oleh

Galaksi Paling Jelas Di Alam Semesta Awal Berhasil Ditemukan

Pengamatan galaksi BG1429+1202 dengan lensa gravitasi. Kredit: Gabriel Perez (IAC), GTC, WHT

 – Sekelompok tim astronom internasional yang dipimpin oleh para peneliti dari Institut Astrofísika Kepulauan Kanaria dan Universitas La Laguna baru-baru ini berhasil menemukan salah satu galaksi “non-aktif” paling terperinci di alam semesta awal.

Galaksi yang disebut BG1429+1202 tersebut ditemukan dengan “bantuan” dari galaksi elips yang lebih besar yang terletak di depannya dalam pandangan dari Bumi. Galaksi elips tersebut bertindak sebagai semacam lensa gravitasi, mendistorsi galaksi BG1429+1202 dan membuatnya lebih terang.

Menurut teori Einstein, cahaya dibelokkan di sekitar medan gravitasi yang dibangkitkan objek bermassa besar. Efek pembelokan cahaya ini pertama kali dikonfirmasi oleh Arthur Eddington tahun 1919 melalui observasi gerhana Matahari total. Adanya pembelokan cahaya menunjukan bahwa medan gravitasi dapat berperilaku ibarat lensa optik.

Efek lensa gravitasi terjadi saat cahaya dari suatu objek sangat terperinci dan jauh dari Bumi dibelokkan oleh medan gravitasi obyek bermassa besar (berfungsi sebagai lensa gravitasi) yang berada di depannya. Dengan kata lain, Bumi, lensa gravitasi, dan obyek jauh membentuk suatu garis lurus.

Dalam pengamatan kali ini, galaksi elips bertindak seperti menjadi lensa besar, menghasilkan pandangan galaksi BG1429+1202 yang lebih besar dan terang, memungkinkan para astronom untuk melihat detail yang lebih baik dari galaksi di alam semesta awal itu.

“Ini yaitu salah satu galaksi di alam semesta awal yang punya kecerlangan yang sangat tinggi dan juga luminositas intrinsik tinggi,” kata Rui Marques Chaves, seorang doktor di Institut Astrofisika Kepulauan Kanaria.

Galaksi BG1429+1202 terletak pada jarak sekitar 11,4 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Galaksi yang jauh ini memancarkan radiasi Alpha Lyman, yang mengungkapkan bahwa galaksi ini mempunyai populasi bintang yang terbentuk 2,3 juta tahun sehabis Big Bang.

Penelitian galaksi ini telah diterbitkan dalam The Astrophysical Journal Letters.

INFO UPDATE