oleh

3 Tanda Calon Istri Yang Penuh Berkah Sesuai Sabda Rasulullah

3 Tanda Calon Istri Yang Penuh Berkah Sesuai Sabda Rasulullah ( ilustrasi oleh www.langitallah.com )

3 Tanda Calon Istri Yang Penuh Berkah Sesuai Sabda Rasulullah

Asalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

LangitAllah.com Setiap laki-laki yang telah berkeinginan untuk menikah akan selalu menharapkan calon istri yang baik. Baik dalam arti baik budbahasa dancantik parasnya. Harapan itu tentunya sangat dimaklumi mengingat insan cenderung pada keindahan dan segala sesuatu yang baik – baik. Tak heran jikalau ada laki-laki yang sangat selektif dalam menentukan pasangan hidupnya.

Dalam pemikiran Islam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah memerintahkan umatnya dari kaum laki-laki untuk menentukan calon pasangan hidupnya dari beberapa kriteria, diantaranya menentukan calon yang shalehah, dari keturunan yang baik dan shaleh, elok dan juga kaya. Namun tentunya tak hanya hingga di situ saja Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan.  Setiap laki-laki juga niscaya menghendaki istri yang sanggup membawa keberkahan dalam rumah tangganya kelak. Apakah itu juga telah dijelaskan dalam agama islam?.

Beliau shallallahu’alaihi wa sallam juga telah memperlihatkan 3 tanda perempuan (calon istri) yang akan membawa keberkahan dalam rumah tangga kita sesuai dengan salah satu hadits hasan yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad. 3 tanda yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tunjukkan ternyata sanggup kita lihat sebelum menikahi seorang muslimah. Bagaimana kita sanggup melihat 3 tanda calon istri yang penuh berkah itu? Berikut ini 3 Tanda Calon Istri Yang Penuh Berkah Sesuai Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

1. Praktis Meminangnya atau Praktis Mengkhitbahnya

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad :

“Sesungguhnya diantara tanda keberkahan istri ialah gampang meminangnya…” [HR. Ahmad; derajat hadits ialah hasan]

Salah satu tanda bahwa perempuan yang rencananya akan dijadikan calon istri itu akan membawa keberkahan hidup berumah tangga ialah gampang dalam proses meminang atau mengkhitbahnya. Kemudahan dalam mengkhitbah calon istri bukan hanya memperlihatkan bahwa si perempuan tersebut merupakan perempuan atau muslimah yang shalehah, namun juga memperlihatkan bahwa keluarga perempuan tersebut juga ialah dari golongan hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang shaleh. Di dalam keluarga tersebut telah memahami betul nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terutama ayahnya sebagai kepala rumah tangga dan pemimpin di dalamnya.

Seandainya anda ialah perjaka yang shaleh kemudian ketika anda tiba ke rumah calon mertua anda untuk melaksanakan proses khitbah terhadap putrinya yang merupakan seorang perempuan pujaan hati anda dan mendapati mereka dan putrinya gampang dalam mendapatkan pinangan anda, maka bersyukurlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bergembiralah. Sebab Insya Allah anda tidak salah dalam menentukan calon istri, dialah istri yang akan membawa keberkahan dan Ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam rumah tangga anda.

Begitu pula sebaliknya. Jika anda seorang perjaka yang shaleh, mendatangi rumah calon mertua anda untuk mengkhitbah putrinya yang ialah perempuan pujaan hati anda, kemudian orang bau tanah dan juga putrinya tersebut menjumpai kesulitan untuk mendapatkan pinangan (khitbah) anda meski mereka mengetahui anda ialah seorang perjaka yang shaleh dengan membebani anda dengan banyak sekali macam syarat ini dan itu yang tidak diwajibkan oleh agama (atau hanya bersifat duniawi), maka jangan bersedih, lantaran Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Rahmaan dan Maha Rahiim telah memperlihatkan aba-aba kepada anda bahwa perempuan tersebut bukanlah perempuan yang baik dan tidak akan membawa keberkahan serta Ridha Allah dalam rumah tangga anda nantinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika seseorang yang agama dan akhlaknya kalian ridhai tiba meminang putri kalian, maka nikahkan lah dengannya. Jika kalian tidak melakukannya maka akan menjadi tragedi alam di bumi dan kerusakan yang nyata” [HR. Tirmidzi; derajat hadits ialah hasan]

Ketika mendengarkan hadits perihal keberkahan istri, Urwah mengatakan: “Wanita yang celaka ialah perempuan yang mempersulit diri…”

2. Istri Yang Praktis Maharnya

Tanda istri yang penuh berkah yang kedua yaitu terlihat ketika dikhitbah oleh seorang pemuda. Wanita yang penuh keberkahan yang kedua ini ialah yang gampang maharnya atau sanggup juga dikatakan ringan maharnya. Praktis atau ringan mahar artinya tidak memberatkan pihak laki-laki dengan banyak sekali persyaratan yang sifatnya duniawi semata atau untuk berbangnga-bangga kepada orang lain. Wanita shalehah yang keluarganya memahami makna nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan pernah mempersulit mahar pernikahan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya diantara tanda keberkahan istri ialah gampang meminangnya dan gampang (ringan) maharnya”. [HR. Ahmad; derajat hadits ialah hasan].

Mahar dalah hadits di atas disebut dengan kata shadaqah. Shadaqah bisa bermakna mahar, bisa juga bermakna nafkah. Mahar disebut dengan sedekah maknanya ialah sedekah wajib ketika ijab kabul sebagaimana zakat. Dan di dalam Surat At Taubah juga disebut dengan istilah shadaqah. Namun yang lebih sempurna di sini maknanya ialah mahar. Dan ini bisa diketahui sebelum keduanya menjadi pasangan suami istri. Adapun shadaqah dalam pengertian nafkah (baik harian atau bulanan), itu gres akan diketahui ketika mereka menjadi pasangan suami istri.

Mahar merupakan sesuatu yang wajib dalam sebuah pernikahan. Mahar juga adlaah hak dari seorang istri dari suaminya. Namun bukan berarti mahar bisa diartikan semaunya dan dengan syarat yang memberatkan calon suami, lantaran harus juga sanggup dipenuhi oleh calon suami dengan penuh kerelaan dan ikhlas.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an :

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kau nikahi) sebagai derma dengan penuh kerelaan…”. [QS. An-Nisaa (4): 4]

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Majah, dan Imam At Tirmidzi Rahimahullahu Ta’ala :

Diriwayatkan dari Amir bin Rabi’ah ada seorang perempuan dari Bani Fazarah yang mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengaku diberi mahar berupa sepasang sandal. Kepada muslimah tersebut , Rasulullah memberikan pertanyaan, “Apakah engkau merelakan dirimu dan milikmu dengan sepasang sandal?”. Jawab muslimah itu singkat, “Ya”. Setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkannya. Pernikahan perempuan tersebut sah. [HR. Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Majah, dan Imam At Tirmidzi Rahimahullahu Ta’ala]

Dari cerita tersebut bukan bermaksud meremehkan sebuah mahar, namun biar semua kaum muslimah beserta para walinya sanggup memahami bahwa pemikiran dari rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memang harus tetap diindahkan kemudian berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab ketika mahar dipersulit (meski muslimah berhak atasnya), maka yakinlah pernikahan akan semakin sulit, sementara syahwat mendesak-desak untuk disegerakan. Akibatnya banyak pasangan perjaka yang melampiaskan pelarian kekecewaannya dengan berbuat zina, yang tentunya hanya akan menyebabkan kerusakan di muka bumi ini.

3. Istri Yang Praktis Rahimnya

Tanda istri yang penuh berkah yang ketiga ialah gampang rahimnya. Tanda ini memang berbeda dengan kedua tanda yang telah dijelaskan. Tanda pertama dan kedua bisa dilihat ketika sebelum melangsingkan pernikahan, namun pada tanda yang ketiga ini berbeda. Tanda ini hanya akan bisa terlihat sehabis dilangsungkannya pernikahan ketika sepasang perjaka telah sah berdasarkan agama sebagai pasangan suami istri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya diantara tanda keberkahan istri ialah gampang meminangnya dan gampang / ringan maharnya serta gampang rahimnya”. [HR. Ahmad; hasan]

Praktis rahimnya berarti perempuan yang bisa mempunyai banyak keturunan. Namun jangan khawatir lantaran tanda ketiga ini bukan mustahil untuk diprediksi. Anda sanggup mengetahuinya (meski tidak secara yakin, lantaran hanya Allah Yang Maha Mengetahui) dari citra keluarganya. Jika anda melihat sang calon istri anda mempunyai banyak saudara kandung, orangtuanya juga demikian, maka Insya Allah perempuan tersebut ialah tanda ketiga yang dimaksudkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai istri yang penuh berkah bagi rumah tangga anda.

Hanya saja, tanda ketiga ini harus disikapi dengan bijak. Meski citra tersebut telah sesuai dengan impian anda, namun tetap Allah Subhanahu wa Ta’ala lah yang paling menentukanseberapa pantas anda bersama istri anda sanggup mengemban amanah keturunan. Tetaplah berprasangka baik kepada Allah, Rabb Yang Maha Mengetahui Yang Nyata dan Yang Ghaib. Dan jikalau istri anda memang bisa memperlihatkan banyak keturunan, maka bergembiralah, anda dan keluarga anda ialah salah satu yang akan menciptakan Rasulullah gembira di hari simpulan zaman nanti.

Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak keturunan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang. Karena saya akan gembira dengan banyaknya ummatku di hadapan para Nabi pada hari kiamat” [HR. Ahmad; shahih lighairihi]. Wallahu a’lam bishshawab.

Sahabat LangitAllah.com, demikianlah artikel “3 Tanda Calon Istri Yang Penuh Berkah Sesuai Sabda Rasulullah”. Kami berharap semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat sekalian. Dan demi kelangsungan ibadah dakwah, tentunya kami sangat berharap tugas kita semua biar jangan hanya kita saja yang memahami ilmu dan pemikiran Islam ini. Mari kita bagikan dan teruskan ilmu ini kepada sobat seiman kita yang mungkin saja masih banyak yang belum memahami ilmu ini. Semoga dengan perjuangan kecil dan ringan ini sanggup menjadi sumber pahala Jariyah bagi kita semua.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al Qur’an pada Surah Al Ashr :

“Demi Masa (1); Sesungguhnya Manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2); kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3)”.  [QS. Al Ashr : 1-3].

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalasnya dengan pahala Jariyah serta kita tidak tergolong ke dalam golongan insan yang merugi, sebagaimana kandungan surah Al Ashr di atas. Wallahu A’lam Bishshawab. [Tim Redaksi LangitAllah.com]

Sumber : banyak sekali sumber

Label : Keluarga, Muslimah, Istri, Berkah, Muhasabah, Imlek, 3 Tanda Calon Istri Yang Penuh Berkah Sesuai Sabda Rasulullah

News Feed