oleh

Mana Lebih Laku, Lcgc Murah Atau Mahal?

 Daihatsu Ayla. Foto: Dina Rayanti

Jakarta – Meski menjadi salah satu pertimbangan seseorang sebelum membeli mobil, harga jual murah tak menjamin kendaraan beroda empat tersebut dapat laku bagus di pasaran.

Sebagai referensi kendaraan beroda empat murah yang termasuk dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC). Tidak semua kendaraan beroda empat LCGC mempunyai banderol harga sama. Harga kendaraan beroda empat diadaptasi dengan fitur dan teknologi yang tersemat di dalamnya. Tak lupa penentuan harga LCGC juga mengikuti hukum pemerintah.


Oleh alasannya ialah itu kendaraan beroda empat ada yang dijual murah namun banyak juga yang dibanderol dengan harga cukup tinggi. Dalam data distribusi wholesales (dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kendaraan beroda empat LCGC dengan harga murah tidak terlalu diminati.

Buktinya, kendaraan beroda empat LCGC termurah dengan banderol harga Rp 95,65 juta itu sepanjang bulan September hanya terjual sebanyak 13 unit. Fitur LCGC termurah ini memang minim, tak heran jika harga jualnya murah.

Berbeda halnya dengan LCGC berpredikat mahal lantaran harganya tembus Rp 150 juta. Seperti Agya TRD 1.2 A/T laku sebanyak 630 unit, Toyota Calya G 1.2 A/T 1.084 unit, dan Daihatsu Sigra tipe R 1.2 A/T sebanyak 335 unit.


Program kendaraan beroda empat LCGC ini memang diikuti para produsen mobil. Ada Toyota, Honda, Suzuki, Datsun, Daihatsu ikut nymeplung dalam jadwal tersebut. Namun ada syaratnya termasuk soal harga.

Tertulis dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 wacana Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Harga jual kendaraan beroda empat LCGC paling tinggi sebesar Rp 95 juta. Namun harga memang boleh di atas batas tersebut lantaran pertimbangan tertentu menyerupai inflasi, nilai tukar, dan juga teknologi di dalam mobil.

News Feed