oleh

Batu Akik Fire Opal

Batu akik Fire Opal merupakan batu asli Wonogiri dan banyak ditemukan di wilayah kecamatan Tirtomoyo tepatnya di wilayah atau bukit manggal dan dan wilayah Kecamatan Kismantoro Jateng.atau yang juga disebut Batu Barjad Api asal Wonogiri, memang sedang tred dan terkenal dalam beberapa bulan belakangan ini, sehingga sering kali menjadi buruan banyak kolektor dan para pencinta batu cincin di tanah air. Keindahan batu ini konon mampu mengalahkan keindahan batu sejenis asal Meksiko dan Tanzania.

Harganya pun kian melayang seiring dengan popularitasnya yang terus menanjak, mulai dari harga ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Bahkan popularitas batu ini sudah setara dengan batu-batu terkenal lainnya seperti batu black opal kalimaya, batu bacan, giok dan lain-lain sebgainya.

Batu Fire Opal (Barjad Api)

Hanya saja mungkin gak seterkenal dengan batu bacan yang sudah dikenal lebih dulu oleh masyarakat sebagai batu berkualitas unggulan asli Indonesia. Tetapi demikian batu ini tetap masuk dalam jajaran batu berkualitas yang banyak diburu para kolektor. baca juga Batu Akik NgeTrend Saat ini di 2015

Selama ini batu fire opal identik dengan batu asal Meksiko dan Tanzania bahkan negara itu pernah mengklaim sebagai satu-satunya negara yang menghasilkan batu fire opal di dunia. Meski belakangan diketahui bahwa batu fire opal ternyata juga ditemukan di Indonesia (Jawa sedang) bahkan kualitasnya jauh lebih keren dibandingkan dengan fire opal asal meksiko.

Asal Usul Batu Fire Opal

Asal Usul Batu Fire Opal ini sebagian penghobi mengetahui bahwa batu fire opal berasal dari pacitan Jawa Timur. Padahal sebenarnya batu itu merupakan batuan asli asal Wonogiri Jawa Sedang. Hanya saja kebetulan batu itu banyak digarap oleh olah pengrajin dari daerah pacitan sehingga batu itu dinilai sebagai batu pacitan.

Asal mula batu ini dikenal sebagai batu Pacitan karena masyarakat yang menemukan batu itu menjualnya ke pengrajin asal Pacitan. Maka saat para pengrajin akan menjualnya kembali pada pengguna baik dalam bentuk batu cincin atau perhiasan, mereka memperkenalkan sebagai batu Pacitan, sehingga banyak yang beranggapan bahwa batu itu berasal dari Pacitan.

Pada biasanya batu itu banyak ditemukan di Daerah pegunungan seperti di Gunung Muser Kecamatan Kismantoro terutama pegunungan yang masih alami dengan struktur tanah yang masih dalam kondisi keren, gak mengalami kerusakan (erosi) atau masih dalam formasi utuh.

Adapun material penyusun pada batu fire opal itu terdiri dari silika dan H2O dengan tingkat kekerasan batu antara 5, 2 s/d 5, 7 skala Mohs atau masih dibawah batu bacan yang memiliki kekerasan 6-7 skala mohs.

Para penambang banyak menemukan batu ini ditebing-tebing yang memang susah di jangkau. Oleh karena itu pada saat musim hujan harga batu fire opal semakin mahal karena terbatasnya stok di pasaran lantaran para pencari batu gak memungkin untuk melakukan pencarian bahan opal dengan kondisi alam yang licin dan curam.

Menurut praktisi pertambangan asal Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri menjadi salah satu penghasil batu akik karena usia bebatuan di daerah itu sudah terbilang tua. “Sehingga sebagian unsur mineral di alam sudah bermetamorfosis menjadi batu mulia, ” katanya. Usia batu mulia Wonogiri termasuk tua karena berada pada jalur pegunungan purba yang membentang dari Gunung Kidul (DIY), Wonogiri (Jateng), sampai Pacitan (Jatim). Pegunungan purba itu muncul dari desakan lempeng bumi, sehingga wilayah Wonogiri kemudian terangkat kemudian membentuk pegunungan dan perbukitan.

Salah satu jenis batu mulia khas Wonogiri yang sedang naik daun adalah fire opal. Batu itu punya karakteristik yang unik. Kristal di dalamnya mampu memantulkan dan membiaskan cahaya, sehingga hampir menyerupai nyala api. Ada beberapa varian fire opal. Antara lain kuning teh, hijau cincau, putih, biru, dan paling mahal adalah yang memiliki warna merah cerah.

Batu itu bisa dijumpai di gunung purba yang belum mengalami erosi, sehingga lapisan tanahnya masih dalam kondisi formasi utuh. “Itulah sebabnya, material penyusun opal terdiri atas silika dan H2O. Batu Fire opal banyak dijumpai di Bukit Manggal Kecamatan Tirtomoyo dan Gunung Muser Kecamatan Kismantoro. Menurut aku, kwalitas batu fire opal Wonogiri terbaik di dunia karena tingkat kekerasannya mencapai 5, 2-5, 7 skala Mohs, ” terangnya. Pada musim hujan, fire opal semakin langka. Karena batu mulia itu ditambang dari tebing-tebing yang curam dan akan menjadi licin saat hujan tiba. Sehingga harganya pun melayang dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah per biji. Meskipun demikian, para penggemar tetap berdatangan ke pengrajin dan penambang untuk memburu batu mulia khas Wonogiri itu.

Jenis Kristal Wonogiri juga menyimpan batuan mulia jenis kristal amethyst. Jika mineral penyusunnya mengalami pemanasan epithermal kemudian diikuti pendinginan yang sempurna, akan menciptakan kristal-kristal yang keren. Hasil pemolesan kristal amethyst bisa menciptakan varian akik lavender dan kecubung. Ada pula kristal amethyst berwarna merah dengan kristal yang belum sempurna.

Ciri Khas Batu Fire Opal

Semua jenis batu akik memiliki ciri khas tersendiri sehingga bisa dibedakan dengan batu jenis lain, meskipun secara umum batu akik terlihat memiliki kesamaan corak, tetapi bagi mereka yang sudah paham tentang seluk beluk batu akik tentu akan bisa dengan mudah membedakan 1 sama lain

Secara detail dan mudah untuk dipahami. Ciri – Ciri Batu Akik Fire Opal Wonogiri yang mudah yakni Batu Akik Fire Opal jika terkena sinar cahaya akan memantulkan atau bisa dalam Batu Akik Fire Opal itu seperti nyala api. Bagi orang yang sudah paham tentang ciri khas Batu Akik Fire Opal sangat mudah untuk membedakannya. Batu Akik Fire Opal memiliki berbagai warna seperti warna putih, hijau, biru, kuning teh dan merah cerah.

Hal itu juga berlaku pada kejenis batu akik fire opal. Batu ini juga memiliki ciri khas tersendiri sekalian menjadi keunikan yang selama ini sudah menjadi daya tarik bagi para penggemar batu akik.

Keunikan dan ciri khas batu fire opal diantaranya kemampuannya memantulkan cahaya atau bias sinar dari dalam batu yang menyerupai nyala api sehingga batu ini juga dikenal dengan nama fire (api) atau barjad api yang saat ini cukup terkenal dikalangan pencinta batu permata. Batu ini juga memiliki beberapa varian warna antara lain warna kuning teh, putih, biru, hijau cincau, dan merah cerah atau warna paling mahal.

Khasiat Batu Barjad Api (Fire Opal)

Terlalu banyak penggemar batu akik gak mempercayai adanya khasiat dalam 1 buah batu permata atau akik, tetapi sebagian yang lain, ada yang percaya bahwa batu akik atau batu kristal memiliki khasiat yang terjadi secara alami setelah sekian lama terproses membentuk kristal dalam perut bumi.

Hal itu, katanya berlaku untuk semua jenis batu akik termasuk batu fire opal. Menurut mereka yang percaya, bahwa batu barjad api bisa membawa ketenangan dan ketentraman bagi penggunanya. Ketenangan bisa mereka peroleh dari rasa percaya diri setelah mengenakan batu yang mereka suka atau bisa karena rasa puas yang dirasakannya setelah menikmati keindahan batu fire opal atau barjad api yang dimiliki.

Hargat Batu Barjad Api (Fire Opal)

Harganya mencapai ratusan ribu rupiah perbiji. Ada juga batu bunglot yang menjadi khas daerah Khyangan, Kecamatan Tirtomoyo. batuan itu berisi unsur besi yang tinggi seperti halnya badar besi. Warnanya hitam berkabut dan kadang dijumpai urat-urat emas di dalamnya. “Harganya juga ratusan ribu per biji. Jika kualitasnya keren, bisa sampai jutaan rupiah, ” imbuhnya.

Selain jenis bayu fire opal, di wilayah Wonogiri juga terdapat batu jenis Jasper. Batu jasper merah hati bisa menghasilkan varian akik ati ayam, jasper hijau bisa memunculkan akik nogosui, dan jasper multiwarna bisa memunculkan akik pancawarna. Jasper banyak dijumpai di Kecamatan Kismantoro, Karangtengah, Tirtomoyo, dan Jatiroto. “Harga akik berbahan jasper biasa kurang dari Rp 100. 000. Tapi yang pancawarna bisa lebih dari Rp 100. 000 per biji, ” katanya.

Adapun batu jenis carnelian dan chalsedony juga bisa menghasilkan varian batu akik red tomato, red baron, yaman atau sulaiman. Harga red tomato dan red baron bisa lebih dari Rp 500. 000 per biji. “Carnelian dan chalsedony banyak dijumpai di Sungai Wiroko dan Sungai Sukoharjo, ” ujarnya.

Batuan mulia dari Wonogiri lainnya merupakan agate, badar lumut dan badar tawon. Akik badar lumut unik karena terdapat serat yang menyerupai lumut di dalamnya. Adapun badar tawon terdapat serat yang menyerupai sarang tawon. “Badar tawon bisa dijumpai di daerah Purwantoro dan Kismantoro, ” imbuhnya. Walyono (49), perajin batu mulia Permata Sari, Dusun Wates RT2 RW5 Kelurahan/Kecamatan Giriwoyo mengatakan, setelah dipoles dan dibentuk, harga batu fire opal bisa mencapai ratusan ribu sampai jutaan rupiah. “Fire opal sedang ngetren sekarang dan jadi target buruan kalangan kolektor.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INFO UPDATE