oleh

5 Cara Berdoa Ini Tak Akan Pernah Dikabulkan

5 Cara Berdoa Ini Tak Akan Pernah Dikabulkan (ilustrasi)

5 Cara Berdoa Ini Tak Akan Pernah Dikabulkan

Assalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

LangitAllah.com Doa adalah senjata utama seorang muslim yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagai insan biasa tentunya kita semua sering melaksanakan banyak kesalahan. Sebagai seorang muslim tentunya akan senantiasa meminta dan berharap ampunan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan memohon semoga segala dosa – dosa kita sanggup diampuni dan dihapuskan. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi perintah kepada sekalian hamba-Nya untuk selalu memohon ampunan dan bertaubat hanya kepada-Nya.

Kita wajib meyakini kekuatan doa seorang muslim. Dalam kehidupan kita sehari – hari selain telah berikhtiar dengan berusaha, kita juga diperintahkan untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai bentuk penyerahan segala urusan kita, alasannya yakni segala sesuatu hanya akan terjadi atas Kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Usaha yang tanpa disertai dengan doa tidak akan menghasilkan sesuatu yang berkah dan baik. Demikian juga sebaliknya, Doa yang tidak disertai dengan ikhtiar perjuangan tentunya tidak akan pernah diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, meskipun memang Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifatnya Yang Maha Mengabulkan, ternyata tidak semua doa itu sanggup dikabulkan begitu saja. Lalu doa yang menyerupai apa yang tidak akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Sama halnya ketika sedang berharap sesuatu kepada orang lain, tentunya disana ada adab-adab yang baik dan sopan serta bahasa yang santun yang mesti kita lakukan semoga orang tersebut sanggup dengan ringan dan bahagia hati memperlihatkan bantuannya kepada kita. Demikian juga dengan doa kita, doa yang kita panjatkan kepada Allah Sang Maha Pengabul Doa. Allah memerintahkan kita untuk tidak berlebih-lebihan dalam memanjatkan doa. Oleh lantaran doa yang berlebih-lebihan itu bergotong-royong akan terhalang naik ke langit dan terkabul.

Mengenai adat berdoa ini telah dijelaskan di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al Qur’an :

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan bunyi yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-A’raf : ayat 55]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah suatu ketika mengingatkan para sahabatnya ihwal akan datangnya segolongan orang – orang yang berlebih-lebihan dalam memanjatkan doa.

“Dari umat ini akan muncul suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam hal berdoa dan bersuci.” [HR. Ahmad 20554, Abu Daud 96, Ibnu Majah 3864, Syuaib Al-Arnauth menilai hadis ini hasan].

Dari kutipan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui hadits tersebut di atas, bahwa doa yang tidak dikabulkan yakni doa yang dipanjatkan dengan cara yang berlebih-lebihan. Lalu, menyerupai apakah doa yang dikategorikan sebagai doa yang berlebih-lebihan yang dimaksudkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu?

# 1

Berdoa Meminta Hal Yang Mustahil Dikabukan (Di Luar Ketetapan Allah)

Salah satu adat berdoa yang perlu difahami yakni jangan pernah meminta sesuatu yang di luar dari ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Doa semacam ini tentunya bagi kita saja akan menganggapnya sesuatu yang sulit untuk dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Misalnya, doa yang kita panjatkan itu meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga umur kita dipanjangkan sampai datangnya hari kiamat. Atau dengan berdoa menyerupai ini, “Ya Allah jadikanlah saya (bagian dari) 4 orang Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikabarkan akan jaminan masuk surga”.

# 2

Berdoa Meminta Hal Yang Mengandung Dosa

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Janganlah kalian mendoakan kebinasaan terhadap diri kalian, janganlah kalian mendoakan kebinasaan terhadap belum dewasa kalian, dan jangan pula kalian mendoakan kemusnahan terhadap harta benda kalian.” [HR. Abu Dawud].

Dari hadits di atas sanggup dijelaskan bahwa kita sebagai hamba yang bertaqwa tidak boleh memanjatkan doa untuk kebinasaan diri sendiri, anak – anak kita, dan juga terhadap kemusnahan harta benda. Tentunya dalam menafsirkan hadits di atas, kita juga tidak boleh untuk medoakan keburukan terhadap orang lain. Sebab berdoa untuk keburukan diri sendiri dan anak – anak kita saja itu dilarang, apalagi berdoa untuk keburukan orang lain. Na’udzubillahi mindzalik.

# 3

Berdoa Meminta Hal Yang Spesifik atau Detail

Cara berdoa berikutnya yang harus dihindari alasannya yakni niscaya tidak akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yakni cara berdoa yang memohon sesuatu secara spesifik atau sangat detail. Yang dimaksud detai dan spesifik di sini yakni menyerupai teladan ini. “Ya Allah anugrahkanlah saya seorang anak pria yang gagah, kulitnya putih bersih, tubuhnya berpengaruh menyerupai Nabi-Mu Dawud ‘alaihissalam, matanya cokelat, rambutnya hitam, tebal dan lurus, yang mempunyai rezeki yang banyak, nantinya akan menjadi pemimpin yang adil, kaya, penghafal Al Qur’an dan seluruh hadits, dicintai segenap makhluk, dan seterusnya…, dan seterusnya… “

Jika menyimak isi Doa di atas bahwa doa tersebut mempunyai kesan memaksa Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan mengambil Hak Allah sebagai Rabb Yang Maha Berkehendak, Maha Memberi dan Maha Mengetahui Kebutuhan Hamba-Nya. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala jauh lebih memahami segala apa yang diperlukan hamba-Nya hai ini dan nanti lebih dari hamba itu sendiri.

# 4

Berdoa Namun Merasa Ragu

Adab berdoa berikutnya yakni berdoa dengan memohon apa yang kita butuhkan saja dan harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut, sepanjang hamba-Nya bersungguh – sungguh dalam berdoa dan berharap hanya kepada-Nya.

Dalam beberapa kondisi, ada kemungkinan penyebab munculnya perasaan ragu itu alasannya yakni perbuatan maksiat kita sendiri yang merasa tidak layak memohon kepada Allah. Namun sebagai seorang hamba, kita harus selalu memohon ampunan-Nya, kemudian memohonlah apa yang diperlukan saja.

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak Ridha terhadap hamba yang menyimpan perasaan ragu di dalam dadanya atas permohonannya. Jauhkan perasaan ragu dan takut doa itu tidak terkabul.  Ragu pada doanya yang tidak terkabul merupakan tanda tidak akan terkabulnya doa seseorang.

# 5

Berdoa Dengan Suara Tinggi

Jangan pernah memanjatkan doa dengan bunyi yang tinggi dan keras. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala itu sangat dekat, dan bahkan lebih akrab dengan urat nadi manusia. Oleh lantaran itu dikala berdoa, ada adat – adat yang harus dilakukan menyerupai dengan melembutkan merendahkan bunyi sambil berdoa dengan penuh keyakinan. Wallahu a’lam Bishshawab.

Sahabat LangitAllah.com, demikianlah artikel “5 Cara Berdoa Ini Tak Akan Pernah Dikabulkan”. Kami berharap semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat sekalian. Dan demi kelangsungan ibadah dakwah, tentunya kami sangat berharap tugas kita semua semoga jangan hanya kita saja yang memahami ilmu dan fatwa Islam ini. Mari kita bagikan dan teruskan ilmu ini kepada sobat seiman kita yang mungkin saja masih banyak yang belum memahami ilmu ini. Semoga dengan perjuangan kecil dan ringan ini sanggup menjadi sumber pahala Jariyah bagi kita semua.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al Qur’an pada Surah Al Ashr :

“Demi Masa (1); Sesungguhnya Manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2); kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3).” [QS. Al Ashr : 1-3].

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalasnya dengan pahala Jariyah serta kita tidak tergolong ke dalam golongan insan yang merugi, sebagaimana kandungan surah Al Ashr di atas. Wallahu A’lam Bishshawab. [Tim Redaksi LangitAllah.com]

Sumber : banyak sekali sumber

Label : Fiqih, Doa, Cara Berdoa, Cara Berdoa Yang Tidak Dikabulkan

News Feed