oleh

Istilah Dalam Memancing

Dalam memancing, ada banyak istilah yang gunakan dan wajib diketahui oleh para pemancing pemula, di antaranya:

1. Angler = Pemancing.
2. Strike = Umpan disambar ikan.
3. Ngetrik = Pelampung bergoyang mirip mesin jahit dikala umpan di makan ikan.
4. Backlash = Kusutnya line pada reel akhir salah casting (melempar) bait.
5. Chumming; chunking = Memberikan perangsang pada ikan dengan cara melempar-lempar umpan
supaya ikan tertarik untuk mendekat. Chumming sebaiknya jangan dilakukan terlalu banyak pada satu waktu, dan juga jangan terlalu cepat. Patokan yang biasa sering digunakan andalah, jika umpan yang gres anda lempar masih kelihatan dipermukaan, jangan ditambah, biarkan hilang perlahan-lahan. Setelah hilang diamkan sebentar gres kemudian lempar lagi dalam jumlah yang sama. Ingat jangan telalu banyak, kita hanya menarik perhatian ikan, bukan memberi makan.
6. Drifting = Drifting (berhanyut) pada dasarnya ialah “slow trolling”. Drifting menciptakan kita dapat
memancing diarea yang lebih luas dari pada dengan kapal berjangkar. Kapal akan berhanyut disebabkan oleh arus & angin. Kalau arus & angin searah, kapal akan drift cukup cepat, sedangkan jika berlawanan arah kapal mungkin tidak akan bergerak. Karena itu biasanya sambil berhanyut mesin tetap hidup & si kapten mengatur kecepatan & arah bergerak kapal. Kenapa perlu berhanyut? Ada beberapa alasan: –Lokasi yang ingin di cover luas dan w aktu mancing terbatas – Laut terlalu dalam & tidak mudah menggunakan jangkar – T arget ikan di tengah air, sedikit di atas dasar laut, atau ikan dasar yang sanggup diundang ke “atas”, dan dasar maritim ialah w reck (kapal tenggelam), bukit/ lembah baw ah laut, bongkahan karang, drop-off, tandes luas, etc.
7. Mancing Dasaran (Bottom Fishing) = Mengapa disebut “Mancing Dasaran”, lantaran apa yang dilakukan ialah menempatkan kail yang berisi umpan di dasar maritim (atau sedikit diatasnya semoga tidak tersangkut karang) dengan cita-cita bahw a ikan-ikan yang berada di dasar maritim memakan umpan tersebut. Ini ialah teknik mancing paling umum dan paling popular dikalangan pemancing.
8. Ngoncer = Ngoncer ialah mancing dengan menggunakan ikan hidup sebagai umpan (Live Bait). T eknik ini sedikit unik dan tanpa menggunakan timah/ pemberat. Kenur utama dipasang kili-kili peniti (snap swivel), kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kaw at nikelin sepanjang 10 cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup mirip : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda (alu-alu). Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pamangsa.
9. Trolling (Tonda) = T eknik memancing yang disebut ”trolling” ini harus menggunakan reel khusus (Open Reel) yang cukup berpengaruh dan joran khusus yang umumnya hanya terdiri dari 1 batang dan harus ditarik kapal dengan kecepatan 5-7 knot. T rolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibentuk dari fiber glass, kayu atau plastik. Umpan palsu yang paling terkenal ialah yang disebut Rapala untuk memancing ikan ikan mirip Tenggiri dan W ahoo. Ada jenis umpan palsu lain yang disebut Konahead yang berbentuk mirip cumi tapi berw arna menyolok untuk mancing ikan ikan sejenis Marlin, Layaran dan Lemadang.
10. Casting = Biasanya dilakukan dari pinggiran laut, mirip dermaga, batuan, pantai, bahkan di atas kapal yang sedang berhenti/ jalan dengan pelan. Joran yang digunakan ialah joran khusus yang bersifat elastis (tidak kaku) dan panjangnya antara 150 hingga 172 cm cm lantaran berbeda dengan Popping, lontaran umpan biasanya tidak perlu terlalu jauh (antara 20 hingga 30 m). Reel yang digunakan sanggup spinning sanggup juga reel khusus (baitcasting). Umpan yang digunakan biasanya umpan tiruan (lure) yang berbentuk ikan ikanan, serangga atau hewan maritim lain dengan berat sekitar 7 hingga 20 gram. Caranya ialah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Hal ini harus dilakukan terus menerus hingga ikan menyambar atau hingga pemancing merasa lelah dan menyerah. Oleh lantaran itu cara mancing mirip ini termasuk Popping dan Jigging dikategorikan sebagai Sportfishing.
11. Surf Casting = T eknik mancing ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 4m dan biasanya terdiri dari 3 pieces (potong) yang harus disambung jadi satu. Jorannya hampir mirip joran spinning atau popping biasa hanya jauh lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang berukuran cukup besar (biasanya model spinning kelas 4000 keatas). Oleh teman-teman didaerah Y ogya teknik mancing ini disebut PASIRAN.
12. Rock Casting = T eknik mancing ini hampir sama dengan teknik Surf Casting dan menggunakan peralatan yang hampir sama tetapi dilakukan dari atas kerikil karang (rock) atau pinggir maritim yang curam.
13. Popping = T eknik Popping pada dasarnya termasuk dalam kelompok Casting. T etapi teknik Popping menggunakan joran (rod) yang cukup panjang, antara 180 hingga 210 cm dan terdiri dari 2 pieces yang disambung. T eknik popping khusus menggunakan ”lure” (umpan buatan) yang disebut Popper yang biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 hingga 100 gram. Umpan buatan yang digunakan terdiri dari 2 jenis. Y ang pertama disebut ”Chugger” yang kepalanya rata dan mempunyai cekukan mirip mangkok. Chugger ini bila disentak sewaktu mengapung akan menjadikan suara ”pop, pop, pop” lantaran kepalanya menabrak air laut. Itulah sebabnya ia disebut ”popper”. Jenis yang satu lagi disebut ”Pencil” lantaran kepalanya ”tajam” dan pensil ini tidak disentak sentak tetapi hanya ditarik terus.
14. Jigging = Menurut para ahli, Jigging sebagai salah satu teknik mancing bukanlah sesuatu teknik yang gres muncul. Nelayan dari beberapa negara semenjak ribuan tahun kemudian telah mencoba ”menipu” ikan dengan menggunakan umpan palsu yang dibentuk dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil (metal jig lure) yang dicemplungkan ke dasar maritim kemudian kemudian ditarik dengan cepat keatas.
15. Mancing Garong = Cara mancing ini secara popular diplesetkan dengan sebutan “ngegarong” lantaran menggunakan sejenis mincing yang bermata 6 (enam) berbentuk mirip matahari yang disebut pancing “Garong”! Uniknya, seringkali (atau lebih sering) ikan yang digarong tertangkap bukan lantaran pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, di pipi, pundak, perut, buntut, dsb. Mancing garong ini biasanya menggunakan joran tegek yaitu joran tanpa kolong-kolong (cincin/guide) yang panjangnya antara 4 m hingga 6 meter. Mancing cara “garong” ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibentuk dari kayu ringan dan biasanya berbentuk mirip “piring terbang”. Jarak antara pelampung dengan pancing garongnya hanya berkisar sekitar 50 cm hingga 100 cm sedangkan seluruh panjang kenur dari ujung joran hingga mata pancing hanya 2 hingga 3 m.
16. Fly Fishing = Ini ialah salah satu teknik unik mancing. Dikembangkan oleh seorang bangsaw an dari Inggris. Namun ada yang menyebutkan bahw a fly fishing itu sudah ada semenjak masa ke 2 masehi. Pada jaman Romaw i kuno Claudius Aelinus, yang menyatakan memancing dengan menggunakan artificial fly. Secara umum fly fishing ialah seni memancing dengan menggunakan artificial bait berbentuk fly (serangga). Artificial flies ini sanggup terbuat dari tying hair, fur, feathers, atau material lainnya baik yang natural ataupun synthetic. Perangkat memancingnyapun menggunakan joran khusus fly dan fly line khusus terbuat dari line yang di coated plastik. Fly fishing sanggup dimainkan di freshw ater maupun saltw ater.
17. Galatama = Istilah Galatama di ambil dari Sepakbola, yang pada dasarnya ialah Lomba yang memperebutkan Juara Peringkat. Kaprikornus Mancing Galatama ialah mancing dengan sasaran menjadi Juara dalam pertandingan mancing. Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat 3, dan Juara Prestasi (T otal tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya tidak dibaw a pulang.
18. Mancing Harian = Mancing satu harian penuh dengan mebayar uang sew a kolam/tiket.
19. Lomba Mancing Harian = Mancing ini biasa disebut mancing Lomba dan juga memperebutkan Juara Peringkat namun di adakan 1 hari penuh dari pagi hingga sore hari biasanya antara pukul 09.00 s/d 16.00. Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat 3, dan Juara Prestasi (T otal tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya dibaw a pulang.
20. Mancing Kiloan = Mancing dengan sistem memancing terlebih dahulu kemudian menimbang perolehan ikan yang terpancing dan membayar sebesar apa yang diperoleh menurut satuan kilogram. Hasil pancingna dibawa pulang. 21. Kilo Gebrus = Mancing ini khas Jaw a Barat mulai dari Depok, Bogor, Cianjur, Sukabumi hingga Subang, Garut, dan T asik. Sistemnya ialah pemancing menurunkan beberapa kilo ikan kedalam bak gres dilakukan memancing. Ikan dibawa pulang.
22. Gaplean = Mirip mirip Kilo Gebrus hanya disini ada urusan taruhannya. Biasanya berupa uang untuk hasil pancingan tertentu.
23. Mancing Borongan = Memancing dengan sistem memborong satu kolam. Biasanya dilakukan taw ar menawar terlebih dahulu antara pemancing dan pemilik kolam. Ikan sanggup di pancing sepuasnya satu harian. Atau bahkan bila perlu di kuras airnya (dibedah).
24. Hand line = Memancing tanpa menggunakan joran dan reel alias pribadi pake tangan. Namun tetap pake line dan mata pancing.
25. Ngotrek = Adalah mencari ikan untuk umpan mancing itu sendiri. Biasanya rangkaian ngotrek itu terdiri dari beberapa matakail kecil yang berderet (renceng). T arget ikan: selar, tembang, layang, como,kembung, sangir.
26. Jeblug = Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di tengah danau, embung, setu, kali dll.
27. Neger = Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di pinggir danau, embung, setu, kali dll.
28. Mancing Lobang = T eknik khusus untuk mancing Nila/Mujair babon. Dengan mencari sarang dari ikan Nila/Mujair babon yg berbetuk cekungan w ajan. Caranya menggunakan rangkaian sistem glosor namun menggunakan pelampung sangat kecil. Umpannya pun cukup pakai steroform (gabus putih). Fungsinya sebagai pengganggu sarang lantaran ikan Nila/Mujair sering membersihkan sarang.
29. Ngoyor = Mancing dengan setengah tubuh berendam air.
30. Nyengked = Mancing dengan cara menggaet ikan sanggup di badan, di ekor, di sirip atau pun di insang, yang terperinci mancingnya tidak hook-up.
31. Ngurek = Cara mancing belut dengan menggunakan handline. Mancing pribadi ke dalam lubang yang diperkirakan ada belutnya. Cilakanya sering malah sanggup ular.
32. Mancing Rawe/Rawai = Cara memancing dengan rangkaian mata pancing yang sangat banyak,
biasanya puluhan hingga ratusan mata mancing. Biasanya ini dilakulkan oleh nelayan.
33. Mancing Layang-layang = Mancing tonda/trolling dengan menggunakan alat bantu layang-layang.
34. Mancing Huhate = Mancing dengan joran bambu/kayu yg di lakukan dengan dukungan siraman umpan hidup dan siraman air. Matakail tidak diberi umpan tapi diberi kertas timah (rokok) cara memancingnya hanya menggaet ikan yang sedang dichumming. Biasanya pemancing duduk berkelompok deret di buritan kapal. Mancing ini biasanya dilakukan untuk mancing ikan cakalang, tuna kecil, tongkol.
35. Big Game Fishing Tournament = T urnamen ikan-ikan besar, dilakukan di maritim dalam dan biasanya ikan utama yang menjadi sasaran ialah jenis marlin atau layaran.
36. Billfish = Jenis ikan berparuh, termasuk marlin hitam, marlin biru, marlin loreng, ikan tondak, dan ikan layaran.
7. Tackle = Peralatan mancing.
38. Rod = Joran atau gagang pancing. Bahannya mulai dari yang tradisional mirip dari bambu hingga yang grafit.
39. Tegeg/Negeg = Joran panjang dan ramping tanpa menggunakan reel. T egeg ada yang 1 piece atau yang berbentuk antena.
40. Reel = Ril, alat penggulung, sanggup berbentuk spinning, spincast, baitcasting atau trolling.
41. Drag = Rem pada ril penggulung.
42. Baitcaster = Perangkat memancing (reel) khusus untuk casting.
43. Kenur = Benang pancing, sanggup berupa monofilamen (senar berserat tunggal) atau Braided (berserat banyak).
44. Leader = Kenur berkekuatan besar yang disambungkan ke kenur utama, gunanya semoga lebih tahan
terhadap gigi dan perlaw anan ikan. Bahan yang digunakan sanggup berbentuk kaw at atau monofilamen.
45. Hook = Mata kail.
46. Hook Up = Kail menancap di ekspresi ikan.
47. Rigging = Rangkaian kail pada umpan.
48. Jighead = Mata kail yang dilengkapi bandul timah di ujung kepalanya. Matakail ini khusus untuk lure soft plastik dan worm.
49. Konahead= Umpan tiruan ibarat cumi-cumi, biasanya digunakan untuk memancing dengan cara menonda (trolling) untuk jenis ikan marlin atau layaran.
50. Rapala= Sejenis merek umpan tiruan ibarat ikan. Biasanya digunakan untuk umpan ikan tuna, tenggiri, atau kuwe. Memancing sanggup dengan cara trolling, sanggup juga dengan cara casting.
51. Fishing Boat = Kapal mancing.
52. Outrigger = T iang penghela yang dipasang di sisi kapal, gunanya untuk merentangkan kenur semoga tidak berimpitan.
53. Wireman = Orang yang memegang tali pandu, bertugas menarik ikan yang sudah naik ke permukaan dan mendekatkan ke pinggir kapal.
54. Spot = T itik dimana sasaran ikan terlihat atau terdapat.
55. Fish finder/ Depth sounder = Alat berbentuk monitor untuk mencari lokasi ikan. Depth sounder ini terdiri dari tranducer yang berfungsi sebagai sensor dan monitor yang berkhasiat untuk menampilkan hasil gambar dasar laut.
56. GPS = Ground Positioning System, peralatan elektronik untuk mencari atau menandai koordinat suatu tempat tertentu. Biasa digunakan pemancing untuk mencari tandes ikan atau lokasi yakannya.
57. Hotspot = T andes atau lokasi yang biasanya merupakan tempat berkumpulnya ikan, biasanya berbentuk karang menonjol di dasar laut.
58. Tag = Label yang ditancapkan pada ikan berisi gosip nomor tag dan alamat forum resmi yang mengeluarkannya. Setiap nomor tag nantinya akan disertai gosip mengenai keterangan ihwal spesies ikan, asumsi panjang dan berat ikan, tanggal dan tempat ikan terpancing, nama dan alamat pemancing, serta nama kapal dan kaptennya. Informasi ini dikirim ke forum yang mengeluarkan tag tersebut. Program tag ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963. Organisasi yang khusus mengelola gosip labeling ikan berparuh ialah T he Billfish Foundation.
59. Tag & Release = Label kemudian Lepas, ikan yang tertangkap hanya diberi label, kemudian dilepaskan kembali. Istilah ini biasanya digunakan pada jenis-jenis ikan berparuh (billfish), w alaupun tidak tertutup kemungkinan penggunaannya pada jenis ikan lain. Hal ini dilakukan untuk melindungi jenis-jenis ikan tertentu dari kemusnahan.

News Feed