oleh

Bahaya Melempar-lemparkan Bayinya Ke Udara

Bahaya Yang Sering Dilakukan Orang Tua Terhadap Bayi dan jangan Melempar-lemparkan Bayinya Ke Udara karena Bayi merupakan anak dari orang atau hewan yang masih berusia sangat balia. Saat bayi sudah mulai berjalan dan disebut dengan balita.Biasanya istilah bayi diberikan pada anak orang yang berusia di -12 bulan, tetapi definisi di berbagai tempat bisa beragam, bahkan ada yang sampai 2 tahun. Dalam konteks kedokteran, bayi yang baru berusia di bawah 28 hari disebut neonata (dari bahasa latin neonatus, “yang baru dilahirkan”). Istilah bayi prematur dan bayi posmatur merujuk kepada bayi yang dilahirkan dengan durasi kehamilan yang gak biasa. Bayi yang belum lahir disebut dengan janin (fetus). baca juga Perbedaan Kembar Identik dan Non-Identik

Menurut Pakar kedokteran mengidentifikasi satu jenis penyakit yang serius kepada bayi, namanya “Sindrom Kematian Mendadak”  Salah satunya pemicunya ini ialah guncangan kepada tubuh bayi. Pernah menatap orangtua yang melempar-lemparkan bayinya menuju udara lalu menangkapnya untuk mendengar sang bayi tertawa terbahak bahak ataupun mengguncang-guncang bahunya keras seraya berekspresi lucu. berhentilah melakukan hal demikan karna akan berdampak bahanya terhadap bayi anda.

Kalau Kamu melaksanakan demikian, maka berhentilah lekas. Dan juga kalau menatap manusia yg lain berbuat begitu kepada bayi mereka, cegahlah, sebab amat berbahaya. Selain tersebut, rata-rata sekitar 100 bayi di Jerman tiap tahun mengalami kerusakan parah di otak sebab mereka diguncang-guncang pengasuhnya, yang hampir di seluruh kasus, “terlalu terbebani”.

Laporan mengenai angka tersebut berlandaskan sensus dari unit penyakit langka anak-anak di Jerman. Asosiasi Dokter Anak di Jerman memperkirakan angka bayi yang mengalami trauma akibat diguncang-guncang, sebenarnya lebih tinggi lagi.

Guncangan keras selama lima detik saja telah lumayan untuk merusak fungsi-fungsi otak, ” kata profesor Hans-Juergen Nentwich, anggota dewan direktur asosiasi tersebut.

Mengapa guncangan kepada bayi dapat bermuara kepada kematian?

Menurut pakar kedokteran tadi, ini dikarenakan bayi yang masih amat muda belum dapat menahan kepalanya sendiri lantaran otot lehernya yang lemah. Dampaknya, kalau bayi terguncang badannya, kepalanya hendak bergoyang menuju depan dan juga belakang.

Goyangan ini yang menyebabkan kerusakan otak beserta pendarahan di dalam otak dan juga kepada permukaan otak, sehingga dapat menimbulkan problem serius kepada otak sang bayi, dan juga dapat menyebabkan problem yang berlangsung permanen, seperti:

  1. Kerusakan otak
  2. Cerebral palsy
  3. Kebutaan
  4. Epilepsi
  5. Kesulitan berbicara
  6. Kesulitan belajar
  7. Kesulitan koordinasi
  8. Serangan jantung
  9. Keterbelakangan mental

Berikut ini cara mencegah pada Bayi :

  • Tidak boleh mengguncangkan Bayi di bawah umur tiga tahun, dengan alasan apapun juga.
  • Ketika kamu menggendong bayi, TIDAK BOLEH LALAI UNTUK SENANTIASA MENYANGGA KEPALA bayi Kamu dengan tangan.
  • Beritahukan pentingnya melindungi kepala bayi KEPADA BABY SITTER ataupun pengasuh bayi kamu.
  • PASTI-KAN seluruh manusia yang dekat dan juga sering menggendong bayi kamu tahu betul bahayanya satu orang bayi kalau diguncang-guncang ataupun digoyang.
  • Kalau dengan sengaja/tidak sengaja, kamu mengguncang-guncang bayi kamu, LEKAS BAWA BAYI KAMU MENUJU DOKTER untuk diperiksakan. Pendarahan di dalam otak cuma dapat diobati kalau kamu lekas memberitahukan kepada dokter .

Kepada sejumlah manusia anak lebih-lagi dapat menimbulkan kematian hal ini dikenal dengan shaken babysyndrome. Kenapa berbahaya?

  • Bayi memiliki kepala lebih gede dibandingkan dengan anggota tubuh yang lainnya dan juga otot lehernya masih lemah kalau diguncang, kepalanya hendak tersentak menuju depan dan juga menuju belakang.
  • Benturan tersebut akan mengguncang otak dan juga merusaknya.
  • Pembuluh darah kecilnya hendak ikut rusak, menimbulkan pendarahan di otak dan juga sekitarnya, dan juga di bola mata bayi.

Resiko tergede ialah kepada bayi dibawah satu tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di usia yang saat beranjak dewasa. Yang mesti  harus diwaspadai ialah guncangan-guncangan ini dapat terjadi justru ketika kita asyik bermain dengan sang bayi.

Karenanya ada sejumlah permainan dan juga aktivitas yang harus dihindari untuk mencegah diantaranya:

  • Jangan Melempar bayi menuju udara.
  • Lari-lari seraya membawa bayi di punggung ataupun di kepala.
  • Main Kuda-kudaan bayi naik menuju punggung, naik menuju kaki dan juga digoyang-goyang.
  • Memutar bayi.

Tidak boleh lalai mengingatkan bagi orang-orang di sekitar sang bayi, seperti saudara-saudaranya, pengasuhnya, kakek-neneknya, untuk tidak mengguncang bayi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed