Menikah Usia Muda Setan Menangis

Menikah Usia Muda Buat Setan Menangis – Menikah usia muda menjadi hal yang dipandang aneh saat ini. Bahkan gak sedikit pihak yang menolak perkawinan muda. Alasannya merupakan mereka masih belia dan dinilai belum matang dalam menjalani urusan tempat tinggal tangga.

Jabir bin abdullah ra mengekspresikan, Nabi Muhammad SAW bersabda, Barang siapa diantara remaja kawin dalam usia muda, maka menangislah setan. Dan ia mengeluh, ‘Aduh celaka aku, agamanya sudah terpelihara dari godaanku“(HR. Ibnu Addi).

Padahal gak sedikit di negara maju yang membebaskan pergaulan anak-anaknya tanpa ikatan perkawinan hidup menderita. Remaja wanita yang mengalami kehamilan pra nikah harus menerima kenyataan membesarkan anak-anaknya sendirian tanpa suami. Akibatnya, banyak bayi yang tumbuh besar tanpa ayah.

Sementara kasus di Indonesia sendiri berdasarkan penuturan Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa, pada 2013 kemudian tingkat kasus kehamilan di luar nikah mencapai 2, 2 juta. Biasanya mereka adalah remaja yang berusia berkisar antara 15-19 tahun. Seandainya mereka kawin saja saat menemukan jodohnya, tentu akan ini gak akan sebesar itu.

Nabi Muhammad SAW sudah merekomendasikan supaya segera kawin. Seperti sabda Nabi berikut ini yang maknanya.“Wahai pemuda, barangsiapa diantara kalian sudah mampu maka sebaiknya kawin, karena ia lebih menundukkan tatapan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka sebaiknya ia berpuasa, karena ia bisa mengekangnya. ” (HR. Bukhari).

Jadi sudah jelas gimana Nabi memerintahkan umatnya supaya kawin pada usia muda jika sudah baligh dan mampu. Dan jika merasa belum mampu, maka para pemuda diperintahkan berpuasa untuk menjaga dirinya.

Setan adalah musuh nyata umat manusia yang bertujuan menyesatkan Bani Adam. Laknatullah ini akan melakukan segala cara agar manusia mengikuti tipu dayanya. Tanpa ampun dan tidak ada kata menyerah, begitulah semangat setan dalam menggoda manusia.

Namun, setan ternyata juga bisa menangis juga. Dalam Hadist Riwayat Ibnu Addi, Rasulullah SAW menceritakan bagaimana setan menangis dan mengeluh karena hal ini. Ternyata yang membuat anak buah Iblis ini sedih adalah ketika manusia memutuskan menikah pada usia muda.

1. Kawin bisa Meluaskan rejeki

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara anda, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang wanita. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. An Nuur 32)

2. Berhak memperoleh pertolongan Allah

Sabda Rasulullah saw, ”Tiga orang yang memiliki hak atas Allah membantu mereka: 1 orang yang berjihad di jalan Allah, 1 orang budak (berada didalam perjanjian antara dirinya dengan tuannya) yang menginginkan penunaian dan 1 orang kawin yang ingin menjaga kehormatannya. ” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim dari hadits Abu Hurairoh)

3. Memperbaiki akhlak dan Martabat

Rasullullah SAW bersabda: kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diatara kamu sesungguhnya Allah akan memperbaiki Ahklak, meluaskan rezeki dan keluhuran mereka” (Al Hadist)

4. Pahala Ibadah menjadi berlipat-lipat

Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

5. Mudah mendapatkan pahala

“Dalam kemaluanmu itu ada sedekah. ” Sahabat kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami memperoleh pahala dengan menggauli istri kami?. ” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala. ” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

6. Kawin lebih Berpeluang masuk surga dari orang yang gak kawin

Rasullullah SAW bersabda:: seburuk-buruk kalian, merupakan yang gak kawin, dan sehina-hina mayat kalian, merupakan yang gak kawin (HR. Bukhari)

Diantara kamu semua yang paling buruk merupakan yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina merupakan kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Y. dan Thabrani).

Berita Lainnya