oleh

Batu Bacan Agar Cepat Kristal

Batu bacan memang sedang menjadi primadona bagi penggemar dan para kolektor. Dalam beberapa bulan terakhir ini batu permata atau akik memang sedang naik daun sehingga banyak jenis batu mulia yang sering incaran banyak penghobi baik dalam maupun luar negeri. Salah satu batu yang menjadi favorit merupakan batu bacan atau sering dikenal dengan sebutan ‘Giok Indonesia’.

Batu permata asal pulau Kasiruta di kepulauan Bacan Halmahera Maluku Utara itu memang memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri dibanding dengan lainnya. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai ‘Batu hidup atau Bernyawa’ karena kemampuannya mengkristal secara alami meskipun sudah dibentuk menjadi batu cincin

Cara Agar Batu Bacan Cepat Kristal

Banyak cara merawat batu Bacan Hitam menjadi Bacan hijau kristal. Tratment untuk mengangkat kapur atau menghilangkan hitam menjadi hijau supaya selalu tampak segar dan kinclong. Sepertinya setiap pecinta Batu Bacan memiliki cara dan tratment sendiri-sendiri yang didasari pengalaman masing-masing, semua berlomba mengolah Batu Bacan miliknya menjadi Hijau dan kristal.

Meskipun batu ini bersifat kristal, gak semua jenis batu ini mengeluarkan kilau indah dan cantik. Terlalu banyak penghobi menyebutnya batu muda atau belum berproses secara sempurna untuk membentuk kristal, tetapi lazimnya seiring waktu, cepat atau lambat batu akan terkristal secara alami

Beberapa cara yang diperoleh dari para pecinta batu akik, terutama batu Bacan. Hasil tratment yang dilakukan tentunya berbeda-beda tapi bagi agan-agan yang belum pernah mencoba gak ada salahnya gunakan cara ini. Kuncinya bahan yang berbeda serta ketekunan dan waktu tratment juga ikut mempengaruhi hasil prosesnya.

Salah satu keunikan Batu Bacan baik Bacan Doko, Bacan Palamea, Gulau, elektrik Bacan Obi dan lainnya. Batu Bacan adalah kemampuan Batu Bacan bermetamorfosis, perlahan batu Bacan hitam kandungan kapurnya akan terdesak keluar dan batu Bacan pun menghijau menjadi Batu Bacan kristal. Perkembangan Batu Bacan yang masih hitam menjadi Batu Bacan Kristal inilah yang mendasari pecinta Bacan Doko dan Palamea melakukan Treatmen.

Batu Bacan yang sudah mengkristal akan terlihat sangat indah, warna hajaunya tampak alami dan trasparan sehingga bisa tembus cahaya, tanpa penghalang dan membuat batu tampak jernih, meskipun mungkin masih ada bercak-bercak tetapi biasanya jika dilakukan perawatan yang baik dalam waktu singkat bisa bertambah jernih.

Hanya saja proses kristalisasi secara alami membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga banyak penghobi yang melakukan berbagai cara supaya batu bacan cepat kristal dengan melakukan berbagai trik seperti perendaman dan memanaskan batu pada suhu tertentu. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang bisa dilakukan supaya batu bacan cepat kristal dan berkilau (mengkilap) yaitu dengan cara sebagai berikut di bawah ini.

  • Soaking

Soaking merupakan peroses perendaman batu dalam 1 buah wadah yang berisi air dingin atau hujan atau air yang gak berisi zat kapur. Proses ini bisa memakan waktu 24 jam (sehari semalam) untuk memastikan air menyerap dengan sempurna ke dalam batu. Fungsi perendaman ini untuk mengangkat zat non alam yang terdapat dalam batu seperti minyak atau cairan kimia. Kerena kemungkinan saat peroses pembentukan atau threatmen dari pengrajin pernah direndam dengan ciran kimia.

  • Drying

Drying merupakan proses pengeringan. Caranya angkat dari dalam rendaman untuk berikutnya dilap dengan kain/bahan lembut sambil diangin-anginkan supaya batu mongering secara alami dalam suhu normal (jangan dijemur) proses ini memakan waktu selama 2 hari

  • Heating

Proses pemanasan dengan suhu 70-80 derajat Celcius. Tetapi sebaiknya ambil langkah aman dengan menjemur pada terik matahari mulai dari pukul 09. 00 sampai pukul 11. 00 WIB. Proses ini akan mengubah warna batu yang semua gelap, hitam ata coklat akan terlihat mulai berubah menjadi hijau atau biru dan mulai merata dan terlihat agak jernih

Waktu proses pemanasan bisa memakan waktu beberapa hari tergantung berubahan yang terlihat sampai batu berwarna merata. Tetapi, hal yang perlu diingat saat melakukan penjemuran pastikan batu gak berisi air lagi didalamnya setelah melakukan proses perendaman dan pengeringan yang sudah dilakukan sebelumnya.

  • Cooling

Proses pendinginan batu. Setelah dilakukan pemanasan atau penjemuran, jika batu sudah terlihat mulai jernih dengan warna merata maka langkah terakhir merupakan pendinginan (cooling) secara merendam pada air hujan atau bisa memakai minyak zaitun atau minyak kayu putih. Setelah proses ini batu bacan akan terlihat mengkilap dan mengkistal.

Langkah 1 sampai 4 bisa dilakukan secara berulang untuk memastikan batu bacan cepat kristal, jika masih ada bercak atau warna yang terlihat belum merata. Tapi sebaiknya lakukan secara berhati-hati untuk memastikan gak terjadi kesalahan. Untuk lebih meyakinkan anda bisa bertanaya langsung di toko-toko penjual batu permata atau pada orang-orang yang memiliki banyak pengalaman. Semakin banyak pengetahuan tentu akan semakin baik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INFO UPDATE