oleh

Ketika Planet Jupiter Di Fase Sabit

Jupiter di fase sabit. Kredit: NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS/Roman Tkachenko

 – Ini bukanlah Bulan, ini yakni Jupiter sabit! Citra detail Jupiter yang lengkap dengan badainya ini dirilis pada Jumat (13/1) oleh Roman Tkachenko. Ia mengolah gambaran ini sedemikian rupa dari data yang dikumpulkan oleh wahana antariksa Juno pada 11 Desember 2016.

Juno merupakan wahana antariksa nirawak terbaru milik NASA yang dikala ini sedang mengorbit planet Jupiter. Pada dikala gambaran di atas diambil, jarak antara Juno dengan Jupiter hanya sekitar 458.800 kilometer, sempurna di atas atmosfer gas planet terbesar se-Tata Surya itu.

Wantariksa Juno mengorbit Jupiter dalam jalur orbit yang sangat elips; Juno melaksanakan terbang lintas bersahabat Jupiter sekali setiap 54 hari semenjak 4 Juli 2016 silam. Menariknya, NASA merilis seluruh gambaran dari Jupiter yang dipotret Juno untuk umum biar sanggup diolah masing-masing, dan hasil olahan di atas lah salah satunya.

Banyak fitur yang menonjol dari Jupiter yang terlihat pada gambaran di atas, termasuk Bintik Merah Raksasa yang terkenal. Serangkaian angin puting-beliung bundar berwarna putih juga banyak membentang di permukaan Jupiter ini. Secara total, Jupiter dikala ini mempunyai delapan angin puting-beliung besar seukuran diameter Bumi.

Fase Jupiter yang nampak sabit ibarat ini tidak akan pernah sanggup diamati dari Bumi. Sebab di Bumi, kita gres sanggup mengamati Jupiter ketika planet ini membelakangi Matahari, sehingga yang tampak yakni Jupiter yang dalam fase penuh.

NASA telah merilis seluruh data gambar yang ditangkap oleh Juno kepada khayalak dunia, sehingga para ilmuwan dari negara manapun, termasuk Indonesia, sanggup memproses gambaran mentahnya menjadi pemandangan gres yang menakjubkan.

INFO UPDATE