Aturan Kondusif Puasa Dikala Hamil Muda Trimester Pertama

0
9

Puasa ramadan boleh saja dilakukan oleh ibu hamil, namun bagaimana bila usia kehamilan masih tergolong muda ? apakah puasa sanggup mengganggu kesehatan janin dalam kandungan ? Menurut hasil penelitian Colombia University sesuai dengan sensus di Uganda, Irak dan Amerika Serikat, perempuan hamil yang berpuasa cenderung mempunyai janin dengan berat tubuh lebih kecil.

Sebelum Anda lanjut membaca klarifikasi pada artikel ini, alangkah baiknya baca dulu klarifikasi terkait dengan judul bolehkah perempuan hamil berpuasa ? amankah ?

Perlu kami sampaikan bahwa bahwasanya puasa dikala hamil muda itu boleh dilakukan asal tetap memperhatikan batasan kondusif puasa dikala hamil. Untuk lebih jelasnya, silakan lanjut membaca!

Puasa ramadan boleh saja dilakukan oleh ibu hamil Aturan Aman Puasa Saat Hamil Muda Trimester Pertama
(foto : pixabay.com)

Puasa Saat Hamil Muda Trimester Pertama

Para peneliti mendapat temuan bahwa bayi yang terlahir dalam kondisi berat tubuh di bawah normal paling banyak ditemukan pada ibu hamil yang berpuasa pada usia kehamilan muda trimester pertama dan dilakukan pada dikala isu terkini panas di dikala siang hari lebih panjang.

Lantas, bagaimana dengan puasa di Indonesia yang tidak ada isu terkini panas ? apakah puasa pada usia kehamilan trimester pertama kondusif untuk dilakukan ?

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada usia kehamilan trimester pertama (3 bulan pertama) ibu hamil sering menjumpai beberapa keluhan ibarat kepala pusing, tubuh lemas, mual, muntah dan lain-lain yang terjadi alasannya yakni perubahan hormon.

Mual muntah yang terjadi di awal kehamilan sanggup mengakibatkan kehilangan cairan tubuh (kekurangan cairan) bila ibu hamil tidak banyak mendapat asupan air. Mual muntah yang terjadi terlalu parah juga sanggup menimbulkan janin kekurangan asupan nutrisi. Hal ini tentu sangat membahayakan kesehatan janin dalam kandungan.

Puasa bukanlah sebuah pantangan ibu hamil, namun bahwasanya perempuan hamil itu mendapat kemurahan untuk tidak puasa dan menggangu di hari yang lain bila memang ibu hamil mengkhawatirkan janinnya.

Konsultasi Ke Dokter Sebelum Puasa

Nah, bila Anda hendak menjalankan puasa sebaiknya konsultasikan dulu kondisi kehamilan Anda ke dokter mengingat kondisi kehamilan setiap ibu hamil itu berbeda-beda. Apabila hasil investigasi kehamilan memperlihatkan kehamilan normal maka silakan lanjutkan niat untuk menjalankan ibadah puasa.

Sebaliknya, bila kondisi kehamilan kurang baik sebaiknya pertimbangkan kembali niat Anda untuk berpuasa. Jika ibu hamil hingga kekurangan cairan (dehidrasi) maka sanggup mengakibatkan kontraksi yang diikuti dengan keluhan lain.

Kesimpulan : Jika Anda hendak berpuasa sebaiknya periksakan dulu kondisi kehamilan Anda ke dokter kandungan dan tanyakan kepada dokter apakah Anda boleh untuk puasa atau tidak. Dokter akan memperlihatkan saran terbaik bagi Anda demi kesehatan dan keselamatan janin yang sedang Anda kandung. Jika Anda diperbolehkan puasa maka selalu perhatikan asupan nutrisi dikala buka dan sahur. Silakan baca menu wajib untuk ibu hamil dikala berpuasa.

Tips Aman Puasa Bagi Ibu Hamil Muda Trimester Pertama

Apabila Anda termasuk ibu hamil yang menjalankan puasa ramadan, sebaiknya perhatikan asupan nutrisi yang Anda konsumsi. Meski berpuasa, ibu hamil hendaknya memperlihatkan asupan nutrisi yang cukup yaitu karbohidrat 50%, protein 25% dan lemak sehat 10-15% serta jangan lupa untuk mengkonsumsi kuliner yang mengandung vitamin dan mineral.

Selain memperhatikan asupan makanan, Anda juga perlu memperhatikan berat badan. Jika berat tubuh Anda turun drastis sehabis menjalankan ibadah puasa maka segera konsultasi ke dokter untuk memastikan apakah keadaan ini berbahaya atau tidak.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil yaitu mendapat asupan nutrisi yang cukup dikala buka dan sahur. Buah kurma, brokoli, ikan salmon, dan daging ayam termasuk hidangan kuliner bergizi tinggi yang baik untuk dikonsumsi ibu hamil.

Sekian info yang sanggup kami sampaikan terkait hukum kondusif puasa dikala hamil trimester pertama. Semoga bermanfaat!