oleh

Bagaimana Rasanya Jikalau Kita Bangkit Di Permukaan Planet Jupiter?

Planet Jupiter. Kredit: Wikimedia Commons

– Di Bumi, kita telah terbiasa berjalan-jalan dan bisa berdiri di permukaan berbatunya. Namun, di Jupiter yang merupakan planet gas raksasa, pengalaman berdiri di permukaan Bumi akan terasa berbeda. Bagaimana kesudahannya kalau berdiri di permukaan Jupiter?

Mari kita sejenak mengabaikan kondisi ekstrim menyerupai kuatnya gravitasi, tekanan atmosfer, suhu tinggi, dan angin angin kencang yang ditemukan di planet gas raksasa menyerupai Jupiter, dan mari kita turun melalui atmosfernya.

Tidak menyerupai Bumi yang permukaannya berbatu, permukaan Jupiter merupakan hidrogen yang mempunyai 60 persen kepadatan air. Jadi, kalau Anda berdiri di sana, Anda akan karam hingga puluhan ribu kilometer hingga mencapai inti Planet Jupiter yang amat sangat luar biasa panas dan berbatu.

Interior Jupiter tersebut belum bisa dipetakan, dan itulah salah satu tujuan ilmiah misi Juno, yang gres mencapai Jupiter pada 4 Juli 2016 lalu. Wahana antariksa Juno akan memakai pengukuran gravitasi dan elektromagnetik yang sempurna untuk memetakan apa yang terjadi di bawah atmosfer Jupiter.

Seperti yang sudah dipelajari oleh kita di kursi sekolah dasar, Jupiter yaitu planet yang benar-benar hangat, dengan bab atas atmosfer bersuhu sekitar 630 °C. Namun, kalau Anda nekat mendarat di Jupiter kemudian terhisap turun alasannya yaitu permukaanya yaitu gas, temperatur juga akan semakin turun serta tekanan dan kecepatan angin bakal lebih meningkat.

Wahana antariksa Galileo, yang menyelam ke Jupiter pada tahun 1995, pribadi mengalami kerusakan alat elektronik sekitar 58 menit dikala berada di kedalaman 156 kilometer di dalam atmosfer Jupiter. Wahana antariksa Galileo tersebut mencatat bahwa ia mendapatkan tekanan 23 atmosfer dan suhu 153 °C. Sebuah kombinasi yang terbukti mematikan.

Jadi, mendarat di permukaan Jupiter bukanlah hal yang seharusnya tidak dilakukan, sangat berbahaya. Alih-alih membangun koloni insan di permukaan planet terbesar di Tata Surya kita tersebut, kita justru akan tewas secara mengenaskan.


Sumber: IFLScience, Quora.

News Feed