oleh

Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Yang Paling Dicintai Allah

Sumber : www.langitallah.com – Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Yang Paling Dicintai Allah

Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Yang Paling Dicintai Allah

Assalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa barakatuh

Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Yang Paling Dicintai Allah [Langitallah.com] – Sahabat, diantara banyak amalan shaleh yang sanggup kita kerjakan di sepanjang tahun terdapat hari-hari di mana amalan shaleh yang kita kerjakan itu lebih di cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’la dibandingkan dengan amalan shaleh yang dikerjakan selain dari hari-hari tersebut. Hari apakah yang dimaksud?

Banyak yang beranggapan bahwa amalan terbaik yang kita lakukan yaitu yang dikerjakan sepanjang bulan suci Ramadhan saja. Namun tahukah anda bahwa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari yang sangat dinanti-nantikan kedatangannya oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selain dari hari di sepanjang bulan Ramadhan. Betapa tidak, 10 hari pertama bulan dzulhijjah merupakan 10 hari dimana semua amal ibadah yang kita kerjakan akan dilipatgandakan pahalanya hingga hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala saja yang mengetahui persis jumlahnya. Ini dikarenakan segala amal shaleh yang dikerjakan pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah ini lebih dicintai oleh Allah dibandingkan amalan shaleh yang dikerjakan di luar dari 10 hari pertama bulan dzulhijjah tersebut.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari di mana amal shalih pada dikala itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fii sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fii sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”. [HR. Bukhari]

Hadits tersebut di atas telah menjelaskan dengan sangat terang bahwa terdapat hari-hari di mana amal shaleh seorang hamba akan sangat dicintai oleh Allah daripada hari-hari selain dari hari tersebut. Hari yang dimaksud dalam hadit di atas yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah. Sejak tangal 1 hingga dengan 10 Dzulhijjah, dan ini berulang secara terus menerus sepanjang waktu setiapkali bertemu dengan bulan dzulhijjah, hingga hari selesai zaman tiba. Wallahu a’lam.

Sahabat Langitallah.com, jikalau Allah Yang Maha Pengasih dan Pemurah telah menawarkan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan dzulhijjah ini, maka jangan sia-siakan waktu kita untuk mengerjakan amal shaleh di dalamnya. Paling tidak berupayalah sekuat tenaga untuk memaksimalkan ibadah fardhu maupun sunnah kita pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini.

Sahabat, jangan berputus asa pada rahmat Allah, lantaran tidaklah Allah mempertemukan kita dengan bulan dzulhijjah kecuali Allah menginginkan kita mempunyai kesempatan berbuat amal shaleh untuk menutupi perbuatan jelek yang pernah kita lakukan sebelumnya. Dengan menjaga shalat fardhu dan sunnah kita, menyambung silaturahmi, berbuat baik kepada kedua orang tua, puasa sunnah, membaca Al Qur’an dan sebagainya merupakan rujukan perbuatan dan amal shaleh yang ringan yang sanggup kita kerjakan. Terlebih lagi jikalau kita bisa menyempurnakannya dengan menyembelih binatang qurban, maka tentu saja ini merupakan amal shaleh yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang bisa di kerjakan dalam hari-hari terbaik di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

sumber : www.langitallah.com – Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Yang Paling Dicintai Allah

Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Yang Paling Dicintai Allah, di antaranya yaitu :

1. Kerjakan Shalat

Disunnahkan untuk bersegera menunaikan ibadah shalat fardhu atau sering kita istilahkan shalat wajib. Selain itu juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah shalat sunnah yang mengikuti shalat wajib serta shalat sunnah yang terpisah dari shalat wajib menyerupai shalat dhuha, shalat tahajjud, shalat tasbih, lantaran ini yaitu termasuk amalan yang paling afdhal untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sahabat Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wajib atas kau untuk memperbanyak sujud kepada Allah, lantaran gotong royong tidaklah kau bersujud kepada Allah sekali saja melainkan Allah akan mengangkat satu derajatmu dan Allah akan menghapus satu kesalahan darimu.” [HR. Muslim].

Waktu bersujud (shalat) sebagai mana yang dimaksud pada hadits tersebut di atas yaitu meliputi semua waktu, kapan pun dilaksanakan, meski berada di luar 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Sehingga coba bayangkan, jikalau di hari-hari lain saja dengan bersujud Allah akan mengangkat satu derajad dan menghapuskan satu kesalahan kita disetiap satu sujud yang kita kerjakan, maka bagaimanakah akibat yang Allah berikan jikalau sujud-sujud ini kita kerjakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Subhanallah.

2. Cobalah berpuasa

Megapa kita disunnahkan berpuasa? Sebab pahala puasa akan diberikan eksklusif oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hambaNYA yang mengerjakannya, dan juga lantaran puasa termasuk dalam keumuman amal shalih (yang disunnahkan untuk diperbanyak pada hari-hari itu).

Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata :

“Dahulu Rasulullah berpuasa sembilan Dzulhijjah, dan hari ‘asyura’ (tanggal sepuluh Muharram), dan tiga hari pada setiap bulannya.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An Nasa’i].

Imam An-Nawawi menyampaikan wacana puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah bahwa itu yaitu amalan yang sangat disenangi (disunnahkan).

3. Lantunkan Takbir, Tahlil, Tahmid

Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: “Ðahulu Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma keluar menuju pasar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan bertakbir, kemudian orang-orang pun juga ikut bertakbir ketika mendengar takbir keduanya.”

Beliau (Imam Al-Bukhari) juga berkata: “Dan ‘Umar dahulu bertakbir di kubahnya di Mina, maka kemudian orang-orang yang berada di dalam masjid mendengarnya dan mereka pun ikut bertakbir, dan orang-orang yang berada di pasar pun juga ikut bertakbir sampai-sampai Mina bergetar disebabkan bunyi takbir mereka.”

Dan Ibnu ‘Umar dahulu bertakbir di Mina pada hari-hari tersebut, dan juga bertakbir setiap selesai mengerjakan shalat, bertakbir ketika berada di atas ranjangnya, di dalam kemahnya, di majelisnya, dan di setiap perjalanannya pada hari-hari tersebut.

Dan diisunnahkan untuk mengeraskan atau memperjelas bacaan takbir tahlil dan tahmid sebagaimana yang dilakukan Umar, putranya (yakni Ibnu ‘Umar), dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum.

Adapun lafazh Takbir tersebut ada 3 (tiga), yaitu :

Pertama :
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Kedua :
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallahu wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd

Ketiga :
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallahu wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd

4. Puasa Pada Hari Arafah

Mengerjakan puasa sunnah pada hari Arafah yaitu amalan yang ditekankan menurut sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wacana puasa hari Arafah :

“Aku berharap kepada Allah untuk menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya.” [HR. Muslim].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda ketika dia ditanya wacana puasa Arafah :

“(Puasa Arafah tersebut) menghapuskan dosa satu tahun yang kemudian dan yang akan datang.” [HR. Muslim]

Akan tetapi barangsiapa yang berada di Arafah -yakni sedang beribadah haji-, maka TIDAK disunnahkan baginya berpuasa lantaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan wuquf di Arafah dalam keadaan berbuka (tidak berpuasa).

Wallahu a’lam bishshawab

Mari kita meraih amal shalih dengan menyebarluaskan goresan pena ini, supaya bermanfaat bagi kita semua. Jazakumullahu khair.

—————————————–
Sahabat, jikalau anda seorang yang sedang mendalami ilmu agama dan hendak melaksanakan percepatan memperoleh ganjaran pahala yang banyak di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka jangan ragu untuk membagikan artikel ini kepada keluarga dan sahabat kita semenjak dikala ini. Semoga Allah menyebabkan perjuangan kita ini sebagai ladang yang terus mengalirkan pahala bagi kita lantaran ilmu yang bermanfaat. Ketahuilah, tak ada insan yang tak mempunyai dosa, dan kita butuh amalan yang bisa menghapus lautan dosa yang telah kita perbuat selama hidup kita ini. Namun Allah Yang Maha Pengampun telah menawarkan jalan ampunan dan keridhaan-Nya bagi hamba-Nya yang gemar memohon ampun kepada-Nya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, jikalau kau tidak pernah berbuat dosa, maka Allah akan mematikan kau dan menggantikannya dengan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka meminta ampun kepada-Nya, kemudian Allah akan mengampuni mereka” [HR. Muslim no. 2749].

Dalam sebuah hadits juga disebutkan :
“Menuntut ilmu agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim pria dan perempuan”. [HR. Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]. [Tim Reaksi LangitAllah.com]

_______________
Label : Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Dzulhijjah, Amal Sunnah yang dicintai Allah

Deskripsi : Banyak yang beranggapan bahwa amalan terbaik yang kita lakukan yaitu yang dikerjakan sepanjang bulan suci Ramadhan saja. Namun tahukah anda bahwa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari yang sangat dinanti-nantikan kedatangannya oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selain dari hari di sepanjang bulan Ramadhan

News Feed