oleh

Benarkah Shalat Jum’At Punya 2 Adzan? Apa Dalilnya?

ilustrasi : kalimat motivasi shalat jum’at

 

Benarkah Shalat Jum’at Punya 2 Adzan? Apa Dalilnya?


Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Benarkah Shalat Jum’at Punya 2 Adzan? Apa Dalilnya?
Banyak di antara kaum muslimin yang masih mempertanyakan, apakah benar bahwa pada shalat jum’at itu mempunyai 2 adzan?. Ada yang menjawab benar, shalat jum’at mempunyai 2 adzan, namun ada juga yang menyampaikan hanya 1 kali adzan saja. Bahkan ada yang beropini bahwa pada shalat jum’at justru mempunyai 3 adzan.

Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah adzan pada hari jum’at, namun perbedaan itu tentu mempunyai dalil berpengaruh yang masing-masing ulama berpegang teguh padanya. Sehingga sebaiknya kita tidak harus saling menyalahkan satu sama lain hanya lantaran jumlah adzan yang berbeda-beda pada wilayah atau tempat tertentu dengan tempat lainnya.

Pada kasus ini, kita mesti kembali merujuk pada hadits dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Apakah Nabi Memerintahkan 2 kali Adzan pada Shalat Jum’at?


Perlu kita ketahui bahwa pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adzan jum’at hanya dikumandangkan 1 kali saja yaitu ketika khatib (Rasulullah) berada di atas mimbar, dan di iqamat sehabis khutbah. Dan waktu shalat jum’at yaitu pada waktu masuknya shalat dzuhur.

Adapun dalil hadits yg menjelaskan 2 adzan pada hari jum’at, yaitu :

“Saib ibnu yazid bercerita bahwa adzan pertama di zaman nabi, dan bubuk bakar dan umar, di hari jum’at (shalat jum’at) itu ketika khatib sudah duduk di atas mimbar, maka tatkala di zaman Khalifah Utsman bin Affan sebagai pemimpin, dan insan sudah mulai banyak,maka Khalifah Utsman bin Affan memerintahkan untuk adzan ketiga (pada shalat jum’at) maka dikumandangkanlah adzan di salah satu tempat di pasar madinah, maka tetaplah hal itu.” [Sunan Abi Dawud, kitab Ashshalah, no. 1087]

Adzan ketiga maksudnya, yang pertama adzan di pasar, kedua adzan di masjid ketika khatib berada di atas mimbar, adzan ketiga yaitu iqamat (di masjid) untuk shalat.

Dan apa yg dilakukan oleh sahabat Utsman bin Affan itu bukanlah bid’ah karna Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين

artinya:
“atas kalian sunnahku dan sunnah Al-Khulafaa (Abu Bakr Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib), mereka telah diberi petunjuk dan hidayah.” [Sunan At-Tirmidzi, no. 2676]

Berdasarkan hadits di atas maka jelaslah bahwa apa yang dilakukan oleh khalifah Utsman bin Affan (sebagai yang telah diberi petunjuk dan hidayah) tidak disalahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau seandainya Rasulullah pada dikala itu masih hidup. Sehingga, bagi umat muslim yang melakukan 2 kali adzan di tambah adzan (iqamat) sebelum shalat itu benar, dan yang melakukan 1 kali adzan di tambah adzan (iqamat) sebelum shalat itu juga benar. Dan masing-masing mempunyai landasan hadits yang kuat.

Akan tetapi tentunya lebih utama kalau kita cukupkan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu dengan 1 (satu) adzan (setelah khatib di atas mimbar) dan ditambah 1 adzan (iqamat) untuk shalat. Namun bagi yang beropini bahwa dengan semakin banyaknya jumlah kaum muslimin, maka tidak bisa dipersalahkan dan itu juga benar, alasannya yaitu telah bersepakat para ulama untuk membolehkannya dengan dasar sebagaimana yang dilakukan semenjak khalifah Utsman bin Affan menjadi pemimpin kaum muslimin.

Adapun yang beropini adzan jum’at itu ada 2 kali adzan adalah bahwa adzan pertama itu mempunyai maksud untuk mengingatkan akan segera masuknya waktu shalat jum’at, mengingat banyaknya kaum muslim yang sibuk dengan perniagaan di pasar dan di kantor-kantor. Sehingga dengan dikumandangkannya adzan yang pertama maka umat muslim segera menghentikan aktifitasnya dan berkemas-kemas menuju panggilan adzan pertama.


Demikian, agar artikel
Benarkah Shalat Jum’at Punya 2 Adzan? Apa Dalilnya?” sanggup bermanfaan bagi para pembaca sekalian, sekaligus menambah khasanah ilmu kita yang Insya Allah sanggup menjaga ekspresi kita dari perpecahan akhir perbedaan pendapat dari saudara seiman kita. Semoga ilmu ini sanggup menjadi jalan mengalirnya pahala jariyyah bagi kita yang bisa mengingatkan saudara-saudara kita yang masih belum memahami wacana dalil jumlah adzan shalat jum’at ini.
 
Wallahu a’lam bishshawab

Referensi : Jawaban Al-Ustadz Zaid Al Buthony Hafizhahullah atas pertanyaan seseorang jamaah yang mengikuti ta’lim darinya

Label : Hadits, Aqidah, Akhlak, Adzan, Jum’at, Adzan Jum’at
Deskripsi : Banyak di antara umat islam yang mempertanyakan apakah benar bahwa pada shalat jum’at itu mempunyai 2 kali adzan?. Sebagian menjawab benar, shalat jum’at mempunyai 2 kali adzan, namun ada juga yang menyampaikan hanya 1 kali adzan saja. Bahkan ada yang beropini bahwa pada shalat jum’at justru mempunyai 3 adzan. Manakah yang boleh kita ikuti? Adakah dalil yang mendasarinya?

News Feed