oleh

Hadits Dhaif Ihwal Doa Makan

ilustrasi : Orang yang sedang makan


Hadits Dhaif perihal Doa Makan

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Hadits Dhaif perihal Doa Makan

Dewasa ini telah banyak hadits terkenal yang beredar di tengah-tengah masyarakat yang ternyata merupakan hadits dhaif (lemah). Salah satu hadits terkenal yang mempunyai sanad lemah atau dhaif yaitu hadits perihal doa sebelum makan atau doa makan yang telah umum diajarkan kepada bawah umur kita semenjak di dingklik taman kanak-kanak

Doa Makan Yang Populer Di Masyarakat Indonesia

Terdapat doa makan yang sangat terkenal di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Doa makan ini bahkan telah diajarkan oleh para guru semenjak di dingklik taman kanak-kanak sampai telah menjadi kebiasaan anak kecil untuk mengucapkan doa makan tersebut sebelum memulai menyantap sajian yang hendak ia makan.

Doa makan yang dimaksud yaitu doa yang disebutkan oleh An Nawawi dalam kitabnya yang terkenal yang diberi judul ‘Al-Adzkar’. Di dalam kitab tersebut memuat lafazh doa makan yang oleh sebagian besar umat islam di Indonesia telah mengambilnya sebagai doa sebelum makan.

Lafazh doa makan tersebut yaitu “Allahumma baarik lanaa fii maa razaqtanaa waqinaa ‘adzabannaar, bismillaah”

Dari hadits riwayat Ibn al-Suni dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra diterangkan bahwa apabila dia dihidangkan suatu makanan, dia membaca doa:


اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّار


“Allahumma baarik lanaa fii maa razaqtanaa waqinaa ‘adzabannaar”
(Ya Allah berkahilah rizki yang telah Engaku berikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa neraka)

Sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar, “Telah diriwayatkan dalam kitab Ibnus Sunni dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ketika kuliner didekatkan kepadanya, dia biasa mengucapkan, “Allahumma baarik lanaa fii maa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar, bismillah.’”

Do’a tersebut di ataslah yang seringkali kita dengar dipraktekkan oleh kaum muslimin di sekitar kita. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Namun muncul sebuah pertanyaan, apa benar hadits ini mempunyai sanad yang shahih dan sanggup kita amalkan, sementara kalau kita meninjau dari hadits-hadits yang ada, di sana cukup dengan mengucapkan “Bismillah”.
 

Penjelasan Derajat Hadits di atas

Pendapat dari Ibnu Hajar Al Asqalani, dia menyampaikan bahwa di dalam riwayat (hadits) tersebut terdapat (nama) Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah, dan Imam Bukhari menyampaikan bahwa ia yaitu Munkarul Hadits atau Hadits Munkar. [Lisanul Mizan, 7/136].

Pendapat dari Adz Dzahabi, dia menyampaikan bahwa di dalam riwayat (hadits) tersebut terdapat (nama) Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah, dan Abu Hatim menyampaikan bahwa ia yaitu Munkarul Hadits Jiddan. Hal serupa pula dikatakan oleh Imam Al Bukhari. [Mizanul I’tidal, 3/549].

‘Ishamuddin Ash Shababthi menjelaskan dalam Takhrij Al Adzkar, “Hadits tersebut dikeluarkan oleh Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (459) dan sanadnya dhaif (lemah). Di dalamnya terdapat ‘Isa bin Al Qasim ibnu Sami’. Dia yaitu perawi yang shaduq akan tetapi sering menciptakan kesalahan dan sering melaksanakan tadlis serta ia dituduh berpaham qadariyah. Juga diriwayatkan dari Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah. Ibnu Hibban menyampaikan bahwa Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah yaitu dajjal (pendusta besar).” [Lihat catatan kaki kitab Al Adzkar, hal. 217].

Kesimpulan Dari Pendapat Para Ulama Tentang Hadits Di Atas

Dari klarifikasi keadaan perawi di atas, kita sanggup simpulkan bahwa hadits yang menyebutkan lafazh doa makan di atas yaitu hadits dhaif atau Hadits Lemah, sehingga tidak sanggup kita jadikan pegangan apalagi dengan mengamalkannya. Hendaknya kita cukupkan dengan bacaan doa makan sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu bacaan  dengan lafazh “Bismillah”.

Inilah, Doa Makan Sesuai Sunnah Rasulullah

“Umar bin Abu Salamah berkata, “Waktu saya masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tanganku bersileweran di nampan ketika makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ghulam, bacalah Bismilllah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah kuliner yang ada di hadapanmu.” Maka menyerupai itulah gaya makanku sehabis itu.” [HR. Al-Bukhari No. 4957]

Hadis tersebut menjelaskan bahwa kalau mau makan hendaknya membaca basmalah, dengan memakai ajun dan mengambil kuliner dari sajian kuliner yang terdekat.

Tentang bacaan basmalah, sanggup cukup dengan ucapan “bismillah” (بسم الله) atau boleh juga dilengkapi dengan bacaan “bismillahirrahmanirrahim” (بسم الله الرحمن الرحيم).

Jika Lupa Membaca Doa Sebelum Makan

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.”
[HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi menyampaikan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits tersebut shahih]

Wallahu a’lam bishshawab

Demikian ulasan perihal “Hadits Dhaif perihal Doa Makan”, biar menambah khasanah ilmu agama kita sehingga sanggup lebih berhati-hati terhadap banyak sekali hadits Dhaif yang banyak terkenal di tengah-tengah masyarakat kita ketika ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjauhkan kita dari amalan-amalan bid’ah. Aaminn.

___________
Label : Doa, Doa Makan, Doa Sebelum Makan, Hadits
Deskripsi : Dewasa ini telah banyak hadits terkenal yang beredar di tengah-tengah masyarakat yang ternyata merupakan hadits dhaif (lemah). Salah satu hadits terkenal yang mempunyai sanad lemah atau dhaif yaitu hadits perihal doa sebelum makan atau doa makan yang telah umum diajarkan kepada bawah umur kita semenjak di dingklik taman kanak-kanak.

INFO UPDATE