by

5 Top Perangko Termahal Di Dunia

Harga selembar perangko langka bisa berharga sampai ratusan milyar rupiah. Kelangkaan sebuah perangko bisa dilihat dari awal pembuatannya dan nilai historynya. Pada masa dimana internet belum maju seperti saat ini, salah satu media komunikasi jarak jauh yang populer adalah dengan berkirim surat melalui jasa pos. Dan perangko dengan beragam bentuk, warna, ukuran, desain dan harga merupakan bagian penting yang tidak mungkin dipisahkan dari sebuah surat yang akan dikirim melalui layanan pos.

Perangko Treskilling Kuning
Perangko Treskilling Kuning

Perangko Treskilling Kuning Normalnya, perangko terbitan Swedia yang memiliki nominal tiga skilling ini dicetak menggunakan tinta warna hijau. Namun sebab satu buah kesalahan yang terjadi kepada tahun 1855 perangko ini dicetak menggunakan tinta kuning yang adalah warna untuk perangko dengan nominal delapan skilling.

Satu-satunya perangko treskilling kuning ini yang tersisa didapatkan oleh satu orang bocah bernama Georg Wilhelm Baeckman di tahun 1886 ketika tengah bermain di loteng rumah kakeknya.

Perangko ini men-jadi bahan pemberitaan ketika di tahun 1984 terjual seharga 977, 500 Franc Swiss (sekitar Rp. 12, 85 miliar). Lalu kepada tahun 1990 terjual kembali seharga lebih dari Rp. 24 miliar. Lalu kembali terjual kepada tahun 1996 dengan harga dua, 875 juta Franc Swiss.

Terakhir perangko ini terjual dalam satu buah lelang di kota Jenewa, Swiss dengan nilai dan juga pembeli yang dirahasiakan. Namun berlandaskan keterangan pelelangnya, David Feldman diperkirakan perangko ini terjual senilai lebih dari Rp. 377 miliar.

Perangko Penny Hitam
Perangko Penny Hitam

Perangko Penny Hitam Inilah perangko pertama di dunia yang diterbitkan pada tahun 1840 di Inggris. Perangko ini disusun oleh Rowland Hill yang mempelopori reformasi sistem pos Inggris dan disebut sebagai Bapak Perangko.

Sebelum perangko Penny Hitam diterbitkan, kantor pos menerima pengiriman surat dengan pembayaran tunai. Biaya pengiriman dihitung berdasarkan jumlah lembaran surat dan jarak yang wajib ditempuh untuk mengirimkan surat itu. Berkat saran Rowland Hill, surat kemudian dikemas dalam selembar kertas yang kemudian dikenal sebagai amplop dan perangko ditempelkan pada amplop untuk menjelaskan bahwa surat itu sudah dibayar dan siap dikirim.

Gambar pada perangko ini merupakan sketsa Ratu Victoria yang dibuat oleh William Wyon saat ia berkunjung ke London tahun 1837. Tetapi perangko ini hanya dimanfaatkan selama setahun karena stempel tanda pembatalan pengiriman yang bertinta merah susah terlihat di perangko ini. Sebagai gantinya dicetaklah perangko ini dalam warna merah (Penny Red) dan stempel pembatalan memakai tinta warna hitam.

Perangko Penny Hitam dijadwalkan penerbitannya pada tanggal 6 Mei 1840. Tetapi di beberapa kota perangko ini sudah dijual pada tanggal 2 Mei. Saat ini hanya tersisa 2 lembar perangko yang diterbitkan lebih awal itu. Beberapa tahun yang kemudian, 1 orang pengusaha kaya membeli selembar perangko itu dari 1 buah tempat tinggal lelang di Amerika seharga Rp. 60 miliar.

Wereld Jamboree
Wereld Jamboree

Perangko Wereld Jamboree ini diterbitkan pada tahun 1864 menampilkan Perangko itu memiliki cap pos Ngawi, Jawa Timur. Wereld Jamboree adalah salah satu perangko ter populer di dunia.

Perangko kuno era Hindia Belanda bernilai Rp20 miliar karena sangat langka,” kata Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana usai pembukaan pameran Filateli Dunia “Indonesia 2012″ di JCC, Jakarta, 18-24 Juni. Pameran dibuka Menkominfo Tifatul Sembiring pada tahun 2012 Kemarin

Perangko Canada's 12 Pence Black
Perangko Canada’s 12 Pence Black

Perangko Canada’s 12 Pence Black ini diterbitkan pada tahun 1851 menampilkan potret Ratu Victoria semasa muda. Canada’s 12 Pence Black merupakan salah satu perangko paling terkenal di dunia.

Secara keseluruhan, perangko ini dicetak sebanyak 51.000 lembar. Namun hanya 1.450 lembar yang terjual, sedangkan sisanya ditarik dan dimusnahkan pada tahun 1857. Diperkirakan hanya sekitar 100 sampai 150 lembar perangko ini yang tersisa di dunia.

Pada tahun 2011, selembar perangko ini terjual dalam sebuah lelang di New York senilai Rp. 5,8 miliar lebih.

Perangko Post Office Mauritius
Perangko Post Office Mauritius

Perangko Post Office Mauritius terbitan kantor pos Mauritius pada September 1847 ini memiliki kesalahan cetak yang fatal. Ketika istri gubernur Mauritius, Lady Gomm ingin mengundang beberapa kerabat dan selebriti ke sebuah pesta, maka kantor pos Mauritius menerbitkan perangko yang dirancang oleh Joseph Barnard dengan mengikuti pola perangko Inggris untuk keperluan pengiriman undangan-undangan tersebut.

Namun terdapat kesalahan tulis pada perangko ini. Alih-alih kata “Post Paid” pada perangko ini tercetak tulisan “Post Office”. Sebuah kesalahan besar yang baru ketahuan setelah 240 lembar perangko ini terjual.

Hanya ada 26 lembar perangko ini yang diketahui masih ada sampe saat ini. Yaitu 14 lembar dengan nominal 1 penny dan 12 lembar nominal 2 penny. Pada tahun 2011, selembar perangko ini yang berwarna biru dengan nominal 2 penny berhasil terjual dalam sebuah lelang di Inggris senilai Rp. 20 miliar.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed