dengan Jupiter, sehingga salah satu permukaan selalu menghadap planet Jupiter. Sinkronitas ini memilih sistem garis bujur di Io. Meridian utama Io bersilangan dengan khatulistiwa di titik subjupiter.

Mengamati Transit Io

Perlu dicatat bahwa pengamatan transit Io ini butuh teleskop. Jarak Jupiter yang jauh dari Bumi (sekitar 665 juta km) menciptakan kenampakannya hanya bagaikan bintang kuning jelas jika diamati dengan mata telanjang. Logikanya, jika Jupiternya saja hanya tampak bagai titik bintang, bagaimana dengan Io yang jauuuuuuh lebih kecil dari Jupiter?

Bila Anda sudah punya teleskop, selamat, ini kesempatan menarik dan langka untuk melihat transit Io. Anda sanggup mulai melihat transit Io pukul 23.30 WIB tanggal 6 April 2017. Saat itu, Io akan berada di sisi kiri Jupiter dalam pandangan teleskop kita di Bumi:

Permulaan transit Io. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Io akan menciptakan bayangan gelap pada atmosfer Jupiter sehingga kita sanggup menemukan keberadaannya walaupun Jupiter akan sangat jelas dalam pandangan teleskop.

Selanjutnya, Io akan berus begerak ke arah kanan dalam pandangan kita dan akan mencapai puncak transit sekitar pukul 00.30 WIB tanggal 7 April 2017. Posisi Io akan berpindah ke tengah ibarat pada ilustrasi di bawah ini:

Puncak transit Io. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Puncak transit ini tidak akan bertahan usang mengingat gerak revolusi Io terhadap Jupiter yang cepat. Kita akan melihat Io bergerak perlahan ke arah kanan dalam pandangan teleskop sampai pukul 01.43 WIB.

Dengan begitu, ibarat inilah citra transit Io yang akan terjadi pada 6-7 April 2017 mendatang:

Pergerakan transit Io 6-7 April 2017. Kredit: Stellarium, dianimasikan oleh InfoAstronomy.org

Transit Io akan berlangsung selama 2 jam 13 menit. Transit dimulai ketika posisi Jupiter berada pada ketinggian 79 derajat dari cakrawala timur dan berlangsung sampai Jupiter berada pada ketinggian 64 derajat dari cakrawala barat.

Peristiwa ini sanggup diamati di seluruh Indonesia selama cuaca cerah. Tak hanya Io yang nantinya sanggup kita amati melalui teleskop, melainkan juga satelit-satelit alami besar lainnya milik Jupiter ibarat Ganimede, Europa, dan Kalisto.

Waspada hoax, insiden transit Io tidak akan berdampak apapun terhadap Bumi. Planet kita akan baik-baik saja dan justru inilah ketika terbaik untuk mengamati Jupiter beserta satelit-satelit alaminya. Selamat observasi!


Sumber: http://www.shallowsky.com/jupiter/