oleh

Inilah Etika Adab Di Hari Jumat Yang Rasulullah Perintahkan

ilustrasi gambar : Inilah Adab Adab Di Hari Jumat Yang Rasulullah Perintahkan


Inilah Adab Adab Di Hari Jumat Yang Rasulullah Perintahkan


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Langitallah.com – [Inilah Adab Adab Di Hari Jumat Yang Rasulullah Perintahkan] Dalam memuliakan hari Jum’at sebagai penghulunya hari bagi ummat muslim, para sahabat senantiasa mengerjakan amalan-amalan yang dijadikan budpekerti etika di hari Jumat sebagaimana telah diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagai seorang muslim yang taat, maka sudah selayaknya kalau kita tidak dengan sengaja meninggalkan segala macam amalan serta budpekerti etika yang diperintahkan maupun yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satu budpekerti yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah adab budpekerti di hari Jumat, yang kemudian oleh para sahabat diikuti dan ditaati.

Kewajiban untuk taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan di dalam Al Qur’an :

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian berpaling darinya, padahal kalian mendengar (seruannya).” [QS. Al-Anfal : 20]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman pada ayat yang lain :

“Dan taatilah Allah dan Rasul-(Nya), pasti kalian akan dirahmati.” [QS. Ali ‘Imran : 32]

Dalam ayat yang disebutkan di atas, Allah memerintahkan kita untuk taat kepada Allah dan juga Rasul-Nya. Oleh alasannya dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya maka akan menjadi penyebab seorang hamba akan diberi hidayah dan rahmat.

Lalu bagaimana kita untuk mengikuti dan taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?. Jawabannya ialah dengan mengikuti sunnahnya yang sudah terhimpun dalam banyak sekali kitab hadits shahih. Lalu apakah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah mencontohkan budpekerti etika di hari jumat?. Ya, berikut klarifikasi perihal adab budpekerti di hari jumat yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adab Adab Di Hari Jumat Yang Rasulullah Perintahkan

Adab Hari Jumat Yang Pertama :

Mandi Jumat / Mandi Junub

Mandi Junub pada hari Jumat merupakan salah satu sunnah yang perlu diperhatikan oleh umat muslim yang hendak menghadiri shalat Jumat. Perkara ini sesuai dengan hadits berikut ini :

Dari Salman al-Farisi, dia menyampaikan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang pria mandi pada hari Jum’at, kemudian bersuci dengan sebaik-baiknya. Setelah itu berminyak rambut atau menggunakan wangi-wangian dari rumahnya. Kemudian keluar (menuju masjid), tidak memisahkan antara dua orang, kemudian shalat sunnah semampunya. Lantas membisu ketika imam berkhutbah, melainkan diampuni dosanya antara Jum’at itu dan Jum’at yang lain.” [Shahiihul Jaami’ush Shaghiir (no. 7736)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/370 no. 883).

Adab Hari Jumat Yang Kedua :

Memakai Wangi-wangian

Sebuah hadits menyebutkan, dari Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu, berkata :

“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, mengenakan baju terbaiknya, dan mengenakan minyak wangi, kalau ada. Kemudian menghadiri shalat Jum’at dan tidak melangkahi orang-orang. Setelah itu shalat semampunya lantas membisu ketika imam keluar hingga selesai shalat. Maka itu semua ialah penghapus dosa antara Jum’at itu dan Jum’at sebelumnya.” [Shahiihul Jaami’ush Shaghiir (no. 6066)], Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/7 no. 339).

Adab Hari Jumat Yang Ketiga :

Datang Ke Masjid Lebih Awal

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia menyampaikan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika hari Jum’at tiba, maka pada tiap pintu-pintu masjid terdapat para Malaikat. Mereka mencatat orang-orang menurut kedudukan mereka. Yang tiba pertama menerima kedudukan pertama. Jika imam duduk, maka mereka menutup lembar catatan dan masuk untuk mendengar dzikir (khutbah). Perumpamaan orang yang tiba di awal waktu mirip orang yang berkurban dengan unta. Setelah itu mirip orang yang berkurban dengan sapi. Kemudian mirip orang yang berkurban dengan domba. Lalu mirip orang yang berkurban dengan ayam. Berikutnya lagi mirip orang yang berkurban telur.” [Shahiihul Jaami’ush Shaghiir (no. 775)], Shahiih Muslim (II/587 no. 850), Sunan an-Nasa-i (III/98), dan Sunan Ibni Majah (I/347 no. 1092).

Adab Hari Jumat Yang Keempat :

Diam Mendengarkan Khatib Berkhutbah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang pria mandi pada hari Jum’at, kemudian bersuci dengan sebaik-baiknya. Setelah itu berminyak rambut atau menggunakan wangi-wangian dari rumahnya. Kemudian keluar (menuju masjid), tidak memisahkan antara dua orang, kemudian shalat sunnah semampunya. Lantas membisu ketika imam berkhutbah, melainkan diampuni dosanya antara Jum’at itu dan Jum’at yang lain.” [Shahiihul Jaami’ush Shaghiir (no. 7736)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/370 no. 883).

Hadits tersebut menyebutkan budpekerti membisu dalam mendengarkan khutbah jumat. Adab budpekerti yang disebutkan mulai dari mandi hingga membisu mendengarkan khutbah jumat mempunyai keutamaan yang dijelaskan pada ujung hadits, yaitu orang yang mengamalkan budpekerti ini akan diampuni dosanya antara Jumat yang itu dengan Jumat yang lain. Disini tidak disebutkan diantara dua jumat, namun disebutkan “Jumat yang itu dengan Jumat yang lain”, artinya tidak berbatas dengan jumat sebelum atau setelahnya, bisa saja juamat – jumat yang lain sesuai kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam.

Adab Hari Jumat Yang Kelima :

Memperbanyak Shalawat Atas Nabi

Perintah memperbanyak shalawat atas Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Aus bin Aus, ia menyampaikan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“Sesungguhnya seutama-utama hari kalian ialah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan. Pada hari itu pula sangkakala (kedua) ditiup dan insan dimatikan (tiupan sangkakala pertama.-ed.) pada hari itu perbanyaklah mengucap shalawat atasku. Karena bahwasanya shalawat kalian hingga kepadaku.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami hingga kepada engkau, padahal jasad engkau telah rusak?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan bumi memakan (merusak) jasad para Nabi.” [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 889)], Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (III/370 no. 1034), Sunan Ibni Majah (I/345 no. 1085), dan Sunan an-Nasa-i (III/91).

Adab Hari Jumat Yang Keenam :

Membaca Surah Al-Kahfi

Keumuman masyarakat di Nusantara ini, membudayakan membaca surah Yaasiin pada setiap hari Jumat. Sesungguhnya itu bukanlah masalah serius, namun ialah sebaik-baik ummat yang taat kepada Rasul ialah mereka yang mengikuti sunnah ia yang bersumber dari hadits Shahih. Tentu saja membaca Surah Yaasiin tidak masalah, dan pembacanya juga akan memperoleh pahala atas yang ia kerjakan. Disini hanya akan diterangkan bahwa membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat ialah merupakan perintah eksklusif dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tentu saja apa yang diperintahkan oleh ia Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai keutamaan dan akan berdampak baik bagi yang mengikutinya.

Dalam sebuah hadits Shahih, dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, maka terdapat cahaya yang meneranginya di antara dua Jum’at.” [Irwaa’ul Ghaliil (no. 626)], Shahiihul Jaami’ush Shaghiir (no. 6470), Mustadrak al-Hakim (II/368), dan al-Baihaqi (III/249).

Adab Hari Jumat Yang Ketujuh :

Memperbanyak Doa

Salah satu budpekerti di hari Jumat yang juga tidak kalah pentingnya ialah dengan memperbanyak doa. Doa yang dimaksud di sini ialah doa yang baik dan yang dibutuhkan. Memperbanyak do’a sambil mengharap waktu yang mustajab dari Jabir Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:

“Hari Jum’at terdiri dari dua belas waktu. Tidak ada seorang hamba muslim pun yang dikala itu meminta pada Allah melainkan Allah mengabulkannya. Carilah ia (waktu yang mustajab) di final waktu tersebut, yaitu sehabis shalat ‘Ashar.” Abu Dawud, an-Nasa-i, dan al-Hakim meriwayatkan lafazh ini. Dia berkata: “Shahih menurut syarat Muslim” [Shahih at-Targhiib (no. 705)], Shahiih Muslim (II/584 no. 853).

Mengenai waktu mustajab yang lain di hari Jumat, diterangkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari, ia berkata,
“Abdullah bin ‘Umar bertanya padaku, ‘apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyebut suatu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai waktu mustajabnya do’a di hari Jumat?’. Abu Burdah menjawab, ‘Iya betul, saya pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Waktu tersebut ialah antara imam menunaikan shalat Jumat” [HR. Muslim no. 853]

Wallahu a’lam bishshawab
______________________
Referensi : almanhaj.or.id, rumaysho.com

Label : Hadits, Adab, budpekerti etika di hari jumat

Deskripsi : “Dan taatilah Allah dan Rasul-(Nya), pasti kalian akan dirahmati.” [QS. Ali ‘Imran : 32]. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kita untuk taat kepada Rasul-Nya. Oleh alasannya dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya akan menjadi penyebab seorang hamba akan memperoleh hidayah dan rahmat-Nya.

INFO UPDATE