oleh

3 Keutamaan Seorang Ibu Dan Doa Ibu Yang Mustajab

Ilustrasi : Seorang Ibu
 

3 Keutamaan Seorang Ibu dan Doa Ibu Yang Mustajab

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

3 Keutamaan Seorang Ibu dan Doa Ibu Yang Mustajab
Ibu ialah sosok satria setidaknya bagi anak-anaknya. Ikatan batin antara seorang ibu terhadap anaknya sangat kuat, dan seorang ibu dianugrahi sifat kasih sayang yang lebih dibanding seorang ayah terhadap anaknya. Soerang ibu ibarat ‘malaikat yang berwujud manusia’ yang doa doanya senantiasa tercurah kepada anak-anaknya. Hal ini lantaran seorang ibu mempunyai banyak sekali keutamaan yang dianugrahkan oleh Allah Ta’ala baginya yang telah berjihad untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan ilmu dan kasih sayang.

Dalam banyak kitab, telah diajarkan banyak sekali referensi doa doa pilihan yang disunnahkan untuk dibaca yang disarikan dari banyak sekali kitab hadits, ibarat :

Doa Setelah Adzan
Doa Berwudhu dan sehabis berwudhu
Doa Istiftah
Doa Shalat Istikharah
Doa-doa di hari Jum’at
Doa Pembuka Pintu Rezeki
Doa Saat Terjaga dari Tidur di Malam Hari
Doa Makan Sesuai Sunnah
Doa Malam Pertama Pengantin Baru
Doa Mandi Junub
Doa Keluar Rumah dan Doa Masuk Rumah
Doa Meminta Hujan Turun
Doa Ketika Hujan Turun
Doa sehabis Hujan Reda

Dan masih banyak doa-doa lainnya yang telah diperintahkan oleh Rasulullah dan dikerjakan oleh para sahabat ia Shallllahu ‘alaihi wa sallam

Namun dari sekian banyak doa doa yang ada, doa seorang ibu mempunyai keutamaan yang banyak saat ia berdoa untuk anak-anaknya yang dinilai sangat mustajab melalui banyak hadits. Salah satu hadits yang menyebutkan kemustajaban doa yang juga merupakan keutamaan dari doa tersebut ialah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud rahimahullah,

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi (kemakbulannya), yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi.” [HR. Abu Dawud]

Maka sudah sepantasnya kalau Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berbuat baik dan bertutur kata yang santun kepada kedua orang tuanya. Terutama kepada ibunya.

DALIL KEUTAMAAN DOA SEORANG IBU

Dalam Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak mengajarkan mengenai keutamaan seorang ibu. Semoga dengan risalah ini kita semua sanggup meningkatkan kualitas kita dalam berbuat baik kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu kita.
 
Selanjutnya akan diuraikan mengenai dalil-dalil yang ada perihal sebab keutamaan doa seorang ibu.

1. Ibu Telah Merawat Kita Sejak dalam Kandungan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an :


وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
 
“Kami perintahkan kepada insan supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya hingga menyapihnya ialah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah cukup umur dan umurnya hingga empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah saya untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya saya sanggup berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya saya bertaubat kepada Engkau dan sebetulnya saya termasuk orang-orang yang berserah diri.” [QS :  Al-Ahqaaf : 15]

Dalam ayat di atas, Allah Ta’ala Yang Maha Sempurna menyebutkan kata Ibu mendahului kata bapak dalam kalimat “Kami perintahkan kepada insan supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,…”, ini berarti bahwa dalam hal berbuat baik kepada kedua orang tua, seorang anak harus lebih mengutamakan kebaikan kepada ibunya meski juga harus berbuat baik kepada bapaknya. Dan kemudian dilanjutkan dengan kalimat yang sebagian besar memerintahkan insan (yang berstatus anak) untuk tidak pernah lupa akan ibu yang telah mengandung dengan susah payah, kemudian melahirkan anak hingga menyapihnya selama tiga puluh bulan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui firman-Nya dalam ayat tersebut di atas juga memerintahkan kepada insan yang telah berumur empat puluh tahun (berdasarkan tahun hijriyyah) untuk senantiasa mendoakan kedua orang tuanya dengan doa sebagaimana dalam kalimat terakhir ayat di atas,


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ


“Ya Tuhanku, tunjukilah saya untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya saya sanggup berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya saya bertaubat kepada Engkau dan sebetulnya saya termasuk orang-orang yang berserah diri.”

2. Ibu Yang Telah Melahirkan Kita

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :


وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ


“Dan Kami perintahkan kepada insan (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” [QS : Luqman : 14]

Dalam ayat di atas memperlihatkan betapa berat usaha seorang ibu kepada anaknya. Ketiaka ibu mengandung, ia dalam keadaan lemah yang tersus bertambah. Ketika ibu melahirkan pun perjuangannya antara hidup dan mati, bahkan saat anaknya lahirpun ibu masih tetap harus memelihara, mendidik dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan membekalinya dengan ilmu agama yang baik.

Dalam Tafsir Jalalayn dijelaskan mengenai kewajiban insan untuk senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya (ibu bapaknya) :
“(Dan Kami wasiatkan kepada insan terhadap kedua orang ibu bapaknya) maksudnya Kami perintahkan insan untuk berbakti kepada kedua orang ibu bapaknya (ibunya telah mengandungnya) dengan susah payah (dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah) ia lemah lantaran mengandung, lemah sewaktu mengeluarkan bayinya, dan lemah sewaktu mengurus anaknya di kala bayi (dan menyapihnya) tidak menyusuinya lagi (dalam dua tahun. Hendaknya) Kami katakan kepadanya (bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada Akulah kembalimu) yakni kau akan kembali.”

Rasulullah Menyebut Ibu Hingga 3 kali

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ


“Seseorang tiba kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah saya harus berbakti pertama kali?’. Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’. Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’. Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’. Beliau menjawab, ‘Ibumu.’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘(kemudian) ayahmu.’” [HR Bukhari 5971 dan Muslim 2548]

Penyebutan kata “Ibu mu” yang oleh Rasulullah diulang hingga 3 kali kemudian kemudian gres disebutkan “ayahmu” membuktikan adanya keutamaan seorang anak dalam hal berbakti kepada kedua orang tua. Seorang anak yang kalau memperlihatkan sepotong roti kepada ayahnya, maka ia harus memperlihatkan 3 potong roti untuk ibunya, demikianlah citra referensi bagaimana kita harus berbuat baik kepada ibu bapak kita.

Penjelasan ayat dan hadits di atas bukan berarti mengesampingkan keutamaan-keutamaan seorang ayah, lantaran sebetulnya kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang bau tanah secara adil sesuai aliran islam. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengajarkan kita cara-cara yang baik untuk berbuat baik kepada kedua orang ibu bapak kita, terutama kepada ibu. Sebagaimana telah diperjelas melalui banyak hadits-hadits yang diriwayatkan dengan sanad yang shahih.

Jika risalah “3 Keutamaan Seorang Ibu dan Doa Ibu Yang Mustajab“ ini dinilai bermanfaat bagi antu dan juga bagi orang lain, silakan dibagikan atau dishare kepada orang lain yang antum sayangi semoga kita semua sanggup senantiasa saling ingat mengingatkan dalam kebaikan, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an pada Surah Al-Ashr.

Wallahu a’lam

_______
Label : Doa, Ibu, Doa Ibu, Keutamaan Ibu, Keluarga
Deskripsi : Ibu ialah sosok satria setidaknya bagi anak-anaknya. Ikatan batin antara seorang ibu terhadap anaknya sangat kuat, dan seorang ibu dianugrahi sifat kasih sayang yang lebih dibanding seorang ayah terhadap anaknya. Soerang ibu ibarat ‘malaikat yang berwujud manusia’ yang doa doanya senantiasa tercurah kepada anak-anaknya, serta mempunyai banyak keutamaan yang telah Allah Ta’ala firmankan dalam Al-Qur’an.

INFO UPDATE