oleh

Contoh Teks Khutbah Jum’at Keutamaan 10 Muharram Terbaru 1439 H

Khutbah Jumat Keutamaan 10 MuharramBulan muharram yaitu termasuk dengan kata ghori bulan yang dimulyakan oleh Alloh SWT, alasannya Alloh SWT membuat hitungan bulan dalam satu tahun itu ada 12 bulan, dari 12 bulan tersebut ada empat bulan yang dimulyakan oleh Alloh SWT, diantaranya: Bulan Rojab, bulan Dzul qa’dah, Dzul hijjah dan terakhir yaitu bulan Muharram. Bulan yang empat ini semuanya memiliki peristiwa-peristiwa yang bersejarah dalam pedoman agama Islam.

Betapa mulianya bulan muharam itu bagi kita sebagai umat islam maka pada bulan itu utamanya pada tanggal 10 muharam umat Islam di sunatkan untuk memperbanyak amalan-amalan mirip melaksanakan puasa sunat, shodaqoh jariah, terutama menawarkan derma pada belum dewasa yatim piatu para jompo yang ada di sekitar kita atau bila kita masih memungkinkan untuk yang jauhnya itu alangkah baiknya.

Makanya Admin disini akan menawarkan sedikit uraian khutbah jumat yang dijadikan tema  khutbah jum’at  insiden 10 muharram, alasannya pada bulan muharram terutama pada tanggal 10 yang lebih dikenal dengan Hari Asyura’ ini mengandung banyak peristiwa-peristiwa yang penting, yang mana kita ingat kembali betapa para Nabi mendapat kemenangan pada hari itu

Bismillahirrahmannirrahim,
Assalaamu’alaikum Wr Wb.

الحمد لله على نعمه فى أول الشهر من السنة الهجرة التامة, الذى جعل هذا اليوم من أعظم الأيام الرحمة, أحمده حمد الحامدين, واستعينه أنه خيرالمعين, وأتوكل عليه انه ثقة المتوكلين أشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المجتبى وسيد الورى رحمة للعالمين. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين وسلم تسليما كثيرا
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوْا اللَّهَ وَافْعَلُوْا الْخَيْرَاتِ وَاجْتَنِبُوا السَّيِّئَاتِ. اِتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

Hari ini kita masih berada di bulan Muharram. Waktu terus berlalu, hari demi hari dengan tidak kita sadari, hari dan malam satu demi satu berlalu meninggalkan kita. Umur kita detik demi detik pun terus berkurang, dari hari kita lahir terus mendekatkan kita pada hari simpulan hidup , yaitu hari meninggalkannya dunia yang fana ini.

Seorang ulama sufi yang populer berjulukan Hasan Basri menggambarkan hidup insan diibaratkan dengan sejumlah angka hari. Apabila ilang satu hari, maka berkuranglah sebagian dari diri insan ini. Tiap muslim dan muslimat harus selalu mengenang nilai setiap hari dalam umurnya. Dia harus selalu mencari jalan untuk sanggup memanfaatkan umurnya sebaik mungkin. Janganlah ia membuang-buang waktu percuma umurnya tidak mendapat faedah apa-apa, kerana hari yang berlalu itu, tidak akan kembali lagi. Maksud sepotong hadith Qudsi:
Ana yaumul jadid……Fabi ‘amalika syahid.

“Tiap hari fajar terbit, maka hari akan berkata: Wahai manusia, saya ini yaitu makhluk baru, saya menyaksikan setiap perbuatan yang kau lakukan, maka ambillah kesempatan yang ada pada hari kau ini untuk membuat kebaikan, kerana apabila saya berlalu, sesungguhnya saya tidak akan kembali lagi sehingga hari Qiamat.

Sidang Jumaat yang berbahagia,

Di dalam Al-Quran ada beberapa ayat yang menjelaskan perihal masa dan yang menyatakan bahawa hidup insan itu selalu berkurang dan rugi. Allah bersumpah dengan masa dalam firmanNya:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa, sesungguhnya insan itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, bersedekah shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Dari itu, seharusnya kita berusaha untuk senantiasa membuat kebajikan dan amal baik dan sentiasa membuat muhasabah terhadap umur kita masing-masing, alasannya umur kita itu bersama-sama pendek. Jagalah ia, jangan hingga membuat prebuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi hari akhirat. Sebagai muslim dan muslimat, kita sentiasa dipesan dan diperingatkan khususnya pada hari Jumaat mirip hari ini semoga kita bertaqwa. Agar kita selau berbuat taat dan meninggalkan ma’siat. Harus mengenang nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita. Betapa banyaknya nikmat yang kita rasakan setiap dikala dan detik ini, tidak bisa kita menghitungnya. Ambillah kesempatan yang terbentang di depan kita. Cobalah dapatkan kemanfaatan dari hidup kita ini. Jagalah diri, jangan hingga terlena dari mengerjakan kewajiban oleh bujukan nafsu dan syaitan. Allah telah menyebabkan materi bakar neraka Jahannam dari orang-orang yang lalai, sebagaimana firmanNya yang menegaskan surah Al-Araf, ayat 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Maksudnya: Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahannam, kebanyakan dari jin dan insan yang memiliki hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami kebenaran agama, memiliki mata, tetapi tidak melihat dengan matanya, dan memiliki pendengaran tetapi tidak mendengarkan dengan telinganya, orang-orang itu mirip hewan ternak, bahkan lebih sesat, itulah orang-orang yang lalai.

Sidang Jumaat yang berbahagia,

Marilah kita menganalisa diri kita masing-masing. Apakah kita telah mendapat faedah atau malah menanggung rugi?

Dengan adanya tanggal 10 Muharram yang populer dengan nama Hari Asyura’. Menurut riwayat, hari Asyura’ ini yaitu hari kejayaan dan kemengangan para rasul dan beberapa nabi yang terdahulu atas musuh-musuh mereka. Kita seharusnya mengambil tauladan pada hari itu kerana Allah telah menjadikannya sejarah kebangkitan dari kejatuhan sesuatu umat dari era ke era untuk menjadi iktibar dan pelajaran bagi umat-umat yang akan datang, dan sebagai satu citra antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang yang ingkar. Hal itu ditegaskan secara umum dalam Al-Quran, mirip mana firmanNya dalam surah Ali Imran, ayat 140:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Jika kau (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejadian dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara insan (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kau dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.(QS. 3:140)

Sidang Jumaat yang berbahagia,

Pada hari yang kesepuluh bulan Muharram yang populer dengan sebutan Hari Asyura’ ini, di zaman dulu banyak terjadi peristiwa-peristiwa penting yang memiliki nilai-nilai perjuangan. Sebahagian dari padanya dikisahkan dalamAl-Quran yaitu dongeng Nabi Musa a.s, kemenangan Nabi Nuh a.s dan sebagainya.

Peristiwa-peristiwa itu, terjadi pada hari kesepuluh bulan Muharram. Rasulullah s.a.w menganjurkan kepada umatnya supaya mengambil nilai-nilai ruhaniah dari peristiwa-peristiwa tersebut. Tetapi bukan dengan merayakannya dengan cara2 yang tidak islami, namun dengan menjadikannya sebagai hari untuk meningkatkan ibadah dan amal kita kepada vAlloh SWT. Di antaranya dengan berpuasa pada Hari Asyura’. Keistimewaan berpuasa pada bulan Muharram itu dijelaskan dalam satu hadith Rasulullah s.a.w:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ ، وَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْمَفْرُوضَةِ صَلاَةٌ مِنَ اللَّيْلِ

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “Puasa yang paling utama sesudah Ramadhan yaitu puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu yaitu shalat malam.” (HR:Muslim)

Yang dimaksudkan dengan puasa bulan Muharram itu ialah puasa pada Hari Asyura’ mirip yang ditegaskan lebih terang dalam satu hadith yang lain:

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: Puasa hari ‘Asyura, sungguh saya berharap kepada Allah semoga menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.

Oleh alasannya hari Asyura’ ini hari yang mulia, maka Islam menganjurkan semoga kita membuat kebajikan kepada fakir miskin, kaum keluarga, khasnya belum dewasa sendiri yang bisa membuat mereka merasa senang dan bersukaria. Ajaran ini dijelaskan dalam satu hadith yang menyatakan:

Yang bermaksud: Barang siapa yang melapangkan jiwa dengan member hadiah-hadiah kepada anak cucu dan keluarganya pada hari Asyura’, nescaya Allah akan menawarkan kepadanya akomodasi rizqi sepanjang tahun itu-(Hadith riwayat Al-Baihaqi).

Semoga Allah menawarkan kita taufik untuk melaksanakan amal soleh yang Ia ridhai. Amin…..

Itulah yang sanggup Saya sampaikan  contoh khutbah jum’at Keutamaan 10 muharam semoga ada keuntungannya bagi kita semua dan kita bisa melaksanakannya, mirip pada artikel sebelumnya kami telah menyajikan khutbah idul fitri, khutbah jumat singkat, podato singkat kemerdekaan dan yang lainnya bahkan kata ucapan tahun gres 1439 yang nantinya pada waktu pergantian tahun gres hijriyah kita bisa lebih memeriahkannya mirip memeriahkan pada pergantian tahun gres masehi.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْل
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

News Feed