oleh

Kerokan Ketika Hamil Muda, Amankah ? Inilah Penjelasannya

Kerokan ketika hamil – Sebagai masyarakat yang hidup di Negara Indonesia, kerokan tentu sudah tidak abnormal lagi, pasalnya dari sekian banyak masyarakat yang ada di Tanah Air ternyata masih banyak yang berusaha mengatasi masuk angin dengan cara kerokan. Praktek kerokan itu sendiri ialah menggosokkan benda gepeng dan tumpul ke potongan tubuh tertentu dengan diberi pel!c!n menyerupai lotion, minyak dan lainnya.

Pada umumnya mereka kerokan dengan memakai uang koin, meskipun ada sebagian yang memakai alat khusus buat kerokan. Meskipun belum ada klarifikasi medis yang membenarkan wacana kerokan namun kenyataannya hingga kini masih banyak yang melakukannya.

Lalu bagaimana jikalau yang masuk angin ialah ibu hamil ? apakah kerokan ketika hamil muda / renta itu kondusif ? Untuk mendapat info lebih terang silakan simak klarifikasi di bawah ini 🙂

image from pixabay

Amankah kerokan ketika hamil itu ?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai boleh dan tidaknya kerokan ketika hamil, ada baiknya kami sampaikan terlebih dahulu mengenai apa itu kerokan dan apa tujuan dari  kerokan. Silakan lanjut membaca !

Apa kerokan itu ?

Sebagaimana yang telah kami sampaikan di atas bahwa kerokan ialah menggosokkan benda gepeng dan tumpul menyerupai koin dan sejenisnya ke potongan tubuh tertentu menyerupai punggung, perut dan leher dengan diolesi lotion, minyak dan sejenisnya. Dengan kerokan dibutuhkan masuk angin segera sembuh dan tubuh sehat kembali.

Adapun cara kerja dari kerokan itu sebetulnya menyerupai dengan pengobatan akupuntur, yaitu untuk meningkatkan suhu badan. Gesekan antara benda tumpul dan kulit tubuh yang dilakukan secara berulang – ulang sanggup meningkatkan suhu badan. Ketika suhu tubuh insan meningkat maka pembuluh darah pun akan melebar sehingga proses oksigenisasi berjalan dengan lancar.

Bolehkah kerokan ketika hamil ?

Sebenarnya kerokan ketika hamil itu tidak berbahaya, akan tetapi jikalau dilakukan terlalu sering sanggup menimbulkan pengaruh jelek bagi kesehatan. Di bawah ini ialah ancaman kerokan bagi ibu hamil jikalau dilakukan secara berlebihan 🙂

1. Pembuluh darah pecah

Sebagaimana kita ketahui bahwa cara kerja kerokan ialah inflamasi atau menciptakan peradangan pada potongan tubuh tertentu dengan tujuan semoga pembuluh darah menjadi lebar fatwa darah berjalan dengan lancar. Lancarnya fatwa darah berdampak baik pada suply oksigen dalam tubuh, wal hasil sesudah kerokan tubuh rasanya segar kembali. Namun demikian Anda perlu waspada, lantaran inflamasi yang terjadi terlalu sering sanggup saja menjadikan pembuluh darah pecah hingga berakhir pada duduk perkara kesehatan serius.

2. Infeksi kulit

Kerokan ketika hamil yang dilakukan terlalu sering tidak hanya sanggup mengakibatkan pecahnya pembuluh darah, akan tetapi keseringan kerokan juga daapt mengakibatkan benjol di potongan kulit. Melebarnya pori pori kulit sanggup mengakibatkan virus dan kuman lebih gampang masuk ke dalam tubuh, alhasil kulit mengalami infeksi.

Infeksi ini tidak hanya merugikan ibu hamil akan tetapi pengaruh buruknya juga sanggup mengenai janin dalam kandungan lantaran intinya janin itu masih sangat tergantung dengan ibu.

3. Menyebabkan kontraksi

Keadaan ini memang jarang terjadi namun ibu hamil yang mempunyai daya tahan tubuh lemah keadaan ini sangat mungkin terjadi. Hal ini disebabkan lantaran di ketika ada kuman maupun virus yang akan masuk ke dalam tubuh, mak secara otomatis tubuh mengeluarkan cytokinesis untuk meningkatkan ketahanan tubuh. Selanjutnya cytokinesis akan memicu pelepasan prostaglandin dari dalam tubuh yang akhirnya kontraksi pun terjadi.

Intinya kerokan ketika hamil itu tidak dianjurkan, lebih baik mengatasi masuk angin dengan cara lain saja. Bagaimana kalau mengoleskan minyak kayu putih atau minyak angin, apakah berbahaya ? silakan simak penjelasannya ibu hamil pakai minyak kayu putih di perut, bolehkah ?

Tips Mengatasi Masuk Angin Saat Hamil

Sebenarnya masuk angin itu ialah istilah yang dibentuk oleh masyarakat untuk menggambarkan kondisi tubuh yang sedang tidak sehat, secara medis tidak ada penyakit masuk angin itu. Adapun ciri masuk angin antara lain ialah :

  • Tidak yummy badan
  • Kedinginan
  • Sering cegukan
  • Perut kembung dan mual
  • Badan terasa capek disertai dengan mengantuk
  • Demam, pilek, diare
  • Nafsu makan menurun drastis
  • Dan lain lain

Apabila bunda mengalami masuk angin, sebaiknya jangan sembarangan minum obat walaupun obat herbal menyerupai antangain dan tolak angin. Silahkan baca penjelasannya bolehkah ibu hamil minum tolak angin cair ?

Tips sederhana untuk mengatasi masuk angin ketika hamil antara lain ialah sebagai berikut:

  • Mengkonsumsi sup hangat
  • Mengoleskan minyak angin dengan tanpa kerokan
  • Tingkatkan kualitas tidur dengan memakai selimut dan bantal yang nyaman
  • Pakailah pakaian yang tebal semoga suhu tubuh meningkat
  • Jangan teralu kecapekan (istirahat cukup)
  • Makan makanan bergizi
  • Minum wedhang jahe atau air putih hangat

Untuk mencegah terjadinya masuk angin bunda perlu menghindari segala hal yang sanggup menjadikan masuk angin menyerupai kurang istirahat tidur, terlalu usang berada di ruangan ber AC, referensi makan dan referensi hidup tak sehat.

Demikian info seputar kerokan ketika hamil muda yang sanggup kami sampaikan . Semoga klarifikasi di atas sanggup menawarkan pencerahan bagi Anda yang ketika ini sedang hamil.

News Feed