Bisnis Budidaya Ikan Cupang

Bisnis Budidaya Ikan Cupang – Budidaya ikan Cupang atau sejenis ikan yang pintar beradu ini, merupakan kesempatan bisnis yang menjanjikan. Selain pemeliharaannya yang gak merepotkan alias mudah, ikan hias ini bisa menghasilkan omset jutaan rupiah setiap minggunya minggunya.

Salah satu pembudidaya cupang yang bernama Indra Jack sudah 6 tahun lamanya menggeluti bisnis ini. Berawal dari hobi main cupang, sekarang dirinya fokus membudidayakan cupang lokal maupun impor.

Cara Budidaya Ikan Cupang dan Cara Merawatnya

  1. Siapkan wadah seperti dibawah ini
  2. Isi dengan air dgn ketinggian sekitar 8-12cm
  3. Isi dengan tanaman air seperti eceng gondok, daun ketapang, atau tanaman lainnya (gunanya untuk menampung busa yg dikeluarkan pejantan agar tidak gampang hancur
  4. Pilih Induk Cupang Jantan dan Induk cupang betinanya

Syarat induk cupang untuk budidaya:

  • Betina tidak boleh mempunyai badan yg jauh lebih besar daripada jantan
  • Betina tidak boleh lebih galak daripada jantan
  • Kalau bisa perkimpoian jantan dan betina yg setipe. serit >< serit , Halfmoon><Halfmoon, dst
  • Siapkan daun ketapang atau cairan penyembuh luka (yg warna kuing) karena setelah proses perkembangbiakan terjadi , badan dari betina banyak yg rontok akibat perkelahian dgn jantan sebelum dibuahi

Ciri-ciri Cupang Pejantan Yang siap berkembangbiak :

  1. Sudah cukup umur
  2. Mengumpulkan busa busa yang cukup banyak (bukan merupakan syarat mutlak, terkadang ada yg tidak mengluarkan busa sama sekali, tapi giliran disatukan dengan betina , dia baru mengeluarkan busa)
  3. Badan harus lebih besar dan harus lebih galak daripada betina
  4. Ada seperti telur berwarna putih yang mao keluar dari saluran pembuangannnya
  5. Perut rada buncit (pls dibedakan yg buncit karena makanan atau buncit emang sudah waktunya berkembang biak) caranya gampang, lihat perut betina nya pagi hari sebelum diberi makan .Dan tentu sudah memasuki umur yg pas untuk proses perkembangbiakan
  6. Masukan jantan ke wadah perkembangbiakan
  7. Nah disini betina jangan dimasukan (digabung) langsung, biarkan betina dan jantan saling mengenal dan melihat terlebih dahulu. Gunanya agar si jantan menyiapkan busa yang cukup untuk menampung telur2nya.

Pada Hari Pertama

Perlu dilakukan karena tempat saya meletakan wadah ini sangat sering terkena getaran dan sering terkena angin, jadi dgn adanya penutup maka akan memperkecil persentase pecahnya busa yg nanti akan digunakan untuk tempat meletakan telur . Nah sampai tahap ini, kita tunggu 1-2 hari, biasanya sih saya hanya menunggu 1 hari sudah terlihat kumpulan busa yg cukup untuk menampung telur (tergantung pejantannya)

Pada Hari Kedua

  1. Perhatikan busa nya, apabila busa sudah banyak, brarti sudah siap kimpoi, ini ada contoh2 busa yg sudah terkumpul dan siap buat berkembangbiak.
  2. Angkat betina nya, dan gabungkan dengan pejantan(hati2 pada waktu mengangkat toples dari wadah, pelan2 supaya busa tidak terlalu banyak yg pecah.
  3. Biarkan sekitar 1jam – 12 jam pejantan dan betinanya saling mengenal, tergantung kecocokan dari pasangannya, biasanya saya menunggu selama kurang lebih 1-2 hari sebelum proses kimpoi terjadi. Nah kerusakan sirip dari betina biasa terjadi pada saat ini

Pada Hari Ketiga

proses kimpoi (perkembangbiakan) kurang lebih seperti di gambar. Pejantan melilit tubuh betina, dan masing2 saling melengkungkan tubuhnya. Ketika selesai betina akan mengeluarkan telur, dan pejantan langsung mengambil telur2 tersebut dengan cara meletakan di dalam mulutnya, dan dibawa naik lalu telur2 tersebut dimuntahkan ke busa busa diatas.

  1. Perhatikan telurnya, biasanya di bawah busa dan berwarna putih, kalau tidak yakin, gunakanlah flashlight(senter).
  2. Si pejantan akan menjaga telurnya, dan akan mengangkut telur yg jatuh ke dasar aqua, perhatikan gambar dan pada saat ini biasanya betina akan pergi menjauh
  3. Apabila pejantan sudah tidak kimpoi lagi dan sudah cenderung mengejar2 betina utk dihantam, bersiap pindahkan betina. Siapkan wadah utk mengembalikan betina, isi dengan daun ketapang atau cairan kuning penyembuh luka (biasanya melafix)

Pada Hari Keempat

Telur mulai pecah dan akan menghasilkan burayak-burayak yg baru berumur 1 hari. Jangan angkat pejantan pada saat ini. Pada hari ini burayak belum dapat berenang secara bebas, malah terkadang sering sekali terjatuh ke dasar permukaan dan tidak bisa mengambil udara di atas, disini lah guna sang bapak, pejantan akan membantu burayak utk naik ke atas. Disini burayak hanya terlihat seperti titik hitam kecil yg gaya berenangnnya hanya naik dan turun. setelah lebih dari tiga hari menetas, biasanya bayi cupang akan mencari makan. ini bisa dilihat ketika kita menjatuhkan sesuatu yg halus ke wadah ikan, bayi2 ikan itu akan mematuknya, mereka mengetes apakah yg baru masuk itu bisa dimakan apa ngak. makanan yg paling baik untuk bayi cupang adalah bayi kutu air. namun ini bukan benda yg mudah dicari. sudah gitu sedikit repot lagi.

Pada Hari Kelima

Burayak sudah dapat berenang bebas di hari ke enam ini, tetap jangan angkat pejantannya hingga burayak umur 2 minggu ke atas (dalam beberapa kasus, saya dan beberapa teman2 di kaskus bisa tahan pejantannya sampe umur burayak 2-3bulan, selama pejantannya tidak agresif makanin anak2nya). Maap ga terlalu jelas, karena cuman pake kamera hp, perhatikan saja yg titik2 hitam.

Demikianlah Bisnis Budidaya Ikan Cupang Dan Cara Merawatnya ikan cupang yang lagi populer saat ini, dan baca juga Bisnis Budidaya Ikan Koi dan Bisnis Budidaya Ikan Koi.

Berita Lainnya