oleh

Hari Ini, Sempurna Dua Tahun Robot Curiosity Berada Di Planet Mars

Curoisity selfie dengan kamera di lengan utamanya. Kredit: NASA, JPL-Caltech

 – Hari ini, Rabu (6/8/2014), sempurna dua tahun sudah robot penjelajah Curiosity berada di planet Mars. Curiosity mendarat di Mars lewat proses 7 menit yang dikala itu diistilahkan “7 Minutes of Terror”.

Curiosity mendarat di Kawah Gale dengan tujuan utama menuju kaki Gunung Sharp, gunung yang berketinggian sekitar 5 kilometer.

Kini, Curiosity hampir hingga sehabis perjalanan sekitar setahun. Hal ini masuk akal alasannya yaitu Curiosity bergerak 92 kilometer per hari.

Curiosity sanggup dikatakan sukses menjalani misinya di Mars. Misi dua tahunan yang hampir selesai ini berhasil menambah ilmu pengetahuan manusia.

Curiosity mengungkap bahwa air pernah mengalir di Mars. Baru-baru ini, analisis menguak bahwa Mars mungkin juga punya samudera. Untuk foto, Curiosity menghasilkan foto-foto “narsis” di Mars serta foto panorama Mars.

Misi Curiosity direncanakan berjalan dua tahun. Namun, waktu misi sanggup diperpanjang. Curiosity merupakan misi berbiaya 2,5 miliar dollar AS.

Tujuan misi ini salah satunya yaitu menguak tanda bahwa Mars merupakan lingkungan layak huni serta apakah astronot sanggup mendarat di Mars suatu hari.

Foto pertama dari Curiosity sehabis mendarat di Mars dua tahun yang lalu. Kredit: NASA

Bagaimana cara NASA mengendalikan Curiosity dari Bumi?
Sekali dalam sehari, gelombang radio dikirmkan oleh NASA dari ruang kontrol misi menuju ke robot penjelajah di Mars dan untuk hingga ke tujuan diharapkan waktu 13,8 menit biar gelombang radio itu sanggup diterima robot penjelajah.

Para insinyur NASA bertukar pesan dengan Curiosity setiap hari pada waktu yang telah ditentukan. Untuk sekali berotasi, Mars membutuhkan waktu lebih usang 37 menit dari Bumi. Sehingga untuk menyetakan waktu satu hari di Mars, mereka menyebutnya dengan “sol”.

Pada jam 10 pagi waktu Mars sehabis Matahari melewati cakrawalanyadan robot penjelajah telah berada dalam keadaaan siap, NASA mengrimkan paket data berisi perintah kepada robot penjelajah.

Dalam hal ini robot penjelajahnya yaitu Curiosity. Karena pagi di Mars tidak selalu bersamaan dengan pagi di Bumi, maka NASA menempatkan antena parabola raksasa di beberapa benua di dunia.
Diantaranya di Gurun Mojave (California), Eropa (Spanyol) dan di Australia. Mereka menyebut kesemua sistem itu dengan istilah DSN(Deep Space Network).

Gelombang radio yang berisi paket perintah tadi dikirimkan dan berjalan selama 13,8 menit di luar angaksa hingga datang dan diterima oleh Curiosity.

Perintah yang diberikan tidak selalu harus bergerak atau berjalan, tapi perintah juga sanggup berupa perintah menyekop, mengebor, mengambil sampel batuan, menganalisa sampel yang ada dan sebagainya. Curiosity mempunyai laboratorium mini yang memungkinkan untuk itu.
Setelah misi Curiosity selesai, bagaimana selanjutnya?
Seperti robot-robot penjelajah sebelum Curiosity yang lebih dulu mendarat di Mars, sehabis misi berakhir mereka (robot-robot) akan ditinggalkan begitu saja di Mars.
NASA akan kembali mengirimkan wahana antariksa gres ke Mars. Di antaranya, robot InSight yang akan diluncurkan tahun 2016. Lalu ExoMars yang akan diluncurkan tahun 2018. Dan terakhir, robot Mars 2020 yang dijadwalkan hingga di Mars pada 2021.
Hal ini NASA lakukan untuk memastikan apakah Planet Mars benar-benar kondusif untuk dihuni insan atau justu malah menjadi planet mematikan bagi siapa saja yang berkunjung ke sana.

News Feed