Cara Menguatkan Iman Dalam Diri

Langkah Menguatkan Iman Pasca Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah, semua orang tentu gak menginginkan bulan suci ini berakhir. Akan tetapi kenyataannya, Ramadhan hanya berlangsung sebulan saja dan akan berganti dengan syawal.

Sebagai kaum muslim, kami tenti harus sedih apabila berpisah dengan bulan Ramadhan. Karena di bulan inilah Allah SWT membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi kaum muslimin dan melipatgandakan pahala segala amalan.

Tetapi, kami harus ikhlas merelakan kepergiannya. Hal yang harus diperhatikan adalah gimana ibadah dan amal shaleh kami tetap berjalan meskipun sudah habis Ramadhan. Ternyata ada langkah yang bisa kami jalankah supaya iman kami tetap kuat meskipun Ramadhan sudah berakhir. Gimana caranya?

Semangat Beribadah dan Beramal Shalih

Hal pertama yang harus dilakukan adalah bersemangat dalam beribadah dan beramal shaleh. 1 orang muslim harus menyadari apabila beribadah pada Allah SWT merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan setiap hari bukan hanya di bulan Ramadhan saja.

Oleh karena itu, meskipun Ramadhan sudah berakhir kami tetap wajib mampu mempertahankan pengerjaan ibadah dan amalan shaleh seperti yang kami lakukan selama bulan itu. Karena sejatinya itulah tugas orang selama di dunia ini. Allah Ta’ala berfirman:

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan orang kecuali untuk beribadah kepada-Ku. ” (Az-Zariyat: 56).

Bahkan kami dianjurkan pula untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan setiap saat. Allah SWT berfirman: “Maka berlomba-lombalah anda dalam kebaikan.. ” (QS: Al-Baqarah: 148)

Menjaga Diri Dari Maksiat

Langkah lebih lanjut adalah dengan menjaga diri dari maksiat. Mungkin banyak diantara kami yang mampu versus hawa nafsu saat menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi gak semua orang bisa melawannya saat pasca Ramadhan berakhir. Malah banyak diantara kaum muslim yang menjadi kan momen berakhirnya Ramadhan untuk melampiaskan nafsu dalam hal berbuat kemaksiatan.

Oleh karena itu, apabila kami menginginkan memiliki keimanan yang terjaga pasca Ramadhan maka kami harus mampu menjaga diri dari hawa nafsu yang justru bisa membuat kami terjerumus dalam kemaksiatan. Baik itu maksiat perkataan atau perbuatan, dengan begitu maka akan membuat hari kami menjadi lebih berkah.

Membantu Dan Mencintai Saudara Seiman

Pada bulan Ramadhan mungkin kuantitas membantu sesama bertambah, karena kami menyadari bahwa Allah memberikan pahala berlipatganda atas segala amal yang kami lakukan. Supaya keimanan tetap terjaga dan semakin kuat, maka hal yang perlu dilakukan adalah melanjutkan kebiasaan membantu ini.

Kami harus berempati dan peduli kepada sesama makhluk Allah SWT. Banyak hal yang bisa kami lakukan, di antaranya infaq, atapun sedekah pada kaum fakir dan miskin. Bahkan Allah memerintahkan kami untuk berinfak dalam firman-Nya:

“Dan apa saja yang anda nafkahkan (dijalan Allah), maka pahalanya itu untuk kalian sendiri…” (Al-Baqarah: 272).

Rasulullah bersabda, “Setiap hari, 2 malaikat turun pada 1 orang hamba. Salah satunya berdoa, “Ya Allah, berikanlah pengganti pada orang yang berinfak. Dan yang lain berdoa, “Ya Allah, hilangkan harta orang yang menolak infak. ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Gak sempurna iman salah 1 orang diantara kamu sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya. ” (HR. Bukhari dan Muslim). *
Ke-4, selalu menjaga shalat berjama’ah

Menjaga Shalat Sunnah

Langkah lebih lanjut adalah dengan menjaga shalat sunnah. Saat bulan Ramadhan mungkin kami termasuk ke dalam orang yang selalu semangat dalam menjalankan ibadah sunnah. Untuk memperkuat iman kami, maka lanjutkan kebiasaan mulia ini. Karena ada begitu banyak keutamaan yang akan kami peroleh. Rasulullah SAW bersabda:

“Hai Bilal, ceritakanlah kepadaku tentang amalan yang paling anda harapkan akan mendapatkan pahala, yang sudah anda lakukan sejak masuk Islam, karena aku betul-betul mendengar suara terompahmu di surga. ” Bilal menjawab, “Tidak ada amalan yang paling aku harapkan pahalanya kecuali setiap kali selesai berwudhu, baik di waktu siang maupun malam, aku melakukan shalat sunnah semampuku. ” (HR. Bukhari dan Muslim) . baca juga  Waktu Mustajab Untuk Shalat Malam Dan Berdoa

Suka Membaca Al-Quran

Hal lebih lanjut yang harus kaum muslimin lakukan untuk memperkuat keimanan pasca Ramadhan merupakan dengan suka membaca Al-Qur’an. Saat bulan puasa mungkin banyak kami tatap orang yang antusias membaca Al-Qur’an. Tetapi gimana saat Ramadhan berakhir?

Meskipun Ramadhan berakhir, kami tetap harus membiasakan diri untuk membaca Al-Qur’an. Karena ada begitu banyak manfaat yang akan kami peroleh saat selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an ini. Dengan demikian, istiqimahlah untuk selalu membaca Al-Qur’an setiap harinya.

Ayat-ayat Al-Quran memiliki tujuan yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Rabbnya. Sebagian ayat Al-Quran mampu menggetarkan hati seseorang yang sedang mencari kemuliaan Tuhan, selain itu Al-Quran mampu membuat menangis orang yang berdosa dan membuat ketenangan hati.

Mempelajari Asmaul Husna

Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang gak disukai Allah.Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yakni dengan memperbanyak amal ibadah).

Mempelajari Nilai-Nilai Agama Islam

Renungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Gak ada agama lain yang memiliki aturan dan etika yang sedemikian rincinya seperti Islam, di mana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami istripun ada aturannya.

Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kami dan kemudian anggota tubuh kami. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.

  1. Amalan Hati – Dilakukan melalui pembersihan hati kami dari sifat-sifat buruk, selalu menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut dan harap akan Allah. Hindari sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan sebagainya.
  2. Amalan Lisan – Perbanyak membaca Al-Quran, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar, bersholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain pada kebaikan, dan melarang pada kemungkaran.
  3. Amalan Anggota Tubuh – Dilakukan melalui kepaAllah dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji sampai disiplin untuk sholat berjamaah di masjid (khususnya bagi pria).

Berita Lainnya