oleh

Laporan Cuaca Dari Planet Proxima B

Ilustrasi planet Proxima b. Kredit: ESO/M. Kornmesser

 – Proxima Centauri, bintang terdekat dengan Tata Surya kita (berjarak “hanya” 4,28 tahun cahaya) semakin banyak menerima perhatian ketika ini. Ia menjadi rumah sebuah planet abnormal yang dinamai Proxima Centauri b atau Proxima b saja yang massanya sekitar 1,3 massa Bumi.

Tak hanya itu, Proxima b juga mengorbit bintang Proxima Centauri di zona laik huni, sehingga memungkinkan adanya air dalam bentuk cair untuk eksis di permukaannya. Proxima Centauri sendiri yaitu bintang kerdil kelas-M dengan massa hanya sekitar sepersepuluh massa Matahari dan luminositas sekitar satu-seperseribu dari luminositas Matahari.

Dengan begitu, diketahui bahwa Proxima Centauri merupakan bintang yang redup, sehingga zona laik huninya yaitu dua puluh kali lebih bersahabat daripada jarak antara Bumi ke Matahari. Saking dekatnya planet Proxima b ke bintang Proxima Centauri, hal tersebut menciptakan sang planet hanya butuh 11,3 hari untuk sekali berevolusi.

Sekadar informasi, bintang kerdil kelas-M yaitu jenis bintang yang paling melimpah populasinya di alam semesta. Dengan jari-jari bintang kerdil yang kecil, mereka menjadi sasaran yang relatif gampang untuk berburu planet abnormal dengan metode transit, yakni ketika sang planet merlintas di depan wajah bintang inangnya.

Seperti Apa Cuaca di Proxima b?

Perkiraan statistik baru-baru ini telah menyimpulkan bahwa setengah dari bintang kerdil kelas-M mungkin menjadi tuan rumah sebuah planet ekstrasurya yang mempunyai diameter antara 0,5 hingga 1,4 jari-jari Bumi yang juga mengorbit di zona laik huni.

Namun, walaupun berada di zona laik huni, sebuah planet yang mengorbit bintang kerdil kelas-M sanggup terkena dampak atau ancaman tertentu. Sebagian besar bintang kerdil kelas-M mengeluarkan radiasi yang jauh lebih banyak daripada radiasi yang diproduksi bintang menyerupai Matahari.

Radiasi tersebut bervariasi dari dalam bentuk UV, UV ekstrem, dan sinar-X. Radiasi ini sanggup mengenai atmosfer sebuah planet yang mengorbitnya, terutama ketika planet tersebut berada di zona laik huni terdalam.

Hal inilah yang menciptakan para astronom bertanya-tanya apakah planet menyerupai Proxima b sanggup mempertahankan atmosfernya atau tidak mengingat bintang Proxima Centauri merupakan bintang kerdil kelas-M.

Selain dari radiasi, ancaman lain yang ditimbulkan oleh bintang kerdil kelas-M yaitu acara magnetik bintangnya, yang tidak hanya memproduksi radiasi korosif, tetapi juga mendorong angin bintang dan partikel bermuatan dari inti bintang untuk menghancurkan atmosfer planet yang mengorbitnya sehingga menurunkan potensi kelaikhunian.

Cecilia Garraffo, Jeremy Drake, dan Ofer Cohen dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics baru-baru ini telah memulai acara untuk melaksanakan simulasi angin bintang dan medan magnet untuk bintang Proxima Centauri terhadap planet Proxima b.

Mereka menemukan bahwa tekanan dari angin bintang Proxima Centauri terhadap planet Proxima b yaitu sekitar seribu hingga sepuluh ribu kali lebih tinggi dari tekanan angin surya yang diterima Bumi dari Matahari.

Dengan begitu, atmosfer Proxima b juga mungkin mengalami kondisi angin supersonik. Cuacanya juga akan sangat ekstrem sehingga mungkin akan mempunyai efek negatif yang signifikan pada setiap kehidupan di dalamnya.


Sumber: The Astrophysical Journal Letters

News Feed