Jenis Jamur Beracun Dan Berbahaya

Topik Terkait

Jenis Jamur Beracun Dan Berbahaya – Jamur merupakan tumbuhan yang gak memiliki klorofil dan sifatnya heterotrof. Secara alami jamur bersimbiosis mutualisme. Jamur saat ini banyak di budidayakan dan dikembangkan menjadi makanan olahan akan tetapi gak semua jamur bisa dimakan. Jamur sebenarnya memiliki banyak jenis, bentuk, warna, aroma, dan kandungan kimiawi berbeda-beda ada juga seperti halnya jenis tanaman beracun pada jenis tanaman hias atau tumbuhan di sekitar kita.

Ciri Ciri Jenis Jamur Beracun Dan Berbahaya Bagaimana….?

  1. Jamur beracun biasanya memiliki warna yang sangat mencolok, seperti merah, hijau, biru, hitam, dan sebagainya (tetapi ada pula jamur shiitake yang disebut sebagai jamur hitam China aman untuk dikonsumsi).
  2. Jamur beracun lazimnya berisi senyawa sulfida sehingga menimbulkan bau busuk atau senyawa cianida. Biasanya jamur yang berisi senyawa itu jarang dihinggapi serangga atau hewan kecil lainnya.
  3. Bisa juga Anda kenali dengan mengerat jamur beracun, kemudian meletakannya pada barang-barang yang terbuat dari perak (misalnya pisau, sendok, garpu, atau cincin), maka pada permukaan benda itu akan muncul warna hitam yang disebabkan senyawa sulfida atau warna kebiruan yang disebabkan senyawa cianida. Cara yang terakhir bisa Anda ketahui setelah jamur itu dimasak bersama nasi, maka nasi itu akan berubah warna menjadi cokelat, kuning, merah atau hitam.

Berikut Jenis Jamur Beracun Dan Berbahaya

Jamur Conocybe Beracun Dan Berbahaya

Jamur Beracun Conocybe

Jamur Beracun Conocybe

Deadly conocybe merupakan nama yang diberikan untuk tipe jamur yang punya topi berbentuk kerucut dan insang kecoklatan yang tampak berkarat. Kelompok jamur ini disebut juga dengan Pholiotina filaris, yang tersebar luas di timur laut Pasifik Amerika. Sering salah dengan jamur Psicocybe yang tampak mirip, jamur yang umum ditemukan di pekarangan ini berisi mycotoxin mematikan yang bisa memicu kematian jika dimakan.

Jamur Conocybe atau dikenal juga dengan nama Pholiotina filaris. Jamur ini tersebar di Amerika dan tumbuh diantara rerumputan. Warnanya cokelat dan bentuknya seperti jamur pada biasanya, Ada seperti ikat pinggang yang menghiasi batang jamur. Seringkali orang salah mengenalinya sebagai Psilocybe. Jamur conocybe adalah jamur yang berbahaya karena berisi racun yang bisa membunuh seseorang apabila dimakan. Gak peduli secara apakah ia diolah, racunnya sangat mematikan.

Jamur Destroying Angel Beracun Dan Berbahaya

Jamur Destroying angel Beracun

Jamur Destroying angel Beracun

Jamur Destroying Angel merupakan jamur beracun yang paling umum di sedunia. Jamur destroying angel berisi amatoksin, yang bertanggung jawab terhadap keracunan jamur fatal, sama seperti yang dilakkan oleh death caps. Kerusakan bermula pada jaringan hepar, ginjal dalam hitungan jam setelah konsumsi, yang kemudian memicu kematian.

Warnanya sangat putih, bersih dan mempesona, sampai disebut sebagai jamur malaikat. Tetapi setelah diketahui bahwa ia beracun, maka orang-orang kerap menyebutnya sebagai destroying angel. Ia tumbuh nyaris di sedunia, dengan kandungan racun yang disebut amatoxins. Setelah mengonsumsi jamur ini, liver dan ginjal akan mengalami kerusakan dalam beberapa waktu yang singkat. Dan beberapa jam kemudian, orang itu akan meninggal.

Jamur Galerina Beracun Dan Berbahaya

Jamur Galerina Beracun

Jamur Galerina Beracun

Jamur Galerina berasal dari keluarga saprobic yang memiliki bentuk yang cantik. Jamur Galerina memiliki ukuran dan bentuk seperti jamur pada umumnya, namun khasiat racun Jamur Galerina dapat mengancam jiwa. Apabila mengonsumsi Jamur Galerina maka dalam seketika racun bernama a-amanitin akan merusak liver, ginjal serta sistem syaraf pusat yang ada di otak. Akan muncul kematian mendadak dan nyaris tidak dapat duga penyebab kematian orang tersebut.

Jadi berhati hatilah memilih jamur dan menkonsusinya untuk sebagai makanan anda. nyatanya tak semua jamur itu bisa di makan, pilihlah jamur yang baik untuk keshatan anda yang bisa di makan.

Jamur Morel atau Morchella Beracun Dan Berbahaya

Jamur Morel beracun

Jamur Morel beracun

Morchella merupakan jamur saprofit yang tidak bisa dikonsumsi jamur ini memiliki habitat di tanah kaya humus namaun ada juga yang mekonsumsinya semua tergantung cara pengolahan jamur tersebut dengan bentuk struktur daun yang sudah mati, dan batang pohon meranggas. Beberapa karakteristik dari jamur ini adalah banyak bercabang memiliki ruas ruas seperti sarang tawon atau lebah .Setelah musim hujan, tubuh buah (askokarp) dari jamur ini terbentuk pada permukaan bagian dasar (susbtratum). Tubuh buah yang sudah matang memiliki panjang 3–13 cm. Dalam siklus hidupnya, Morchella memiliki sklerotium yang membantu dalam menghadapi tekanan lingkungan yang kurang menguntungkan, seperti suhu rendah di musim dingin. Selain itu, sklerotium juga digunakan dalam kultivasi atau budidaya jamur itu untuk kebutuhan komersial.

Jamur yang 1 ini sering disebut jamur sponge karena bentuknya seperti sponge atau koral laut. Jamur ini berasal dari keluarga Gyromitra, warnanya cokelat pekat dan biasa tumbuh di batang kayu yang sudah lapuk atau sangat lembab. Jamur ini berisi MMH atau Mono Methyl Hydrazine. Kabarnya zat itu bisa mengakibatkan rasa mual, pusing, serta diare. Jamur ini juga dicurigai berisi zat karsinogen yang bisa mengakibatkan kanker. Pada beberapa kasus yang gak tertolong, mereka yang mengonsumsinya bisa meninggal dunia.

Jamur Chanterelle Beracun Dan Berbahaya

Jamur Chanterelle

Jamur Chanterelle

Chantarelle atau Chanterelle emas (Cantharellus cibarius) merupakan jenis jamur dengan fungi dengan genus Cantharellus. Berwarna jingga atau kuning, kenyal dan berbentuk mirip corong. Di bawah “topi”, tekstur jamur terlihat bergelombang. Jamur ini berbau seperti buah aprikot dan terasa sedikit pedas, jamur ini sangat baik untuk dimakan. Riset mengatakan jamur ini memiliki sifat insektisida yang gak mematikan bagi orang tetapi bisa melindungi jamur dari serangga dan bakteri.

Bentuk jamur ini sangat mirip seperti topi, kadang tumbuh tunggal atau berkelompok. Jamur ini sangat cantik bentuknya dan cukup padat. Ia biasa tumbuh di benua Eropa dan Asia. Orang salah mengenalnya dan mengira ia merupakan jamur merang, padahal ia berisi racun yang berbahaya. Sekalipun dibekukan, dikeringkan atau direbus, racun pada jamur ini gak berkurang khasiatnya. Apabila salah petik dan memasak, maka akan banyak korban yang mati karena mengonsumsinya.

Berita Lainnya