Inilah Jika Terjadi Air Laut Tidak Asin

Inilah Jika Terjadi Jika Air Laut Tidak Asin – Laut merupakan kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra. Laut merupakan kumpulan air asin yang sangat banyak dan luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan sesuatu benua dengan benua lainnya dan sesuatu pulau dengan pulau lainnya.

Air laut merupakan campuran dari 96, 5% air murni dan 3, 5% material lainnya seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel gak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96, 5% air murni.

Air laut juga merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah SWT. Si Maha Kuasa ini membuat keseimbangan alam begitu mempesona. Khusus untuk air laut, sebagian kami mungkin sering bertanya, mengapa rasanya bisa begitu asin dan berbeda dengan air jenis lain?

Sebagian berpikir, andai saja air laut berasa tawar, maka akan lebih berguna untuk dikonsumsi. Karena gak bisa dipungkiri jika saat ini dunia mengalami krisis air bersih yang layak minum. Banyak sungai yang tercemar dan membuat orang susah mencari air.

Tetapi, pemikiran itu gak benar adanya. Karena Allah SWT menciptakan asinnya air laut bukan tanpa alasan. Ada hikmah luar biasa dibalik proses alam ini. Bahkan bahaya besar mengintai makhluk saat rasa air laut gak asin. Sebenarnya apa yang akan terjadi.

Perkara air laut ternyata gak luput dari pembahasan Allah SWT dan sudah tertulis dalam Alquran. Ini menjadi bukti, bahwa Allah gak main-main dalam proses penciptaan semua makhluk-Nya.

“Dan tidaklah sama (antara) 2 laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu anda bisa memakan daging yang segar dan anda bisa mengeluarkan perhiasan yang bisa kamu pakaip, dan pada masing-masingnya anda tatap kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu bisa mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. ” (QS. Faathir: 12).

Salah satu bahaya yang akan menimpia makhluk saat air laut gak asin merupakan tempat ini akan menjadi pusat dari segala macam bentuk wabah penyakit. Tentu ini akan mengancam keselamatan penduduk dunia, mengingat luas lautan lebih besar dibanding daratan. Mengapa bisa begitu…?

Salinitas (kadar garam) laut berfungsi untuk mensterilkan air, sehingga mencegah terjadinya pembusukan, dan perkembangbiakan penyakit. Jika gak demikian niscaya laut menjadi menjadi pusat (markas) yang baik bagi wabah dan penyakit yang menyebar ke semua negara dan bangsa.

Sekilas mari mengingat tragedi Tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Ada begitu banyak korban jiwa yang meninggal dalam tragedi itu. Sebagian ditemukan, tetapi gak sedikit pula yang ikut terseret ke lautan dan samudera yang luas. Gimana jadinya jika air laut rasanya tawar? Jika air laut gak asin, maka jenazah ini justru akan menjadi wabah penyakit karena mengalami pembusukan. Wallauhualam.

Selain itu, asinnya air laut juga memberika hikmah luar biasa lainnya. Jika air laut gak asin, niscaya akan menyulitkan dunia transportasi air. Tetapi, gimana bisa,,,

Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung, ” (QS. Asy-Syuuraa ayat 32).

Kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang berguna bagi orang, ” (QS. al-Baqarah: 164).

Masing-masingnya anda tatap kapal-kapal berlayar membelah laut supaya anda bisa mencari karunia-Nya dan supaya anda bersyukur. ” (QS. Faathir: 12).

Laut dan transportasi menjadi bagian yang memukau. Allah SWT menjelaskan tentang laut dan dihubungkan dengan kapal-kapal sebagai alat transportasinya. Jika ini gak istimewa, mengapa Allah gak menyebut sungai dan alat transportasinya? Karena keistimewaannya inilah maka Allah menyebutkannya di dalam Alquran.

Ternyata ini ada kaitannya dengan asinnya air laut. Hal ini bisa dibuktikan dari proses pembuatan es krim. Jika melihat proses membuat es krim, maka akan ditemukan bahwa pembekuan es krim dengan memakai es saja gak cukup, karena es gak bisa mendinginkan sampai di bawah 0 (nol) derajat celcius.

Untuk itu, para pekerja mencampurkan garam ke dalam es, sehingga membentuk campuran cairan asin yang meleleh pada derajat di bawah nol derajat (yang perlu diperhatikan bahwa pendinginan secara ini yakni peningkatan konsentrasi garam gak bisa dilakukan sampai suhu di bawah 12 derajat celcius). Dan pengamatan sederhana ini termasuk hal yang penting yang terjadi di perairan laut.

Danau dan sungai bisa membeku dimusim dingin. Tapi, laut gak. Salah satu penyebab utamanya adalah laut memiliki air yang asin. Kandungan garam di air laut menurunkan titik bekunya. Maka keberadaan kadar garam di laut ini membuat air laut baru membeku pada derajat di bawah 0 (nol) derajat, sesuatu hal itu yang memungkinkan air laut tetap mengalir/tidak beku (karena ia cair) pada derajat kurang dari 10 derajat.

Jadi, suhu musim dingin rata-rata gak mampu membekukan air laut. Sehingga hal itu memudahkan pelayaran pada musim dingin pada waktu yang lebih lama (karena air laut gak membeku pada suhu di bawah nol derajat). Wallauhualam, hanya Allah lah pemilik ilmu pengetahuna. Gak satupun di muka bumi yang diciptakannya tanpa hikmah, begitu indah, dan tanpa celah. Terimakasih sudah membaca.

Berita Lainnya