Misteri Patung Moai Berjalan Ke Pulau Paskah

Misteri Patung Moai Berjalan Ke Pulau Paskah – Secara geografis Pulau Paskah merupakan sebuah pulau di Cile di sebelah tenggara Samudera Pasifik, bagian paling Tenggara Segitiga Polinesia. Yang sangat dikenal di sana, ada 887 patung-patung monumental, disebut Moai, diciptakan pada masa awal Rapa Nui.

Penelitian Patung Moai

Penelitian Patung Moai

Moai, patung Rapa Nui yang misterius itu berdiri kokoh dalam diam, tapi bercerita banyak tentang penciptaan mereka. Balok batu diukir berbentuk kepala, tinggi rata-rata mereka adalah 13 kaki atau sekitar 4 meter, dengan berat luar biasa, 14 ton.

Upaya membangun monumen itu, memindahkannya di sekitar Pulau Paskah, pastilah sangat besar. Tetapi, gak ada yang tahu persis apa alasan pendatang di Rapa Nui mengerjakan tugas berat itu. Ahli sejarah berspekulasi, Moai diciptakan untuk menghormati leluhur, kepala, dan tokoh penting lain.

Tetap saja, gak ada bukti tertulis, juga sangat sedikit sejarah lisan yang terdapat di pulau itu sehingga gak mungkin memastikannya. Masyarakat Polinesia berkembang di lokasi yang sepertinya mustahil didiami. Jiwa tangguh mereka berlayar dengan armada perahu cadik kayu ke 1 titik kecil di belantara Samudra Pasifik.

Di pulau terisolasi, 2300 mil atau sekitar 3700 meter dari barat Amerika Selatan dan 1. 100 mil atau sekitar 1. 770 kilometer dari pulau tetangga terdekat, orang-orang Rapa Nui mengembangkan budaya arsitektur dan artistik berbeda, seperti dilansir dari laman National Geographic.

Budaya itu mencapai puncaknya pada abad ke-10 sampai abad ke-16. Yakni, saat para pendatang di Rapa Nui mengukir dan mendirikan sekitar 900 Moai di penjuru pulau. Banyak yang berpendapat, musnahnya Rapa Nui disebabkan bencana lingkungan yang mereka ciptakan sendiri.

Saat mengunjungi Pulau Paskah, Anda akan menemukan patung batu berbobot puluhan ton sebanyak hampir 1. 000 buah berdiri kokoh di atas tanah Pulau Paskah yang luasnya mencapai 163 kilometer persegi. Patung itu dikenal dengan nama patung Moai. Patung-patung yang dibuat sejak zaman Megalitikum ini diyakini oleh masyarakat setempat bisa berjalan sendiri sampai bisa mencapai posisinya saat ini. Fenomena gak biasa itu pun lantas membuahkan banyak spekulasi.

Beberapa arkeolog berhipotesa jika Moai bisa mencapai posisinya secara ditarik oleh penduduk setempat. Bahkan para arkeolog lantas mencontohkan gimana cara menarik patung Moai itu memakai salah satu patung seberat 4, 4 ton. Hasil penelitian ini lantas dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science. Sebelumnya, juga ada 1 buah teori yang menyebutkan bahwa orang Polinesia yang sudah mendiami Pulau Paskah pada 800 tahun silam itu sudah menggelindingkan Moai dengan meletakkannya di atas gelondongan kayu.

Asal Mula Pulau Paskah

Saat bangsa Eropa tiba pada 1722, mereka menemukan sebagian besar Pulau Paskah tandus, hanya segelintir penduduk di sana. Namun pada masa itu nama Pulau Paskah diberikan oleh orang Eropa yang pertama kali menginjakkan kaki di pulau itu. Jacob Roggeveen adalah penjelajah Belanda yang menemukan pulau pada hari Minggu Paskah, 5 April 1722, saat ia sedang mencari pulau David. Roggeveen menamakannya Paasch-Eyland yang bermakna Easter Islanda atau Pulau Paskah.

Sekarang, banyak wisatawan datang berkunjung. Sebagian besar mengunjungi tambang Rano Raraku, yang dulunya menghasilkan batu untuk membuat semua Moai di pulau itu. Penduduk kuno Rapa Nui meninggalkan tambang dalam kondisi menarik.

Tempat itu menjadi tempat tinggal untuk sekitar 400 patung yang tampak sedang dalam tahap penyelesaian.

Sementara itu, hampir di semua Pulau Paskah, banyak Moai kembali pada proses penciptaan awal. Kondisi Moai memburuk, kembali ke ukiran batu polos. Batu vulkanik Moia tunduk pada proses pelapukan alam. baca juga Kisah Patung Misteri Sigale-gale.

Berita Lainnya