oleh

Dahsyatnya Keutamaan Wudhu Yang Perlu Kita Ketahui

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat seiman, jumpa lagi dengan kami tim langitallah.com. Kali ini kita akan membahas uraian penting wacana Wudhu. Sahabat sekalian pastinya sudah tidak abnormal lagi dengan kata Wudhu ini. Wudhu yang kita paham merupakan salah satu syarat sempurnanya shalat seorang hamba Allah yang diberikan perintah beribadah hanya kepadaNYA, tanpa mempersekutukanNYA dengan apapun juga selainNYA.

Dahsyatnya Keutamaan WUDHU Yang Perlu Kita Ketahui

Gambar Ilustrasi – Dahsyatnya Keutamaan WUDHU Yang Perlu Kita Ketahui

Keistimewaan Wudhu

Wudhu bukan sekedar membersihkan bagian-bagian anggota tubuh, namun di balik itu ternyata Allah menghendaki hambaNYA yang bertaqwa semoga tidak mengalami kesulitan di hari yang segala kesulitan terhebat berkumpul menjadi satu, ya, hari simpulan zaman kelak. Lho, kok hingga hari simpulan zaman pembahasan kita? Santai kawan, tidak, tidak akan hingga di sana pembahasan kita, Insya Allah lain kali aja. Hari simpulan zaman memang hari yang tidak ada seorang pun penolong kita kecuali diri sendiri bersama amal perbuatan kita semasa kita hidup di dunia, hari yang semua orang panik dan cemas akan keselamatannya. Tapi percayalah, kajian kita wacana Wudhu ini akan sangat berkaitan bersahabat dengan bagaimana keadaan kita kelak di hari kiamat, hari penghakiman. Di simpulan pembahasan ini, dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala, sahabat sekalian akan sanggup menyimpulkan sendiri apa kaitan antara Wudhu dengan hari simpulan zaman itu. Maka kami sarankan semoga sahabat sekalian sanggup membaca isi kajian singkat ini dengan pelan dan hati-hati semoga sahabat sekalian sanggup memahami intisari pembahasan demi pembahasannya.

Baiklah, kita masuk ke pokok kajian kita wacana Wudhu ini. Ada banyak dalil yang sanggup kita jumpai terkait dengan duduk kasus Wudhu, tata cara Wudhu, hingga pada apa saja keutamaan wudhu itu sendiri dari banyak sekali kitab yang terhimpun dan disusun kembali dengan runut dan {Insya Allah} lengkap oleh para ulama besar dan terpercaya terdahulu.

Dalil – dalil Disyari’atkannya Wudhu

Disyari’atkannya wudhu ditegaskan menurut 3 macam alasan utama, diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam Al Qur’an, surat Al Maidah pada ayat 6, yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kau hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu hingga dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu hingga dengan kedua mata kaki. “

2. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang berbunyi :

لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتّى يتوضّأ

“Allah tidak mendapatkan shalat salah seorang di antaramu jika ia berhadats, sehingga ia berwudhu” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

3. Ijma’ para Ulama

Telah terjalin janji kaum muslimin atas disyari’atkannya wudhu sejak zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam hingga ketika ini. Sehingga tidak sanggup disangkal lagi bahwa kasus wudhu yakni merupakan suatu ketentuan yang berasal dari agama kita, agama yang paling benar di sisi Allah, agama Islam.

Keutamaan Wudhu

Dalam banyak sekali buku atau kitab agama Islam, ada banyak sekali hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan-keutamaan berwudhu, namun kali ini cukup kita sebutkan beberapa bab di antara sekian banyak dalil – dalil hadits yang menyebutkan keutamaan berwudhu. Sahabat sekalian sanggup mencari beberapa tumpuan dari kitab ulama terpercaya untuk memperoleh kajian fiqih yang mengkaji lebih mendalam perihal keutamaan berwudhu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا و يرفع به الدّرجات؟ قالوا : بلى يا رسول الله. قال: إسباغ الوضوء على المكاره و كثرة الخطا إلى المسجد وانتظار الصلاة بعد الصلاة. فذلكم الرباط. فذلكم الرباط. فذلكم الرباط.

“Maukah saya tunjukkan kepadamu perbuatan yang Allah akan menghapuskan dosa-dosamu dan mengangkat derajatmu?” Para sahabat menjawab: “Mau ya Rasulullah.” Nabi menjawab: “Menyempurnakan wudhu dalam masa keberatan/susah (merasa dingin) dan banyak langkah menuju masjid serta menunggu shalat demi shalat, itulah ribath* (perjuangan), itulah perjuangan, sekali lagi perjuangan. “ [HR. Muslim]

* Ribath yakni berjihad dan berjuang di jalan Allah artinya terus menerus bersuci dan beribadah sama nilainya dengan berjihad di jalan Allah.

إذا توضّأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها بعينيه مع الماء أو مع آخر قطر الماء، فإذا غسل يديه خرج من يديه كلّ خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع آخر قطر الماء، فإذا غسل رجليه خرجت من كلّ خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر قطر الماء حتّى يخرج نقيا من الذنوب

“Jika seorang muslim atau mukmin berwudhu, lalu ia membasuh mukanya, keluarlah dari mukanya semua dosa yang dilihat dengan matanya bersama air atau tetesan yang terakhir dari air, dan jika membasuh kedua tangannya,  keluarlah dari tangannya tiap dosa yang disentuh dengan tangannya bersama air atau tetesan yang simpulan dari air dan jika membasuh kakinya, keluarlah semua dosa yang telah dijalani oleh kakinya bersama air atau tetesan air yang terakhir,  hingga ia keluar higienis dari semua dosa.” [HR. Muslim]

Sumber rujukan : Buku Panduan Mudah Rukun Islam, Darul Haq, Jakarta. Cetakan I, Rajab 1422 H. / Oktober 2001 M.

Itulah dahsyatnya keutamaan wudhu yang perli kita ketahui bersama. Subhanallah, begitu Maha Suci Allah yang dengan sifat Maha Pengasih dan PenyayangNYA bahkan dengan menyempunakan wudhu saja dosa – dosa kita semuanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dihapuskan atas kehendakNYA. Sahabat, keutamaan tersebut gres sebagian dari sekian banyak keutamaan dari ber wudhu yang sanggup kita peroleh dengan mengetahui ilmunya lalu menjalankannya sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nah sahabat sekalian,  begitu pentingnya kasus wudhu ini untuk kita pahami, bukan hanya sekedar mengetahui perintahnya saja. Dengan memahami fadhilah dan keutamaan wudhu kami yakin ibadah shalat kita akan lebih khusyuk dengan semata-mata mengharap Ridha Allah Subhanahu wata’ala.

Sahabat, demi kelangsungan ibadah dakwah, tentunya kami sangat berharap tugas kita semua untuk jangan hanya kita saja yang memahami arti penting dari thaharah sebagai landasan ibadah kita ini. Mari kita bagikan dan teruskan gosip besar hati ini kepada sahabat seiman kita yang mungkin saja masih banyak yang belum memahami arti pentingnya thaharah ini. Allah berfirman di dalam Al Qur’an pada Surah Al Ashr :

“Demi Masa (1); Sesungguhnya Manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2); kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3).” [QS. Al Ashr : 1-3].

semoga kita tidak tergolong dalam golongan insan yang rugi sebagaimana ayat 1 dalam surah Al Ashr di atas. Wallahu A’lam Bishshawab. [Tim Redaksi LangitAllah.com]

News Feed