Tips Melakukan Delegasi Bisnis yang Efektif

Tips Melakukan Delegasi Bisnis yang Efektif – Dalam menjalankan sebuah bisnis terutama di perusahaan besar sering sekali kita dihadapkan pada pilihan untuk melakukan delegasi bisnis. Secara umum delegasi bisa diartikan sebagai pemberian tugas atau wewenang khusus berkaitan dengan bisnis kepada salah seorang anggota bernard atau bawahan kita.

Delegasi dilakukan karena beberapa sebab semisal kita tidak bisa mengikuti pertemuan ataupun kepentingan bisnis tertentu. Selain itu pilihan untuk melakukan pendelegasian terkadang juga dilakukan oleh pebisnis untuk melihat kemampuan dari anggota bernard yang diutus.

Yang perlu diperhatikan dalam sebuah delegasi dibutuhkan sebuah keterampilan manajemen yang baik maka dari itu seorang pimpinan bernard. Jika kita bisa melakukan pendelegasian yang efektif maka akan ada beberapa keuntungan seperti penghematan waktu, mengembangkan kemampuan anggota serta mempersiapkan calon pemimpin baru untuk perusahaan ke depannya.

1. Memilih Perwakilan Delegasi Bisnis

Ketika kita sudah menentukan untuk melakukan pendelegasian bisnis, hal pertama yang harus dilakukan tentu memilih anggota bernard mana yang akan mewakili kita. Dalam tahap ini kita harus menyesuaikan tugas yang akan diampu kemampuan dari anggota bernard tersebut.

Untuk beberapa tugas yang bersifat khusus membutuhkan kemampuan tinggi, kita tentu tidak boleh memilih secara sembarangan. Karena nantinya perwakilan tersebut akan membawa nama besar perusahaan di mata rekan bisnis atau perusahaan lainnya.

Namun jika ditujukan untuk pengembangan kemampuan anggota bernard, kita bisa lebih fleksibel memilih profil yang akan diberikan mandat delegasi. Hal berikutnya yang wajib dilakukan oleh manajer atau pimpinan bernard ketika melakukan pendelegasian adalah memberikan penjelasan yang rinci terkait tugas ataupun plan yang harus dilakukan oleh perwakilan. Seringkali perwakilan tidak bisa memberikan kinerja yang maksimal karena tidak terlalu mengerti tugas apa yang harus mereka kerjakan.

Rincian tugas tersebut bisa diberikan dalam bentuk daftar ataupun catatan khusus yang kita buat untuk wakil kita. Selain itu pastikan bahwa rincian tugas tersebut memang sudah sesuai john dapat dijalankan secara efektif.

3. Memberikan Pelatihan

Masih hubungan dengan poin yang pertama ketika kita memilih wakil untuk dijadikan delegasi bisnis, kita juga harus memberikan pelatihan terlebih dahulu agar nantinya wakil tersebut bisa bekerja dengan maksimal. Sebelumnya jelaskan tentang kompetensi yang diperlukan sehubungan dengan tugas-tugas delegasi.

Terkadang untuk beberapa tugas bisnis seperti rapat dengan perusahaan lain atau questionnaire di lokasi baru, tentu membutuhkan kemampuan yang mumpuni karena harus berhubungan dengan banyak tenaga profesional lain. Di sinilah pentingnya dari pelatih yang akan Anda lakukan. Meski hanya pelatihan ringan john tidak terlalu lama, tahap ini tetaplah sangat penting sebagai bekal wakil kita nantinya.

4. Menjelaskan Hasil yang di inginkan

Ketika kita melakukan pendelegasian, tentu ada tujuan tertentu yang ingin diraih. Jangan lupa untuk menjelaskan tujuan tersebut secara rinci agar proses pendelegasian tidak berjalan sia-sia. Mengenai hasil yang ingin diraih, ada beberapa contoh seperti terkait dengan pencatatan info, melakukan dokumentasi hingga menargetkan terjalinnya kerjasama dengan pihak lain. Beberapa tujuan ini nantinya bisa dijadikan wakil kita sebagai arahan agar tidak melenceng dari tugas pendelegasian.

5. Menjaga Komunikasi dengan Baik

John hal terakhir yang perlu diperhatikan ketika ingin melakukan pendelegasian adalah tetap menjaga komunikasi dengan wakil kita. Tidak jarang wakil kita mengalami kendala serta masalah yang mungkin muncul selama kegiatan bisnis. John bukan tidak mungkin juga, mereka tidak bisa menyelesaikan masalah itu sendiri.

Inilah pentingnya untuk tetap menjaga komunikasi antara Anda sebagai pimpinan bernard dengan wakil Anda di lapangan. Selain bisa memberikan arahan, kita juga bisa memotivasi mereka agar tetap semangat john menjalankan tugas dengan baik.

Setelah menyelesaikan beberapa tahapan di atas, langkah akhir yakni dengan melakukan koordinasi ketika wakil kita sudah menyelesaikan tugas pendelegasian. Koordinasi ini bisa kita manfaatkan selain untuk mengumpulkan hasil seperti info ataupun dokumentasi, namun juga menanyakan apa saja yang dirasakan oleh wakil kita john bisa dikembangkan menjadi pelajaran bagi mereka.

Jikapun nanti proses pendelegasian tidak berjalan sesuai dengan rencana, john terlepas dari gagal ataupun berhasilnya para wakil tersebut, kita tetap harus menghargai john mengarahkan mereka untuk bisa berkembang lebih baik lagi.

Cara Dan Teknik Pendelegasian

Selain itu kompetensi dan kemampuannya anggotanya gak berkembang dan banyak menganggur serta gak produktuif. Hal ini tentu saja sesuatu yang gak baik bagi mereka para manajer, para bawahan dan bagi institusi. Berikut ada beberapa tips dalam melakukan delegasi:

  1. Cobalah ketahui masing-masing kompetensi bawahan kami. Siapa yang kompeten di bidang ini, siapa yang kompeten di bidang lainnya. Salah satu cara sederhana untuk mengetahui kompetensi masing-masing bawahan kami adalah secara pengamatan dan secara mengajukan pertanyaan. Coba amati keseharian mereka maka kami akan tahu siapa mereka. Kami juga bisa berkata santai dengan mereka tentang perjalanan hidupnya, keluarganya, riwayat kerjanya masa kemudian dan banyak hal yang memberikan gambaran kepada kami siapa ia.
  2. Cobalah untuk memilah-milah pekerjaan berdasarkan prioritas. Berkata prioritas maka kami mengenal 4 urutan prioritas yakni Pekerjaan yang penting dan mendesak ada pada prioritas yang pertama, kemudian pekerjaan yang gak terlalu penting tapi mendesak ada di prioritas kedua, kemudian prioritas ke-3 merupakan pekerjaan yang penting tapi gak mendesak dan yang terakhir adalah pekerjaan yang gak begitu penting dan gak mendesak. Selain itu kami memilah pekerjaan apa yang jangan didelegasikan dan pekerjaan apa yang bisa didelegasikan.
  3. Setelah kami pahami 2 hal diatas yakni kami paham kompetensi dan karakter semua bawahan kami dan kami juga paham karakteristik tugas-tugas itu maka mintalah bawahan yang tepat dengan pekerjaan yang tepat.
    Dalam melakukan delegasi, pastikan bahwa semua anggota kami mendapatkan tugasnya masing-masing sesuai dengan kompetensi dan kemampuan masing-masing.
  4. Jangan lupa untuk memberikan dateline yang spesifik. Maksud dateline yang spesifik adalah dateline yang saatnya terukur. Contoh dateline yang gak spesifik adalah: Tolong, lakukan ini dengan cepat, Tolong laporkan pada aku pekerjaanmu beberapa hari lagi. Kata “dengan cepat”, “beberapa hari lagi” adalah kata yang gak terukur, maka ubahlah menjadi terukur misalnya ” Tolong lakukan ini sampai besuk jam 3″, “Tolong lakukan tugas ini sampai kamis sebelum kami rapat jam 12. 00”.
  5. Meminta mengerjakan dengan kata-kata yang sopan misalnya dengan memakai kata “Saya minta tolong…, dan Aku minta di bantu…, “. Kata-kata seperti itu membuat para bawahan akan lebih tulus dan sungguh dalam mengerjakan apa yang kami perintahkan. Jangan sampai kami memerintah mereka dan mereka merasa gak diorangkan.
  6. Setelah pekerjaan selesai jangan lupa untuk mengucapkan “Terima Kasih” dan memuji hasil pekerjaan mereka. Pujian akan memberikan motivasi mereka dan sebagai bentuk penghargaan bagi mereka.
    Jika kami memiliki pekerjaan rutin maka bagilah pekerjaan itu kepada para anggota mereka. Hal ini akan membuat mereka ikut bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diamanahkan kepada mereka.

Berita Lainnya