oleh

Inilah Tingkatan Insan Dalam Shalatnya

gambar ilustrasi : Inilah Tingkatan Manusia Dalam Shalatnya – http://www.langitallah.com


INILAH TINGKATAN MANUSIA DALAM SHALATNYA


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bissmillah, washshsalatu wassalam ‘alaa Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, waba’d

 

Langitallah.com [Inilah Tingkatan Manusia Dalam Shalatnya] – Ibadah shalat merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim. Perintah shalat juga merupakan rukun Islam yang kedua sehabis mengucapkan dua kalimat syahadat. Sungguh alasannya yaitu sangat pentingnya perintah shalat ini sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan eksklusif kepada Rasul-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanpa melalui mediator malaikat Jibril ‘alaihissalam pada insiden Isra’ Mi’raj. Dan pada hari final zaman nanti, amalan ibadah yang paling pertama dihisab sebelum amalan-amalan yang lain yaitu amal ibadah shalat kita, baik ibadah shalat wajib maupun ibadah shalat sunnah. Barang siapa yang baik shalatnya, maka akan baik pula ibadahnya yang lain.

Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari final zaman yaitu shalatnya. Maka, jikalau shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jikalau shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai shalat sunnah.’ Maka sempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya, kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” [HR. Tirmidzi, no.413 dan An-Nasa’i, no.466. Al Hafizh Abu Thahir menyampaikan hadits ini shahih].

Jelaslah bahwa amalan ibadah shalat merupakan masalah penting yang wajib senantiasa dilaksanakan oleh seorang hamba Allah Ta’ala. Sebab menurut hadits shahih di atas, jikalau amalan ibadah shalat kita baik dalam hisab maka akan beruntunglah seorang hamba di hari final zaman nanti. Namun sebaliknya, jikalau shalat seorang hamba itu rusak, maka akan gagal dan rugilah ia.

Baik tidaknya shalat kita bukan hanya diukur dari shalat yang tidak pernah tertinggal, namun perlu diperhatikan juga mengenai waktu-waktunya, batas-batasnya, rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, wudhunya dan juga kekhusyukan dalam ibadah shalat.

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah membagi tingkatan seorang hamba pada shalatnya :

Tingkatan 1

Orang yang zhalim kepada dirinya dan teledor.
Dalam tingkatan pertama ini, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutnya sebagai orang yang zhalim terhadap diri (dalam shalatnya) serta juga teledor. Yaitu orang yang kurang tepat dalam pelaksanaan wudhunya, waktu shalatnya, batas-batasnya dan juga rukun-rukunnya.

Orang yang berada pada tingkatan ini akan disiksa

Tingkatan 2

Menjaga shalatnya namun tidak berupaya melawan bisikan
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut tingkatan kedua dalam shalat seorang hamba sebagai orang yang sanggup menjaga waktu-waktunya, batas-batasnya, rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, dan juga wudhunya, tetapi ia tidak berupaya keras untuk menghilangkan bisikan jahat dari dirinya. Maka beliau pun terbang bersama bisikan jahat dan pikirannya.

Orang yang berada pada tingkatan ini akan diperhitungkan amalannya

Tingkatan 3

Menjaga shalatnya dan berupaya melawan bisikan
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut tingkatan kedua dalam shalat seorang hamba sebagai orang yang sanggup menjaga batas-batasnya dan rukun-rukunnya. Ia berupaya keras untuk mengusir bisikan jahat dan pikiran lain dari dirinya, sehingga beliau terus-menerus sibuk berjuang melawan musuhnya supaya jangan hingga berhasil mencuri shalatnya. Maka, beliau sedang berada di dalam shalat, sekaligus jihad.

Orang yang berada pada tingkatan ini akan dihapus dosanya.

Tingkatan 4

Berusaha Menyempurnakan Shalatnya
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut tingkatan kedua dalam shalat seorang hamba sebagai orang yang melaksanakan shalat dengan menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya, dan batas-batasnya. Hatinya larut dalam upaya memelihara batas-batas dan hak-haknya, supaya beliau tidak menyia-nyiakan sedikit pun darinya. Bahkan seluruh perhatiannya tercurah untuk melaksanakannya sebagaimana mestinya, dengan cara yang sesempurna dan selengkap mungkin. Sehingga, hatinya dipenuhi oleh urusan shalat dan penyembahan kepada Allah Tabaaraka wa Ta’ala.

Orang yang berada pada tingkatan ini akan diberi akhir pahala.

Tingkatan 5

Shalatnya Sempurna
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut tingkatan kedua dalam shalat seorang hamba sebagai orang yang melaksanakan shalat dengan sempurna. Dia mengambil hatinya dan meletakkannya di hadapan Allah Azza wa Jalla. Dia memandang dan memperhatikan Allah Azza wa Jalla dengan hatinya yang dipenuhi rasa cinta dan hormat kepada-Nya. Seolah-olah ia melihat-Nya dan menyaksikan-Nya secara langsung.

Maka orang yang berada pada tingkatan ini akan menerima daerah yang bersahabat dengan Rabb-nya.

Pada tingkatan shalat yang kelima ini merupakan tingkatan yang paling sempurna. Bisikan dan pikiran jahat yang senantiasa mengintai shalatnya telah melemah. Hijab antara beliau dengan Allah Ta’ala telah diangkat. Di dalam shalatnya, beliau sibuk dengan Robbnya. Dia merasa tenteram melalui shalat. Dia seolah-olah tidak mempunyai daerah yang sedamai dikala melaksanakan shalat, larut dalam obrolan dengan Rabb-nya, mencicipi indahnya mengadu dalam munajat yang khusyuk dengan senandung doa-doa yang merdu. Dan Allah sangat cinta terhadap hamba-Nya yang paling takwa.

Wallahu a’lam bishshawab

Demikian artikel “Inilah Tingkatan Manusia Dalam Shalatnya”, semoga mendatangkan manfaat bagi yang membacanya, dan juga bagi yang membaca melalui orang-orang yang mengembangkan ilmu kebaikan ini. Dan semoga kita semua termotivasi untuk mencapai tingkatan yang kelima dan menjadi hamba Allah Ta’ala yang senantiasa dirindukan-Nya dalam munajat doa di dalam shalat.

Sumber : Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 2:255-256, dan Al-Wabilush Shayyib karya Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah, hal 25-29.

Lebel : Shalat, Inilah Tingkatan Manusia Dalam Shalatnya

Deskripsi : “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari final zaman yaitu shalatnya. Maka, jikalau shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jikalau shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi.” [HR. Tirmidzi, no.413 dan An-Nasa’i, no.466. Al Hafizh Abu Thahir menyampaikan hadits ini shahih]

INFO UPDATE