oleh

6 Keutamaan Istighfar Yang Wajib Kita Ketahui

6 Keutamaan Istighfar Yang Wajib Kita Ketahui ( ilustrasi by www.langitallah.com )

6 Keutamaan Istighfar Yang Wajib Kita Ketahui

Assalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

LangitAllah.com Setiap insan mempunyai dosa. Baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Baik dosa yang konkret maupun dosa yang tersembunyi. Sejak bangkit dari tidur pagi hingga tidur kembali di malam hari, begitu banyak dosa yang telah kita lakukan. Dosa mata, dosa telinga, dosa lisan, dosa pikiran, dosa anggota badan dan dosa hati kita, nyaris saja tak ada satupun yang tak melaksanakan dosa sepanjang hari yang kita lalui.

Meski insan senantiasa berbuat dosa, Allah Subhanahu wa Ta’ala sungguh sangat mencintai hamba-Nya. Dia senantiasa membuka pintu ampunan dan taubat bagi hamba-hamba-Nya yang memohon ampunan-Nya. Salah satu jalan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu dengan mengucapkan Istighfar sebanyak – banyaknya setiap hari di sepanjang hidupnya. Dalam sebuah riwayat hadits, Rasulullah tak pernah melalui harinya tanpa mengucapkan kalimat istighfar paling sedikit 100 (seratus) kali dalam sehari semalam.

Maha Suci Allah. Dalam Islam salah satu cara mengobati rusaknya hati seorang hamba yaitu dengan cara berdzikir. Dengan ber- dzikir berarti mengingat (Allah Subhanahu wa Ta’ala). Salah satu kalimat dzikir yang paling terkenal yaitu kalimat istighfar (Astaghfirullah al ‘adziim). Keutamaan amalan dzikir dengan kalimat istighfar (Astaghfirullah Al ‘Adziim) diantaranya sebagai amalan Pembuka Rezeki, amalan Penenang Hati yang gelisah, disamping juga sebagai kalimat permohonan biar Allah Subhanahu wa Ta’ala berkenan mengampuni segenap dosa – dosa yang pernah kita lakukan yang tak terbilang jumlahnya.

Pengertian dan Fadhilah Istighfar

Pengertian Istighfar

Istighfar berarti memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Istighfar termasuk dalam bacaan yang sering disebutkan dalam berdzikir mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an :

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ وَيَسْتَغْفِرُوا رَبَّهُمْ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلًا

“Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi insan dari beriman, saat petunjuk telah tiba kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya aturan (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata” [QS Al Kahfi : 55]

Setiap orang yang beriman yaitu mereka yag telah memperoleh petunjuk. Dan orang yang telah memperoleh petunjuk akan senantiasa menyadari diri akan banyaknya dosa yang telah ia perbuat. Namun terkadang bahkan sering kali kalimat istighfar ini hanya diucapkan saat insan telah melaksanakan perbuatan dosa saja. Padahal di balik itu semua, kalimat istighfar tidak hanya diperintahkan untuk diucapkan saat insan telah melaksanakan perbuatan dosa, alasannya insan tidak akan pernah tahu (kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Tahu) apakah yang ia perbuat itu yaitu sebuah dosa atau tidak. Kalimat istighfar seharusnya sanggup kita fahami dengan benar apa makna yang terkandung di dalamnya. Kalimat Istighfar yaitu sebuah kalimat permohonan ampunan dari seorang hamba kepada Rabb-nya. Sehingga dengan kalimat istighfar yang diucapkan sanggup segera dikabulkan oleh Allah subhanahu wa Ta’ala serta atas Keridhaan-Nya akan ditambahkannya sederet keutamaan bagi hamba-Nya yang senantiasa meringankan lisannya mengucapkan kalimat istighfar ini.

Beberapa Keutamaan – keutamaan Istighfar dalam Aktifitas Keseharian Kita

Amalan istighfar merupakan amalan yang diperintahkan bagi setiap hamba Allah dan umat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari, Rasulullah memerintahkan ummatnya untuk setidaknya dalam sehari semalam sanggup mengucapkan kalimat Istighfar minimal 100 (seratus) kali dengan salah satu lafadz yang dicontohkan :

“Astaghfirullaaha wa atuubu ilayhi” (aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya). [HR. Al-Bukhari / Fathul Baari XI / 101 dan Muslim no.2702]

Istighfar yang diucapkan dengan penuh kesungguhan dan pengharapan atas ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentu mempunyai keutamaan yang lebih besar dibandingkan hanya sekedar diucapkan tanpa memahami maksudnya apalagi hingga tidak dilakukan dengan penuh pengharapan.

Berikut ini beberapa keutamaan amalan istighfar kalau dilakukan (diucapkan) dengan bersungguh – sungguh dan penuh pengharapan atas ampunan dan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

PERTAMA – Mengingat Rabb (Allah Subhanahu wa Ta’ala)

Berdzikir berarti mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengingat yang dimaksudkan di sini hanya akan dicapai kalau seseorang yang berdzikir (istighfar) itu sanggup memahami arti dzikir (istighfar) yang ia ucapkan. Dzikir yang kita lakukan diibaratkan sebagai obrolan kepada Allah Ta’ala. Seolah – olah kita sedang berhadapan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian kita memohon ampunan-Nya. Sebagaimana adat orang yang sedang memohon, maka dzikir (istighfar) yang kita ucapkan haruslah kita fahami arti dan maknanya, bersungguh – sungguh dan dengan penuh pengharapan.

Bagaimana Allah subhanahu wa Ta’ala sanggup menjawab permohonan dan mengampuni dosa kita kalau kita sendiri tidak memahami apa yang kita ucapkan?.

Manusia sering kali lalai dan lupa sebenarnya Allah yang mengatur dan menguasai segala-galanya. Dengan berzikir kita akan lebih memahami dan menghayati bahwa Allah Maha Pengampun yang dengan ampunan-Nya kita sanggup terselamatkan baik di dunia maupun di darul abadi kelak. Tanpa Allah berikan ampunan maka insan sanggup masuk pada kesesatan dan jurang kesengsaraan.

Ingatlah selalu bahwa ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentu hanya akan diberikan kepada hamba-Nya yang taat dan juga ia seorang muslim. Sementara orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan bahkan mempersekutukan-Nya dengan makhluk tentu tidak akan diampuni oleh Allah lantaran tidak mentauhidkan Allah sebagai Tuhan yang Tunggal dan wajib ditaati perintah-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an,

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (113) وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ إِلا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لأوَّاهٌ حَلِيمٌ (114

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu yaitu kaum kerabat (nya), setelah terperinci bagi mereka, sebenarnya orang-orang musyrik itu yaitu penghuni neraka jahanam. Dan seruan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah lantaran suatu kesepakatan yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala terperinci bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu yaitu musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim yaitu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun”. [QS At Taubah : 113-114]

KEDUA – Takut Berbuat dan Menambah Dosa

“Dan hendaklah kau meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kau mengerjakan yang demikian), pasti Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu hingga kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memperlihatkan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kau berpaling, maka sesungguhnya saya takut kau akan ditimpa siksa hari kiamat” [QS Hud : 3]

Ayat di atas memperlihatkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan insan biar senantiasa memohon ampunan dan bertaubat kepada-Nya. Artinya tidak hanya sekedar mengucapkan kalimat istighfar melainkan juga melaksanakan perubahan dalam diri menjadi eksklusif yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan beristighfar, kita akan menjadi sangat berhati – hati, takut untuk berbuat dosa dan mengingat bahwa dosa-dosa insan sangatlah banyak.

KETIGA – Istighfar Mencegah Sifat Sombong

Kesombongan hanya dimiliki oleh insan yang berhati keras. kerasnya hati hanya sanggup dilunakkan dengan banyak mengucapkan istighfar, bersimpuh dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengakui segala dosa yang pernah dilakukan, memohon ampunan dan keridhaan-Nya.  Manusia yang senantiasa beristighfar akan jauh dari sifat sombong, ia memahami bahwa tak ada kekuatan selain atas izin dan sumbangan Allah semata.

Dengan kalimat istighfar inilah kita sanggup memahami bahwa insan hanyalah makhluk lemah yang tak kuasa berbuat apapun tanpa sumbangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyul ‘adziim.

KEEMPAT – Istighfar Membuat Hati Lebih Tenang, Mengusir Kesedihan dan Melapangkan Kesempitan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memperlihatkan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka”. [HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad].

Hadits di atas memperlihatkan bahwa orang – orang (muslim) yang senantiasa mengucapkan istighfar dengan bersungguh – sungguh akan diberikan keutamaan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berupa kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dengan mengingat dan memohon ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentu hati kita akan menjadi lebih damai dengan kabar keutamaan yang telah dijanjikan.

KELIMA – Istighfar Mendatangkan Ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an,

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kau berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” [QS Al Anfal : 33]

Dalam ayat tersebut di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperlihatkan Sifat-Nya Yang Maha Pengampun. Dengan senantiasa mengucapkan kalimat istighfar, kita sanggup mendapat ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala akan hadir hanya bagi mereka yang benar-benar tunduk hatinya dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan penuh pengharapan. Tidak ada satupun yang sanggup memperlihatkan keselamatan dan ampunan selain Allah. Allah juga yang akan meyelamatkan kita di dunia dan darul abadi saat kita benar-benar menginginkan ampunan tersebut. Sungguh Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertaqwa.

KEENAM – Istighfar Menjadikan Kita Praktis Memaafkan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“…. dan kalau kau memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [QS Attaghabun : 14]

Allah Maha Kuasa mengakibatkan hati hamba-Nya menjadi lebih gampang memaafkan orang lain. ayat tersebut di atas merupakan belahan ayat 14 dari surah At Taghabun yang mengabarkan bahwa musuh kita bukan hanya tiba dari luar saja, bahkan musuh yang sanggup mengakibatkan kita melaksanakan perbuatan jelek itu berasal dari istri – istri dan anak – anak kita sendiri. Maka janganlah menaati mereka yang mencegah dari perbuatan baik. Meski murka terhadap kelakuan istri dan anak – anak yang tidak taat dan cenderung berbuat kesalahan, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat bahagia dengan hamba-Nya yang pemaaf, alasannya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Berikut keseluruhan ayat lengkap dari Surah At Taghabun ayat 14,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka hati-hatilah kau terhadap mereka, dan kalau kau memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [QS Attaghabun : 14]

Untuk mencapai derajat seorang pemaaf, maka dianjurkan untuk senantiasa mengamalkan dan membiasakan verbal dan hati kita mengucapkan kalimat istighfar. Dengan berharap dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Insya Allah hati kita pun akan lunak dan gampang memaafkan kesalahan orang lain, dijauhkan dari sifat dendam yang penuh dengan nafsu amarah yang tidak terkendali.

Tak ada insan yang tak mempunyai dosa, dan itulah salah satu fitrah manusia. Namun Allah Yang Maha Pengampun telah memperlihatkan jalan ampunan dan keridhaan-Nya bagi hamba-Nya yang gemar memohon ampun kepada-Nya. Semoga dengan amalan dzikir istighfar kita, sanggup mengantarkan kita menuju eksklusif yang lebih baik, lebih taat atas perintah Allah serta dimudahkan untuk senantiasa menjauhi segala larangan-Nya. Kita pun senantiasa tanpa lelah mengharap ampunan atas segala kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat semasa hidup kita, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai kita melalui amalan istighfar yang senantiasa terucap melalui verbal dan hati kita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, kalau kau tidak pernah berbuat dosa, maka Allah akan mematikan kau dan menggantikannya dengan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka meminta ampun kepada-Nya, kemudian Allah akan mengampuni mereka” [HR. Muslim no. 2749].
Wallahu a’lam bishshawab. [Tim Reaksi LangitAllah.com]

Label : Istighfar, dzikir, keutamaan istighfar, keutamaan berdzikir

News Feed